Monday, March 7, 2011

Chandra Asri Petrochemical & rights issue

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk berniat menggelar penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) yang berpotensi mempercepat proses penggalangan dana jangka menengah.

Adapun, kebutuhan pendanaan jangka menengah perusahaan hasil penggabungan PT Tri Polyta Indonesia Tbk dan PT Chandra Asri tersebut mencapai US$400 juta.

Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi mengatakan tujuan utama perseroan untuk pelepasan saham tersebut adalah untuk membuat saham berkode TPIA itu lebih likuid di pasar modal dibandingkan dengan saat ini ketika porsi publik hanya 5%.

"Kami ingin menambah kepemilikan publik, caranya dengan rights issue dengan kemungkinan porsi saham yang dilepas 15%--20%. Mungkin nanti dananya bisa mempercepat penggalangan kebutuhan dana jangka menengah kami, tetapi jumlah dan waktu rights issue belum dipastikan," ujarnya 7/3/2011.

Berdasarkan data kepemilikan efek perseroan per akhir Januari, kepemilikan saham emiten oleh investor publik hanya 5,14%. Adapun, perusahaan induk grup usaha milik Prajogo Pangestu tersebut yaitu PT Barito Pacific Tbk menguasai sebanyak 66,47% saham perseroan, Appleton Investment Ltd sebesar 22,87%, dan Marigold Resource Pte Ltd sebesar 5,52%.

Dia mengatakan pendanaan jangka menengah perseroan terdiri dari US$300 juta untuk menambah kapasitas produksi polyethilene perusahaan hingga 2014. Dari dana tersebut, perseroan berencana menambah kapasitas pabriknya dari sebanya 600.000 ton menjadi 1 juta ton.

Pada tahun ini, perusahaan menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) jangka pendek sebesar US$75 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk penambahan kapasitas produksi polypropylene dan polyethylene, perawatan peralatan perusahaan, serta pembiayaan program joint venture dengan perusahaan Singapura.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi polypropylene, perusahaan menganggarkan US$30 juta. Dari jumlah itu perusahaan sudah mengalokasikan US$25 juta pada 2009 dan sisanya akan direalisasikan pada tahun ini.

Adapun untuk polyethilene, perusahaan bekerja sama dengan Showa Denko untuk membangun pabrik baru yang diharapkan akan selesai pada kuartal IV/2011 dengan nilai investas US$5,5 juta. Dari dana US$5,5 juta itu, sebanyak US$3 juta sudah direalisasikan sejak 2010.

Rencana jangka pendek perusahaan lainnya adalah membangun pabrik butadiene yang akan dimulai pembangunannya pada kuartal II/2011. Nilai investasi bahan kimia untuk karet sintesis tersebut diprediksi mencapai US$150 juta dan akan memiliki kapasitas 100.000 ton per tahun. Pabrik baru itu diperkirakan akan berproduksi secara komersil mulai kuartal III/2013.

Perusahaan juga sudah mengestimasikan kebutuhan capex perusahaan tahun depan yang jumlahnya diperkirakan mencapai US$75 juta--80 juta. Kebutuhan dana capex tersebut, lanjutnya, akan dipenuhi oleh perusahaan melalui kas internal yang jumlahnya sekitar US$170 juta.

Namun, perusahaan masih memiliki ruang yang cukup untuk pendanaan dari perbankan jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

"Kas internal kami saat ini sebanyak US$170 juta, ada yang berupa bond [obligasi] sekitar US$230 juta. Dengan posisi kas itu, masih ada room [ruang] untuk mendapatkan pinjaman perbankan."

Perseroan, tuturnya, juga sudah mencapai kesepakatan kerjasama dengan Vopak Singapura untuk membangun terminal LPG berupa floating cargo dan diperkirakan menyerap dana investasi sebesar US$150 juta. Porsi perusahaan kemungkinan sebesar 20%--25% sehingga kebutuhan dana perusahaan hanya sekitar US$30 juta.

Proyek patungan yang diharapkan bisa beroperasi mulai 2013 tersebut diprediksi mampu membantu emiten mengatasi kendala logistik dalam penggunaan LPG sebagai bahan baku.

"Ini akan jadi alternatif kalau harga LPG sedang murah. Dengan demikian kendala logistik perusahaan dapat diatasi."

Harga saham Chandra Asri Petrochemical ditutup terkoreksi tipis sebesar Rp25 atau 0,67% ke level Rp3.725 pada sore ini. Harga itu membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp11,42 triliun.

(Bisnis Indonesia)

No comments: