Sunday, March 13, 2011

Klaim Asuransi Syariah Ternyata Tinggi juga ya?

Aktivitas usaha industri asuransi syariah di Indonesia terindikasi kurang hati-hati (prudent), menyusul pembayaran klaim sepanjang 2010 yang mengalami kenaikan mencapai 60% dari tahun sebelumnya.

Data Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencatat total pembayaran klaim industri asuransi syariah sepanjang 2010 mencapai Rp1,33 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya Rp833 miliar.

Wakil Ketua Bidang Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Yudha Pratama menuturkan tingginya kenaikan pembayaran klaim itu mengindikasikan aktivitas bisnis asuransi syariah yang kurang hati-hati dan menomorduakan pengelolaan risiko (underwriting).

Indikasi itu mengingat kenaikan pembayaran klaim mencapai 60% yang tidak seimbang dengan kenaikan kontribusi dari pendapatan premi sebesar 35%.

Berdasarkan data tercatat kontribusi asuransi jiwa sepanjang 2010 mencapai Rp3,22 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp2,38 triliun.

Indikasi aktivitas bisnis yang kurang hati-hati itu dinilai terkait dengan penerapan ketentuan modal perusahaan asuransi syariah sebesar Rp25 miliar per 31 Maret 2011, sesuai dengan amanat PP No. 81/2008 tentang Permodalan Perusahaan Asuransi.

Keterkaitan tersebut mengingat desakan dari pemegang saham untuk meningkatkan volume bisnis (pendapatan premi) setelah penambahan modal yang diberikan dalam upaya pemenuhan ketentuan itu.

"Itu adalah konsekuensi logis. Ketika pemegang saham menambah modal, mereka juga menginginkan peningkatan bisnis tetapi dampaknya adalah pelaku usaha lebih mengejar pendapatan premi, dan menomorduakan underwriting," ujarnya, kemarin.

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan kenaikan pembayaran klaim asuransi syariah tersebut tercatat pada asuransi kerugian dan reasuransi syariah mencapai 78%, sedangkan asuransi jiwa syariah sebesar 52%.

No comments: