Wednesday, September 9, 2009

oh Jiwasraya

Jiwasraya turn down the acquisition offer

09 September 2009 | By: FAHMI ACHMAD & HA

JAKARTA: The acquisition plan offered by Relife would not run smoothly after the management of PT. Asuransi Jiwasraya expressed their refusal which is supported by the government privatization this year.

The president director of Jiwasraya, Hendrisman Rahim expressed that the refusal is from both the management and the employees concerning the acquisition plan made by PT. Asuransi Jiwa Recapital (Relife), or from other parties.

“If there is a party which is interested in acquiring Jiwasraya, then it is normally understood since Jiwasraya has bright prospects in national life insurance industry,” he said in press release, yesterday.

He said, the company he led has been involved for 150 years in the industry and has distribution networks which cover almost all parts of the country.

Jiwasraya’s stand is backed up by the statement of Deputy of State Minister for State Enterprises, Parikesit Suprapto who said that the government does not have any plans in conducting the privatization towards Jiwasraya.

“The ministry of BUMN has given a very serious attention to Jiwasraya since we plan to build a big, strong, and healthy life insurance industry,” he said.

Separately, the president director of Relife Liza Linda said their party would wait and see concerning the official status of the insurance BUMN. Based on the Bisnis’ record, Jiwasraya is not listed in the privatization plan this year.


Inorganic

The plan to acquire Jiwasraya is one of Relife inorganic strategies to grow faster to be the one of biggest ten insurance companies in Indonesia. The acquisition request letter is sent by Relife to government since last year.

Recapital Advisors as the stock holders of Reflife will own two life insurance companies, without any plan to merge them. It is due to that Relife and Jiwasraya have different characteristics in both business structure and in corporate culture.

Further, Liza added that the focus and the target segment of the customers for both life insurance companies are not the same. Recapital recently just acquired one of general insurance and it is named Reguard.

Liza added that this year they would focus on the development of the organic. The insurance management whose stocks are owned by Sandiaga Uno is trying to add their capital as of Rp. 25 billion for the term III/2008 in order to meet the decree No. 39/2008 regarding the minimum capitalization.

Decree No. 39/2008 stipulated that the insurance companies meet the capital requirement as of Rp. 100 billion until 2010. Up to now, Relife’s paid capital is Rp. 75 billion.

Up to mid last year, Relife recorded the premium income as of Rp. 80 billion or increase 77% compared to the same period last year as of Rp. 52 billion. Last year, Relife targeted to have income as of Rp. 200 billion.

The company’s biggest claim portion is still in the forms of health claim and investment claim which have expired, each has the total of Rp. 10 billion and Rp. 40 billion.

Sumber : Bisnis Indonesia, 25 Juli 2007

Monday, August 31, 2009

Century oh Century....

Bagaimana sebenarnya jalan cerita kasus Bank Century ini? Berikut penjelasan Wapres JK dalam keterangan persnya di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (31/8/2009).

Bagaimana kasus Bank Century?

Seperti yang Anda tanya ke saya hari Jumat lalu bahwa masalah Bank Century itu prosesnya saya tidak mengetahui dan tidak dilapori sebelumnya. Tapi dalam penjelasan Menkeu, seakan akan saya diberi tahu per tanggal 22. jadi kronologisnya menjadi 21 diputuskan oleh KKSK, 22 November saya dilapori, 23 pencairan dana ke Century. Padahal sebetulnya tidak. Saya baru dapat laporan tanggal 25, setelah kejadian. Kenapa? tanggal 22 hari Sabtu dan saya tidak ke kantor waktu itu. saya kunjungan kerja ke Sunda Kelapa dan Cibinong (LIPI).

Saya terima menkeu dan Gubernur BI (ketika itu) pak Boediono melaporkan ttg situasi bank century (tanggal 25). Dan saya langsung mengatakan masalah Century bukan masalah karena krisis, tapi itu perampokan, kriminal. Karena pengendali bank ini merampok dana bank century dengan segala cara termasuk obligasi bodong yg dibawa ke luar negeri.

Karena itu maka saya bilang, pak, penyelesaiannya yang harus ini orang (robert tantular) ditangkap dulu karena kriminal dan perampokan. Karena itu saya minta Gubernur BI Pak Boediono agar ini dilaporkan ke Polisi. Tapi jawaban BI, "Ini tidak ada dasar hukumnya."

Karena itu terpaksa saya bilang, saya langsung instruksikan kapolri saat itu juga, saya telpon agar Robert Tantular dan direksi yg bertanggung jawab dalam 2 jam. Karena kalau lebih dari 2 jam bisa melarikan diri. Harus. Dan syukur Polri pas, 2 jam ambil itu. Karena jam 7 malam dia laporkan itu. Jam 4 saya perintah, jam 7 pak kapolri bilang "Sudah pak. tangkap 5 orang." Karena itu sudah aman. Itu kronologisnya.

Saya koreksi kronologis Menkeu bahwa saya tahu setelah kucuran itu. Itu hak, LPS terserah, tapi saya tidak tahu sebelumnya. Tapi saya katakan dalam pertemuan itu, ini kriminal, ini perampokan, kenapa kita tolerir. Itulah kelemahan pengawasan BI di situ. Jadi benar menkeu bahwa ini kelemahan BI sebenarnya, yang terpaksa jadi tanggung jawab semuanya.

Jadi ini bukan masalah krisis. Kenapa terjadi uang dilarikan. Kenapa obligasi bodong dibiarkan, menjadi aset bank century, akibatnya seperti itu. Itu saja koreksi dari saya.

Apa BI yang paling bertanggung jawab?

Artinya memang tugas BI menjaga bank-bank itu. Karena itu saya katakan, Bank Indonesia lah yang harus melaporkan segala tangkal. Karena itu perampokan.

Saya cek tanggal 23 hari minggu itu. Tanggal 22 hari Sabtu, dan saya tidak ke kantor waktu itu. Saya ke Sunda Kelapa dan Cibinong (LIPI).

Bapak merasa dirugikan?

Tidak, saya hanya melakukan klarifikasi saja. Mungkin ada kesalahan catat saja. Saya hanya koreksi.

Karena ini sejak awal sudah, bahwa ini sejak awal sudah ketahuan Century ini bawa uang ke luar negeri sejak tahun 2005. Bahwa dia punya obligasi itu bodong. Jadi pengawasannya harus diperketat oleh BI. Jadi sebenarnya bukan masalah akibat krisis.

Kalau tidak dilakukan akan ada 23 bank lagi yang terseret?

Itu terjadi tahun 1998. Juga seperti itu. kalau kita biarkan mungkin bisa sampai 200 triliun. Kan banyak bank-bank yang menunggu untuk disuntik lagi, ternyata ngga apa-apa.

Padahal Perpu ditolak DPR bulan Desember?

Soal perpu itu berlaku sampai ditolak atau diterima oleh DPR.

Apakah bailout itu sah?

Ya itu, saya tidak ingin mengatakan itu. Memang di UU LPS membolehkan. Boleh menalangi, tapi dengan syarat-syarat. Panjang syarat-syaratnya?

BPK akan periksa?

Iya itu lebih bagus, biar lebih fair. Supaya jangan hanya menkeu yang bertanggung jawab. Padahal KSSK itu dari Depkeu, dari BI.

Ada korupsi?

Mudah-mudahan tidak.

Sudah telp Ibu Ani (Menkeu)?

Saya SMS. Tanya soal tanggal. Belum ada jawabannya.

(http://www.detikfinance.com/read/2009/08/31/155455/1193280/5/jk-bantah-kronologi-bank-century-versi-
menkeu)


Ini sekaligus membantah pernyataan Sri Mulyani sehari sebelumnya;

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut baik upaya Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaaan melakukan investigasi penuh terhadap pengucuran dana talangan terhadap Bank Century.

"Saya akan sangat welcome dan senang kalau BPK, KPK, dan Kejaksaan melakukan investigasi penuh," tulis Menteri Keuangan dalam pesan pendek kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Pernyataan Menteri Keuangan itu sekaligus mengklarifikasi pemberitaan berkaitan dengan kasus Bank Century, yang dipertanyakan kalangan anggota parlemen pekan lalu menyusul besarnya dana talangan yang dikucurkan senilai Rp6,7 triliun.

Menurut Menkeu, seluruh putusan pemerintah (Menkeu) selaku Ketua Komite Stabilisasi Sistem Keuangan didasarkan pada landasan hukum yang jelas, yaitu Perppu JPSK No. 4/2008 dan UU LPS 24/2004.

Dia menjelaskan semua bahan dan informasi sepenuhnya berasal dari Bank Indonesia sebagai lembaga yang berwenang penuh dalam pengawasan dan penanganan persoalan bank, serta penanganan bank gagal yang sepenuhnya pada Lembaga Penjamin Simpanan.

Mengklarifikasi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengaku tidak tahu tentang penyelamatan Bank Century dengan bailout triliunan rupiah itu, Menkeu juga menjelaskan dirinya mendampingi Gubenur Bank Indonesia Boediono dan Deputi Gubernur BI Siti Fadjriah menghadap Wakil Presiden untuk melapor mengenai masalah Century pada 22 November 2008.

"Bahkan Wapres yang menginstruksikan penangkapan Robert Tantular kepada Kapolri," ujar Menkeu.

Menkeu sebelumnya langsung melaporkan pada Presiden pada 13 November di Washington dalam pertemuan G20, ketika BI melaporkan kondisi Bank Century kritis serta terjadi kemerosotan likuiditas di bank-bank kecil.

Laporan Menkeu kepada Presiden sebagai pertanggungjawaban resmi disampaikan pada 25 November 2008. Berikutnya, pada 4 Februari 2009, Menkeu juga melaporkan semua detail kronologi dan angka yang berasal dari BI dan LPS tentang Bank Century kepada Presiden.

Penyelamatan Bank Century dipertanyakan karena menelan dana begitu besar, dari semula Rp632 miliar per 20 November 2008 menjadi Rp6,76 triliun per 24 Juli 2009.

Wednesday, August 19, 2009

Siapa di Pohon Beringin ?

Orang suka mengutip Shakespeare untuk mengatakan betapa tidak pentingnya sebuah nama, seolah-olah mengatakan pujangga Inggris ini menganggap nama tidaklah penting.

Orang-orang yang suka asal mengutip tidak tahu ungkapan ini memiliki konteks berbeda. Shakespeare menggunakan ungkapan ini karena Romeo dan Juliet tidak bisa bersatu berhubung nama belakang keduanya menunjukkan nama dua keluarga yang sudah bermusuhan selama bertahun-tahun.

Nama bahkan bagi sebagian orang adalah mahkota, dan tidak sembarang orang memanggil nama seseorang dengan panggilan seenaknya. Aburizal Bakrie, mungkin jadi tokoh yang menganut prinsip itu.

Sang tokoh ini punya cerita sendiri soal nama panggilan. Hampir setahun silam, dia pernah menegur wartawan ketika disapa dengan sebutan ‘Pak Ical’.

"Nama saya Aburizal Bakrie," ketusnya pada wartawan usai penandatangan MoU dengan Kadin dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sela rakornas Kadin, Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/10/2008).

Dalam laporannya, Suhendra dari detik.com mengungkapkan Aburizal Bakrie yang saat itu mengenakan baju batik warna coklat, langsung menghindar dari seluruh pertanyaan wartawan. "Saya tidak pernah bilang seperti itu," tegasnya, kesal hanya karena soal nama.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Ketua Umum Kadin MS Hidayat menyapa Aburizal Bakrie dengan sebutan Pak Ical. Dalam forum diskusi Rakornas Kadin, Hidayat pun sempat memberikan banyolan segar soal pria berkacamata ini.

"Pak Ical ini, orang terkaya yang disuruh mengurusi orang-orang miskin," katanya berseloroh yang disambut tawa hadirin.

Menanggapi banyolan tersebut, Aburizal kembali membalas MS Hidayat dengan sindiran, bahwa MS Hidayat pernah menolak ajakannya dalam kunjungan kerja ke masyarakat yang paling terbelakang di pedalaman Papua.

"Pak Hidayat sayangnya menolak ajakan saya," ujarnya.

Kali ini, Aburizal Bakrie jadi perhatian saya BUKAN karena soal nama semata. Siang ini, di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional Ke V Partai Golkar di Slipi , saya terkesima dengan iklan Terus Berkarya Demi Masa Depan tentang Aburizal Bakrie.

Bukan rahasia kalau beliau jadi kandidat ketua umum Golkar menggantikan Jusuf Kalla, bersaing dengan Surya Dharma Paloh.

Garis tangan putera sulung pengusaha H Achmad Bakrie kelahiran Jakarta 15 November 1946 ini memang bikin iri.

Profesinya cuma tiga yakni Pengusaha, Politisi, Pejabat. Sang insinyur ini memiliki isteri Taty Murnitriati dan dikaruniai tiga orang anak yaitu Anindya Novyan Bakrie yang menikah dengan Firdani Saugi, lalu ada Anindhita Anestya Bakrie yang menikah dengan Taufan Nugroho dan si bungsu Anindra Ardiansyah Bakrie.

Aburizal mempunyai tiga adik yaitu Roosmania Odi Bakrie, menikah dengan Bangun Sarwito Kusmulyono (mantan bos PNM), Indra Usmansyah Bakrie yang menikah dengan Gaby Djorgie, dan Nirwan Dermawan Bakrie yang menikah dengan Indira (Ike).

Aburizal punya latar pendidikan SD, SLTP, dan SMA di Jakarta (1958-1967) dan kuliah di Fakultas Elektro, Institut Teknologi Bandung, lulus pada 1973.

Dari sisi bisnis, Aburizal punya karir yang jelas bukan dari management trainee. Pada 1972 – 1974 jadi Asisten Dewan Direksi PT Bakrie & Brothers dan dilanjutkan jadi Direktur pada 1974-1982.

Jabatan naik lagi pada 1982 menjadi wakil direktur utama dan sejak 1988 menjadi big bos hingga 1992 termasuk jabatan direktur utama di PT Bakrie Nusantara Corporation.

Soal organisasi, Aburizal punya segudang pengalaman. Jadi Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) pada 1977 – 1979. Masuk Golkar pada 1984.

Aburizal juga menjadi anggota MPR 2 periode dari 1988 hingga 1998. Begitu pula dengan ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) selama 2 jabatan pada 1994-2004.

Di bawah kepercayaan Jusuf Kalla, Aburizal menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.

Dia juga dinobatkan Globe Asia sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara. Kabarnya, kekayaan Ical pernah mencapai US$9,2 miliar dolar atau sekitar Rp92 triliun.

Kekayaannya di atas harta Robert Kuok (Malaysia,US$7,6 miliar), Teng Fong (Singapura,US$6,7 miliar), Chaleo Yoovidya (Thailand, US$3,5 miliar), dan Jaime Zobel de Ayala (Filipina, US$2 miliar).

Namun, bukankah kapasitasnya sebagai pejabat tinggi negara bisa berpengaruh dalam memuluskan target-target bisnis-bisnisnya? "Saya akan bersikap profesional. Kepentingan negara tetap saya utamakan," katanya suatu ketika.

Mantan Presiden of Asean Chamber of Commerce & Industry ini, memang masih menghadapi masalah dengan salah satu perusahaannya (PT Lapindo Brantas) terkait meluapnya lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur.

Namun, hal tersebut tidak membuat bisnis yang dijalankan keluarga Bakrie terhenti. Tampaknya, grup perusahaan Bakrie terlalu tangguh untuk bisa dilumpuhkan hanya dengan semburan lumpur panas. Dengan gagah, grup perusahaan Bakrie tetap melangkah, maju ke depan.

Kini, status Aburizal menjadi komisaris utama/Chairman kelompok usaha Bakrie yang mempunyai beragam bidang usaha: pertambangan batubara, perkebunan, minyak, properti, telekomunikasi, dan media massa.

Soal bisnis dan politik, Surya Dharma Paloh juga punya cerita tersendiri. Pria berkulit sawo yang selalu memelihara brewok hitam tebal membalut pipi dan dagu itu membuat saya menjuluki sebagai Luciano Pavarotti.Dia orator yang selalu bicara berapi-api dihadapan massa.

Dia lahir 16 Juli 1951 di Kutaraja (Banda Aceh) di Tanah Rencong, di daerah yang tak pernah dijajah Belanda.

Surya Paloh besar di kota Pematang Siantar, Sumut, di daerah yang memunculkan tokoh-tokoh besar semacam TB Simatupang, Adam Malik, Parada Harahap, A.M. Sipahutar, Harun Nasution.

Jika dieksplorasi ke belakang, Surya Paloh sesungguhnya adalah seorang pebisnis yang sudah lama malang melintang di pentas politik nasional. Kartu Tanda Anggota (KTA) miliknya di Golkar lebih tua usianya dibanding milik Akbar Tandjung, Ketua Umum DPP Golkar. Pengusaha dan politisi sudah menjadi trade mark-nya sejak masa muda di Serbelawan. Dan kedua merek dagang ini selalu jalan beriringan, saling topang, saling isi, saling pengaruh-mempengaruhi.

Suatu ketika pada 1965, Surya Paloh berkenalan dengan Sofyan, seorang asisten perkebunan di Dolok Merangir. Tempat ini jauhnya lima kilometer dari rumah tinggalnya di Serbelawan. Sofyan lalu memperkenalkan Surya, remaja yang masih 14 tahun kepada A Gu, seorang grosir teh di Pematang Siantar.

Perkenalan inilah yang membuahkan awal mula keterlibatannya sebagai leveransir yang menyuplai berbagai kebutuhan ke para pekerja perkebunan yang ada di Dolok Merangir. Seperti ikan asin, teh, tembakau dan minyak goreng.

Dia menjadi pengusaha di kota Medan, daerah yang membesarkan tokoh PNI dan tokoh bisnis TD Pardede. Aktifitas politiknya yang menyebabkan Surya Paloh pindah ke Jakarta, menjadi anggota MPR dua periode. Justru di kota metropolitan ini, Surya Paloh terkenal sebagai seorang pengusaha muda Indonesia.

Awalnya, di Medan, Surya Paloh mendirikan perusahaan karoseri sekaligus menjadi agen penjualan mobil. Sembari berdagang, Surya Paloh juga menekuni kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan Fakultas Sosial Politik, Universitas Islam Sumatra Utara, Medan.

Karir politik dimulai sebagai salah seorang pimpinan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) di Medan. Setelah KAPPI bubar, ia menjadi Koordinator Pemuda dan Pelajar pada Sekber Golkar.

Beberapa tahun kemudian, Surya Paloh mendirikan Organisasi Putra-Putri ABRI (PP-ABRI), lalu ia menjadi Pimpinan PP-ABRI Sumut. Di tingkat nasional, organisasi ini dikenal dengan nama Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI).

Surya Paloh mendirikan Surat Kabar Harian Prioritas. Dia pun kerja sama dengan Achmad Taufik menghidupkan kembali Majalah Vista. Pada tahun 1989, Surya Paloh bekerja sama dengan T. Yously Syah mengelola koran Media Indonesia.

Atas persetujuan Yously sebagai pemilik dan Pemrednya, Surya Paloh memboyong Media Indonesia ke Gedung Prioritas. Penyajian dan bentuk logo surat kabar ini dibuat seperti Almarhum Prioritas.

Di samping Media Indonesia dan Vista yang terbit di Jakarta, Surya Paloh bekerja sama menerbitkan sepuluh penerbitan di daerah.

Dia bersaing dengan Penerbit Gramedia Group yang dipimpin oleh Jakob Oetama. Dia berhadapan dengan Kartini Grup yang sudah puluhan tahun memasuki bisnis penerbitan. Dia tidak segan pada Pos Kota Group yang diotaki Harmoko, mantan Menpen RI.

A Keng, pengusaha Medan yang teman sepermainan Surya semenjak SD, mengatakan, sohibnya memang seorang eksentrik. Menurut dia, Surya adalah tokoh yang langka.

Surya Paloh pernah bikin heboh, tak segan dia keluarin duit Rp1 Miliar hanya untuk pidato kampanye 15 Menitdi sebuah lapangan sepakbola, di Mandailing Natal, Sumatra Utara.

Ceritanya, kata Akhmad Kusaeni dari Antara, Selasa (17 Maret 2009) pukul 07.00 pagi Surya bertolak dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, dengan pesawat jet pribadinya, jenis BAe, yang katanya pesawat bekas milik Ratu Inggris Elizabeth. Tujuannya, Lapangan sepakbola Aekgodang, Mandailing Natal.

Yang menemani Surya di pagi hari itu antara lain Sekretaris Dewan Penasihat Partai Golkar Hatta Mustafa dan Chairuman Harahap, calon anggota legislatif untuk Daerah Pemilihan Mandailing Natal. Tentu saja dia membawa kameramen Metro TV, stasiun televisi milik Surya.

"Ini pesawat paling aman. Jet lain mesinnya cuma dua, yang ini empat. Kalau dua mesin mati, masih ada dua mesin yang bekerja. Tapi karena empat mesin, jadi boros," katanya sesaat setelah "boarding".

Surya membeli pesawat buatan Inggris itu pada tahun 2004 ketika akan keliling Indonesia untuk Konvensi Partai Golkar. Kini, dengan pesawat yang sama, Surya akan keliling Indonesia lagi untuk berkampanye.

"Pesawat ini pas untuk jelajahi Indonesia karena bisa mendarat di bandara perintis dengan landasan pendek, seperti Bandara Tapanuli Selatan yang akan kita datangi," katanya lagi.

Saat pesawat bergambar kepala elang, lambang Media Group, itu menjelajah langit dengan ketinggian 27.000 kaki, Surya menyiapkan materi pidatonya. Dia berfikir tidak banyak yang bisa disampaikan pada kampanye terbuka di lapangan yang terik pada pukul dua siang dengan hadirin yang asyik berjoget dan berdangdut ria.

Dia memilih satu pesan moral kampanye yang akan menjadi "soundbite". "Saya akan ingatkan para elite untuk tidak lagi membohongi rakyat. Rakyat harus dicerdaskan, bukan dibodoh-bodohi! " katanya dengan suara keras dan mata membelalak.

Setelah mendarat di Bandara Perintis Tapanuli Selatan, Surya harus naik helikopter lagi selama 30 menit untuk bisa ke panggung kampanye.

Dia menyewa helikopter jenis Bell yang hanya bisa dimuati empat penumpang. Terapung-apung di antara bukit dan gunung, Surya manggut-manggut menyadari betapa luasnya wilayah Sumatra Utara. Jika naik angkutan darat, dari Medan ke Mandailing Natal bisa memakan waktu 12 jam sampai 14 jam.

"Tidak heran banyak warga sini yang meminta pemekaran," katanya merujuk pada tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara Azis Angkat dari Partai Golkar saat unjuk rasa yang anarkis ketika massa meminta rekomendasi dibentuknya Provinsi Tapanuli Selatan.

Surya hanya beristirahat sejenak untuk makan siang sebelum diboyong ke lapangan sepakbola yang sudah dipenuhi massa.

Pilot helikopter sudah mewanti-wanti agar kampanye tidak lama-lama karena pergerakan awan yang menggumpal hitam menandakan hujan akan segera turun.

"Makin sore makin berbahaya. Cuaca di kawasan pegunungan begitu cepat berubah," kata pilot mengingatkan.

Akibatnya, Surya tidak bisa berlama-lama di atas panggung kampanye. Setelah pidato dan teriakan hidup Golkar yang menggelegar selama 15 menit, lelaki berperawakan tinggi besar mirip penyanyi opera Luciano Pavarotti itu segera pamit.

Dia harus buru-buru kembali di Tapanuli Selatan sebelum hujan turun sore itu.

Meski hujan belum turun, angin berhembus kencang. Helikopter beberapa kali berguncang-guncang. Untuk menghindari guncangan, pilot menurunkan ketinggian sehingga helikopter berwarna biru itu menyelusup lembah-lembah di antara bukit dan gunung.

Gerakan helikopter itu mirip dengan yang biasa dilihat dalam film tentang perang Vietnam. Berkelok-kelok dengan suara mesin dan baling-baling yang menderu-deru.

"Kalau terjadi apa-apa pasti kita selesai. Karena di antara bukit dan gunung, tidak ada tempat untuk mendarat darurat," kata Hatta Mustafa yang tampak lega akhirnya bisa mendarat dengan selamat di Bandara Tapanuli Selatan meski mengaku sempat tegang dan stres.

Saat melanjutkan perjalanan ke Bandara Polinia Medan, Surya menceritakan mengapa dirinya rela menghabiskan uang miliaran dan menghadapi risiko keselamatan terbang dengan helikopter dalam cuaca buruk hanya untuk berpidato selama 15 menit di panggung kampanye.

Menurut dia, perjalanan kampanye hari pertamanya menghabiskan lebih dari Rp1 miliar, antara lain untuk avtur dan kru jetnya, menyewa helikopter, akomodasi hotel, dan biaya logistik lainnya.

"Gila. Ini gila. Tidak masuk logika orang mengeluarkan Rp1 miliar hanya untuk pidato 15 menit," katanya.

Jika tidak untuk kecintaan kepada bangsa ini, jika tidak untuk sesuatu yang berarti bagi rakyat negeri ini, lanjut Surya, dia tidak akan segila ini.

Dia pun mengaku menyadari ada orang yang yang menuduhnya memiliki motif-motif dan ambisi kekuasaan tertentu di balik segala yang dilakukannya. Sejumlah kritik yang dialamatkan ke dia antara lain, Surya berambisi menjadi Ketua Umum Golkar dan kemudian menjadi calon Presiden pada Pemilu 2014.

"Silakan menuding seperti itu. Saya terima dan jalani saja. Tetapi yang saya protes, kalau orang menilai apa yang saya lakukan itu tidak ikhlas. Itu yang tidak benar," katanya.

Surya mengatakan, boleh dibilang dia sudah memiliki segalanya, harta dan kehormatan sudah ada dalam genggamannya.

Kalau dia mau, katanya, dia bisa seperti konglomerat lain yang tinggal menikmati hidup dan bersenang-senang dengan kekayaannya.

"Kalau semua orang berfikir begitu, lalu siapa yang memikirkan bangsa dan rakyat ini? Hancurlah bangsa ini jika semua orang begitu," katanya sambil mengusap rambut-rambut yang lebat di pipi dan dagunya.

Mari kita tunggu siapa yang menjadi Juragan Pohon Beringin.

Written last Thursday · ·
Arif Gunawan Sulistiyono
Arif Gunawan Sulistiyono
mantabs!!! kenapa hanya berakhir di FB, dan bukannya di koran yak.. :D
August 13 at 10:22pm · Delete
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad
Sori Argun, ini artikel tak masuk dalam standard Bisnis Indonesia yang cukup tinggi dan berkualitas
August 13 at 11:45pm · Delete
Hotnida Sibarani
Hotnida Sibarani
@Fahmi : Bukan nya di pohon beringin biasa nya banyak kuntilanak........????? Hee...3x
August 14 at 8:46am · Delete
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad
@mbak Nida, iya hihihi lol
August 14 at 9:41am · Delete
Frentianik Widodo
Frentianik Widodo
Dua - duanya memiliki kelebihan ..., dan kekurangan ...., para pemilih harus jeli dan tentunya harus sesuai dengan nurani .... Hasilnya ...? Kit tunggu saja nanti ...!
Sun at 3:28pm · Delete

20 Derajat dari paha

Mansyur, nama panjangnya tak pernah saya tanya. Namun, dia biasa saya panggil Mamang. Orang Tasikmalaya, usia masih termasuk muda, 38 tahun dan entah sudah berkeluarga atau belum, tak pernah saya tanya.

Sehari-hari dia katanya kerja di F-teen, salah satu salon plus spa di bilangan Taman Puring Jakarta Selatan. Si Mamang kebagian tugas melayani jasa refleksi.

Dia bukan tukang urut, saya kenal dia baru 4-5 bulan silam. Itu karena MLM (promosi Mulut Lewat Mulut) dari saudaranya pak haji Zaenal yang menjadi pengusaha bordir baju.

"Pak haji mah sampe teriak-teriak kalo saya pegang, jarinya kan sampe gak bisa nulis," katanya, kala itu.

"Lho emang jarinya kenapa?," tanya saya.

"Gak tau katanya keseleo, udah banyak yang megang tapi gak sembuh juga. Padahal uwak, bapaknya, juga udah megang, tetap aja. Terus saya pegang, alhamdulillah, gak sampai tiga kali, sekarang udah bisa nulis tuh," katanya menjelaskan.

Jumat pekan kemarin, mirip seperti 5 bulan lalu. Persoalannya masih soal lutut kanan saya yang memang bermasalah lama. Kata para ahli, cedera saya karena rupture in kneecap ligament.

Banyak orang bilang, bawa aja ke orang pintar. Nama-nama keren pun bermunculan. Haji Naim, dekat TVRI atau tempat lain menjadi rekomendasi yang menarik.

Seorang Dandossi Matram juga punya kasus rupture yang serupa. Dia main offroad dan cross country jadi cedera. Mungkin 3 bulan lalu dia operasi sama tim dokter Andre Pontoh.. biayanya cing 50 jeti minimal. hebat. "Tapi istirahat main bola minimal 6 bulan," katanya.

Lutut saya tidak semewah Dandossi yang katanya jadi analis pasar modal itu. Saya juga tak punya asuransi kayak Michael Owen dan Cristiano Ronaldo yang sum insured-nya mencapai US$1 miliar.

"Kenape om..? Bautnya lepas...?Ale pasti senang punya papa transformer...hehehe " kata Husen Suhada, tanpa dosa.

"Pantesan nggak pernah maen futsal.." ujar Hatim Varaby, kejam benar.

"Kepanjangan ya kakinya om," Davied Vierronieca, sok tahu.

"Emang mau diganti pake lutut apa mi??" tutur Sely, polos.

"Kebanyakan genjot becak ya pak?" kata Fatya, lain lagi.

"Hmm, emang skarang ada tempat khusus untuk reparasi lutut jerapah yaah??? " tanya Ningsih, nyela mulu.

Saya sebenarnya 'kena' pas main futsal.. selingan selain main bola di lapangan ama anak-anak Citibank atau main PS.

Kenanya juga hampir 2 tahun lalu ketika turnamen XL membela panji kehormatan kantor. Sakitnya ampun deh... kala itu, nyaris seminggu saya sholat sambil duduk atau setengah bersimpuh. Menderita tentu.

Mau operasi gak punya duit, akhirnya banyak tukang urut dan ahli terapis jadi pelarian. Lumayan sembuh meskipun akhirnya sepatu bola tergantung cukup lama, begitu juga lapangan futsal.

"Udah jual aja tuh sepatu," begitu selalu si Toyib, ngomporin.

Tahun lalu, agak enakan dan beberapa kali saya coba main futsal. Lumayan tetapi tak bisa lagi bertumpu pada kaki kanan untuk mencetak gol ala Shunsuke Nakamura. Kasihan kaki kiriku, menganggur.

Dua tiga kali, saya meringis karena lutut kembali bermasalah. Asa sepakbola tak jua padam. Hati menderita.

Jujurnya saya belum pernah sebelumnya pijat dan urut refleksi. Si Mamang jadi orang pertama yang "megang" badan saya. Keringat dan teriakan menjadi ciri khas sesi I.

Si Mamang hanya menekan beberapa titik di telapak kaki, betis dan belakang paha saya. Tapi rasa sakit dan panas menjalar sampai ke ubun-ubun, handuk kecil itu aku gigit sampai basah dengan liur.

Namun, itu cerita dulu. Kali ini kaki saya 'kena' Kamis pekan lalu. Lumayan tak bisa berdiri dan seperti tersengat listrik berdaya 20.000 watt (lebay deh...).

Bengkak sih tidak, tetapi tak bisa ditekuk penuh. Masih ada ruang nyaris 20 derajat dengan paha kalau ditekuk.

"Wah kenapa kena lagi. Nah ini ada benjolan segede ini ni," kata si Mamang sambil nunjukin jempolnya.

Saya tak bisa menjawab. Dia menekan pelan belakang lutut saya dengan pelan tapi asli.. sakitnya minta ampun.

"Ya udah ditahan ya.. jangan teriak-teriak," kata Mamang, sambil matanya melihat televisi yang menayangkan drama keroyokan 600 anggota D-88 melawan 1 mr.X.

Saya tetap diam tengkurap sementara kaki kanan saya direparasi.

"Mang, kalau begitu berarti jangan dulu main bola kan?," tanya istri saya yang hingga kini, sama dengan ibu saya, tak pernah mengerti suaminya bisa main bola dari mana?

"Yaa tergantung.. tapi kali ini jangan dulu yang keras-keras, jangan dulu goyang ya... biar istirahat dulu," kata Mamang sambil menikmati tayangan Cinta Fitri. Ternyata dia hafal pemain dan karakternya.. Amboi.. Cinta Fitri bo....

Drama refleksi kaki kanan saya ternyata lebih cepat dari aksi anak-anak Bambang Hendarso Danuri, Kapolri kini yang dulu saya kenal sebagai Kapolres Jayapura.

Dua jam direparasi. "Nah, coba sekarang berdiri dan jalan," kata Mamang.

"Hmmm enakan, kram dan rasa panas udah gak kerasa lagi," kata saya sambil tersenyum, senang yang tulus.

"Sini Mamang seimbangkan lagi dengan kaki kirinya," kata dia, sambil mengambil arak Cina dan beberapa peralatan bekam.

Tak sampai setengah jam berlalu. Dua kaki saya pun selesai direparasi malam Sabtu itu, saat ada reuni dan pesta gila kawan-kawan Smansa (Savrina, Meyvi, Een, Ira, Reny, Riky, Agung, dan Zham), dan rekan-rekan Assalaam (Farisa, Riky Rahmatdian,Fauziana Safariant, Fanani Nurhuda Darmawan, Eka Ratna, Lusyana Wahyu N, Rian Perdana, Hasanuddin Magna, dan Riko Artidi)

"Ketiaaan... turut berduka... moga cepet sembuh," kata Lusyana, sok baik.

Aaah.. mungkin ini peringatan dari Allah SWT agar dengkul ini juga harus rajin dipakai untuk bersimpuh kepada-Nya.

Written about a week ago · ·
Elvani Harifaningsih
Elvani Harifaningsih
kaciaaan neh si om fahmi ini. cepet sembuh deh om :) *dari lubuk hati yg paling dalam, tulus ikhlas segenap jiwa raga. halah lebay deh, hehehe ;p*
August 9 at 7:52pm · Delete
Irana Shalindra
Irana Shalindra
ngilu bacanya...tp epilognya ok juga, apalagi menjelang ramadhan. huekekekekekk
August 9 at 7:58pm · Delete
Lusyana Wahyu N
Lusyana Wahyu N
Haha... Jadi getoh toh critanya. Dasar wartawan demenya nulis. Sekali2 nulis buat majalah akuntan indonesia lah. Btw gue tuh emang baek lagi kqkqkq...
August 9 at 8:02pm · Delete
Munir Haikal
Munir Haikal
hmmm tobattttt
August 9 at 8:19pm · Delete
Frina Hakim
Frina Hakim
prakteknya jam brapa aja yaa oom fahmi? gw juga mesti di "reparasi" nehh..tangaan kanan gw..agak2 keseleo...
August 9 at 8:22pm · Delete
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad
@Ningsih, doa lady in black takabul deh
@IRas gw tetap nagih bakpianya
@Uix, kali ini elo masih jadi piguran, besok baru jadi pemera utama ya..
@Munsye, tobat nasuha deh..gara2 manasin Bejo ni
@Frina, kalo cuma bulutangkis, mending dibelai-belai dikit juga baikan..
August 9 at 8:37pm · Delete
Listian Indriyani Achmad
Listian Indriyani Achmad
Waah sori ya mi.. Aku prnh bilang ati2 nekuk lutut, takut gegar otak.. Itu becanda lg mi.. Sakit beneran yah? Semoga cepet sembuh :)
August 9 at 8:41pm · Delete
Lusyana Wahyu N
Lusyana Wahyu N
Wahaha... Awas lo kalo nulis yg aneh2 ttg gue. Lutut lo yg atunya lg bs jd sasaran.
August 9 at 9:05pm · Delete
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad
@listian, gak apa kok bu... eh si kecil namanya siapa?
August 9 at 9:25pm · Delete
Arif Gunawan Sulistiyono
Arif Gunawan Sulistiyono
jadi jangan maen bola, lebih baik jadi tukang urut. :D
August 9 at 9:28pm · Delete
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad
@Argun..husssss.. itu mah sampingan atuh
August 9 at 10:02pm · Delete
Husein Suhada
Husein Suhada
1. Gw orng yg berlumuran dgn dosa pak...
2. Kl dah ga mampu maen bola...jgn dipaksain...
3. Ceritanya kebanyakan nama2...
4. Jgn terlalu berburuk sangka ke orang...
5. Kuncinya ada di paragraph terakhir...( paragraph favorit gw )... Read More

jgn kapok yee kirim catatan ke ane..hehehe
August 9 at 10:05pm · Delete
Hanum ZahRa
Hanum ZahRa
uhuk uhukk bener ituh mas fahmi. itu baru lutut ya?
August 10 at 1:02pm · Delete
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad
Husen, emang itu tentang ornag2 yang berlumuran dosa...

Hanum, iya baru lutut nih... belum hatiku...

eh Husen this is Hanum.. Hanum this is Husen... you both single...
August 10 at 2:04pm · Delete
Hanum ZahRa
Hanum ZahRa
:p wahhh sempet2 nya ya mas fahmi ini
August 11 at 12:44am · Delete

Kejutan tak pernah aneh

Hari ini, 4 Agustus 2009, mungkin bukan hari yang biasa-biasa saja. banyak kabar, keterangan, peristiwa mau lokal, nasional, bersifat pribadi atau umum yang bikin hati, akal dan perasaan ini campur aduk.

Selasa ini masih berumur 20 menit, tapi saya sudah berbalas comment dengan jeng Mina yang sulit tidur karena mimpi diserang ular dan kalajengking, juga dengan Elvani yang masih saja tak lelah bermain BB, memikirkan jodoh.

Rentetan pertanyaan muncul. "Mi, nanya serius neh ;p, itu kalo nulis kaya samuel biasa di word berapa halaman trus spasinya satu atau dua sama hurupnya standar ya ;D guw cm mau ngebiasain aja style guw kalo nulis. cm ,kepingin tahu buat artikel seperti samuel gitu gw kudu nulis di word berapa lembar biar gua tahu kapan harus berhentinya :p , jadi tulong dikasih tau standardnya ya :) terimakasih hehehe," tanya Anthon Antz.

Pertanyaan Anthon jelas bikin saya terkejut tapi tidak tersedak, karena terlalu panjang dan jelas dia non jurnalis yang ingin selalu belajar.

Ketika saya tanya kenapa bro? Dia hanya ingin jadi penulis gaya hidup yang lebih baik dari Samuel Mulia. sungguh mulia cita-citamu.

"Selain Samuel Mulia di Kompas minggu memangnya ada penulis gaya hidup lainnya mas fahmi? bagi2 dong infonya krn saya yg termasuk suka sama sam, jadi klo ada pembandingnya kepingin tau juga gaya sama karakter bahasanya ? (ini nanya serius ya ;p)," papar Anthon, lagi-lagi bikin saya sulit tidur.

Tapi buku kiprah Alan Greenspan masih enak dibaca meskipun editing-nya termasuk 'kotor'. lumayan dapat tiga bab dan mata pun terpejam ketika jarum jam mendekati angka 2.15 a.m.

Rengekan Ale di sela-sela tidurnya yang minta susu menjadi alarm alami bangun pukul 4. Bangun tidur.. sholat subuh dan tidur lagi... persis kata mbah Surip.

Pukul 7, ada layanan pesan singkat masuk ke telepon seluler saya. "Tariikkk mang"... dari Sely dan satu lagi dari Ina berbunyi "I'm ready kok".. buset dah.

Tak lama, tukang reparasi TV datang. My favo Sanken 14 inchi nyaris kehilangan playback.. korseleting katanya... untungnya cuma semalam gak bisa main PS (gantinya saya baca buku Greenspan).

Jarum jam menunjuk 10.30 saat saya balik dari Tenabang. Saya masih kesal dengan 2 hos apakabar Indonesia pagi (aki.pagi) yang tampak bego benar menanyakan soal musibah Merpati.

"Berapa ongkos sekali terbang,? 50 ribu rupiah? 100 ribu?," kata host cowok kepada pak Napitupulu, eks pilot yang banyak pengalaman di wilayah Irian.

"Wah biayanya mahal, minimal Rp500 ribu meski hanya terbang satu -dua jam," kata Napitupulu. Dia 100% benar. Ongkos avtur yang besar membuat penerbangan twin otter dan Cassa di Papua sangat mahal.

Tak heran, orang-orang Indonesia yang tinggal di pulau Jawa ini, (nada bahasa saya ini mirip paparan Andreas Harsono) terlalu wagu untuk berkomentar kalau harga semen 1 sak bisa Rp500 ribu di Wamena atau Pegunungan Bintang.

Gantian si host cewek bertanya, "Memangnya prosedur harus gitu ya kalau meski 10 menit lagi mendarat tetap harus balik karena cuaca buruk?" tanyanya, sok polos.

Untung kecantikannya menutupi kebodohannya. Apa produser tak pernah memberikan input via kabel atau alat kecil yang terkait di telinga host itu.

Atau mereka tak pernah mendengar istilah return to base (RTB) untuk kondisi darurat. Padahal berita kecelakaan pesawat bukan pertama kali diulas tuntas stasiun TV itu.

Intinya ulasan tanpa akurasi dan komentar bodoh hanya merusak jurnalisme dan berita yang begitu bagus. Bad news is always good news for us.

Papua juga punya kisah tak enak hari ini dengan gempa 5,1 skala richter di Manokwari dan Sorong. Tak lama, Gunung Ibu di Halmahera juga batuk-batuk.. mirip Gunung Semeru yang bersin menyemburkan banyak abu.

Namun, saya masih sempat dijejalin mie tarik goreng oleh Sely dan melihat bagaimana Ina menikmati Alfredo Katsu sampai licin tuh piring. Panggilan dari 7074181 pun tak terdengar dan jadi misscall...

Tapi berita buruk hari ini bukanlah soal sidang Mahkamah Konstitusi yang membahas gugatan pasangan Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto soal pilpres.

Urip Ariyanto..pria unik yang beken dipanggil Mbah Surip wafat. Pelantun "tak gendong" dan "bangun tidur" ini wafat pukul 10.30 kata petugas rumah sakit Pusdikkes Ditkesad.

Pia berambut dreadlock itu mungkin jadi pria tua yang paling sukses dikenang orang tahun ini. "Kita Diam Bersama!" dan "Telor Mata Sapi" menjadi 2 lagu andalan lainnya.

Semua tokoh seakan berpolah menjadi teman baik almarhum. Sok kenal sok dekat menjadi latah. Presiden SBY pun berkomentar, Prabowo mengaku kaget, Megawati turut berduka.

Hampir semua status fesbuk kawan saya hanya ucapan duka cita untuk pria tua yang mengaku pernah melanglang buana hinga Jordania, Texas, California dan Kanada.

Setidaknya Mbah Surip, bagi saya memberikan nuansa lain yang begitu menyegarkan di tengah panasnya carut marut politik dan pemilihan umum. Indonesia boleh berduka untuk Mbah Surip, i luv u full deh.

Namun berita tak berhenti sampai Mbah Surip. Kejutan tak enak juga mampir ke telinga saya.
Pendiri Partai Golongan Karya Sulawesi Selatan, Yasin Limpo menghebuskan nafas terakhir di usia 85 tahun, Selasa, 4 Agustus 2009. Yasin Limpo, yang juga ayah dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, meninggal dunia di RS Grestelina Makassar, sore tadi.

Yasin Limpo, sebelumnya menjalani perawatan di RS Grestelina setelah menderita penyakit prostat.

Saya bukan keluarga Yasin Limpo, tapi nama keluarga itu cukup terkenal di Makassar.. apalagi ibu saya juga hampir 3 bulan opname di Grestelina dan saya pun terbang Jakarta-Makassar seperti Karawaci-Slipi. Selain itu, Golkar tetap dapat simpati saya. Tak asing memang.

Dan Ika yang berangkat dari Kupang pun tak asing dengan bule meskipun dia mengaku tak suka satu pesawat dengan mereka yang jorok. Maklum orang litbang Depkes.

Sore ini saya masih bisa tersenyum dengan David Beynon dan Adi Purnomo, big bos Manulife yang beranjang sana ke kantor. "We have solid commitment in Indonesia."... of course pak beynon...

Selamat ulang tahun adikku Fachruddin.
Updated about 2 weeks ago · ·
Sandy Rasta
Sandy Rasta
ubah haluan bro..jadi redatur jagad 24 jam
August 4 at 10:23pm · Delete
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad
Sandy, dunia maya memang tanpa batas
August 4 at 10:38pm · Delete
Fatya Alfaraby
Fatya Alfaraby
panjang sekali crita di tanggal 4 mu mas,, bacaan yg apik dan menggelitik 5 menit menjelang tanggal 5.
August 5 at 12:43am · Delete
Nur Farida Ahniar
Nur Farida Ahniar
paling suka kritik tentang apa kabar Indonesia.....heran semua presenternya kok gitu ya? apalagi yang malam dengan inisial TT huuuh bikin boring n emosi, pertanyaan2nya gak penting banget....kalo dialog aku ganti chanelnya, tapi kalo berita baru aku lihat!!
August 5 at 9:54am · Delete
Lusyana Wahyu N
Lusyana Wahyu N
kle, bikinin dongeng buat gue dooonk...
August 5 at 3:22pm · Delete
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad
@Tya, terima kasih tante yang manis
@Nunk yang juga manis, mereka emang nyebelin.. keminter... padahal..
@Lusy my dear.. kan elo udah jago bikin note menarik kayak kemarin soal rekan kita almarhumah
August 5 at 4:41pm · Delete
Anthon Antz
Anthon Antz
lumayan ; tapi masa ada rasa yang tertinggal , entah apa itu ? ibarat pizza tapi seperti mesti ditambahin rempah2 kejunya lagi :) tapi mungkin juga style nya bukan style gue ;p eniwe kita tetep toss angkat gelas untuk orang yang rajin menulis biarpun style mereka beda dengan kitah ;p
eniwe mana bocoran brapa halaman, spasi dan huruf standartnya ;)
August 5 at 7:54pm · Delete
Elvani Harifaningsih
Elvani Harifaningsih
Kok aku dibawa2 di bagian awal note-mu ini? lagian aku tuh sebel pas bagian jodoh2 itu. Dasar si kriting rese neh ;p
August 6 at 12:44am · Delete
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad
Anthon, gw siap diskusi ambil makan pizza

Ningsih, tapi bukan dongeng sebelum tidur kan?
August 6 at 7:47am · Delete
Muhammad Taufik Djauhari
Muhammad Taufik Djauhari
menarik bro,padat merayap
August 9 at 8:37am · Delete
Frentianik Widodo
Frentianik Widodo
Aduuuhh! Jadinya aq yg terkejut, ternyata panjenengan2 ini penulis to? Pantes ..... Selamat berkarya !
Sun at 4:01pm · Delete

Thursday, July 9, 2009

Spin Doctor

Senyum dan tawa hanya pelengkap sempurnanya sandiwara. Saya masih terkesima dan tetap saja penasaran siapa sih yang jadi pi-ar (public relation) kasus Manohara? mereka luar biasa!!!. Kata kawan saya, senyum Manohara jadi gunjingan oleh media Australia.

Salut bagi pi-ar Manohara, tetapi kenapa para capres tidak ada yang menyewa mereka ya? padahal efeknya begitu luar biasa sampai ke ibu-ibu rumah tangga. Band D'Cinnamons yang ngaku gak suka nonton tivi aja, mau berkomentar soal Manohara.

Spin Doctor, itu mungkin gelar bagi para pi-ar yang sukses menjejalkan citra seseorang atau produk ke dalam benak publik. Dan mereka jelas bukan band rock asal Amrik yang menyanyikan Two Princess.

Salah satu tivi swasta kemarin menayangkan satu segmen berdurasi 20 menit bagaimana spin doctor bekerja 24 jam tanpa terlihat publik dan mengantar seseorang jadi presiden, perdana menteri dan bahkan kanselir.

Seorang Francois Mitterand, Jacques Chirac, Bill Clinton, Tony Blair, Gerhard Schröder, Boris Yeltsin, semuanya menjadi pemimpin karena peran spin doctor.

Sosialis merupakan partai Mitterand yang menjadikannya sebagai Presiden Republik ke-5 Prancis sejak 1981-1995, menggantikan Valéry Giscard d'Estaing. Mitterand yang wafat 8 Januari 1996 digantikan Chirac. Sebanyak 2 orang spin doctor dari bidang komunikasi (bukan politik) dibutuhkan untuk mendongkrak popularitas Chirac.

Sama-sama muda membuat sejarah Clinton dan Blair hampir mirip. Mereka berdua adalah baby boomers. Clinton merupakan guru dari Blair terutama soal politik.

Semua pasti tahu bagaimana Clinton mampu membawa harapan baru masyarakat Amerika Serikat yang bosan dengan gaya koboi George H. W. Bush Senior. Bapaknya Chelsea Clinton dan mantan Gubernur Arkansas ini menjabat dua kali masa jabatan presiden periode 20 Januari 1993 hingga 20 Januari 2001.

Suami Hillary Rodham Clinton ini dikemas dalam kampanye program yang sukses mengenai peningkatan mutu pendidikan, melindungi pekerjaan para orang tua yang harus mengurus anak-anak yang sakit, membatasi penjualan senjata api genggam, serta memperkuat aturan­ yang berhubungan dengan lingkungan hidup.

Skandal seks dengan seorang wanita muda pekerja magang di Gedung Putih, Monica Lewinsky menjadi isu politik yang sempat membuat popularitas Clinton terpuruk pada 1998.

Senat mengadili Clinton dan menjadikannya sebagai presiden AS kedua yang di-impeach oleh DPR AS. Dia terbukti tidak bersalah atas segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Spin doctor mengarahkan Clinton meminta maaf kepada seluruh rakyat AS atas perbuatannya dan terus mendapat dukungan untuk menjadi presiden.

Spin doctors juga berperan di politik Inggris. Mereka berhasil membuat kampanye Blair bertema Wajah Baru Partai Buruh mengungguli John Major yang program Back to Basics-nya terciderai banyak skandal anggota kabinetnya.

Sejarah terjadi pada pemilu 1997, Blair dengan Partai Buruh berhasil mengalahkan Partai Konservatif, atau pertama kali sejak sejarah Inggris modern.

Setahun berkuasa, Blair kian terpopulerkan dengan kesepakatan Good Friday dengan kelompok garis keras Irlandia Utara, setelah konflik 30 tahun. Mirip-mirip lah dengan Jusuf Kalla yang meredam konflik Aceh dan Poso.


Sensasi politik dibuat Blair dengan mengunjungi Jakarta pada 29 Maret 2006. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama oleh Perdana Menteri Britania Raya ke Asia Tenggara dalam 21 tahun terakhir. Perdana Menteri Britania Raya terakhir yang mengunjungi Jakarta adalah Margaret Thatcher pada 1985.

Schröder, yang menjadi Kanselir Jerman pada periode 1998-2005 menampilkan gosip kontroversi yang dibungkus isu lingkungan hidup (go green) sehingga mampu mengalahkan tokoh semacam Helmut Kohl.

Simbol 'Audi Man' melekat dalam sosol Gerhard Schröder karena tokoh Partai Sosial Demokratik ini menikah empat kali. Audi Man menunjukkan simbol 4 cincin pabrikan mobil Audi.

Sebutan Schröder lainnya adalah "The Lord of the Rings". Namun, kontroversinya soal Kosovo, Ossetia, maupun Grazprom dan poros Berlin-Moscow membuat Schröder dikalahkan Angela Merkel.

Spektrum pesona ciptaan spin doctor juga membungkus profil Boris Yeltsin di Rusia. Dia mengalahkan pasangan Mikhail dan Raisa Gorbachev sebagai pemimpin Rusia, ahli waris negara Uni Sovyet.

Sukses itu membuat Yeltsin pada 12 Juni 1991 dipilih sebagai presiden Republik Sosialis Soviet Rusia yang dibentuk menjadi federasi dengan 57% dari suara, sekaligus menjadi presiden pertama yang dipilih secara langsung di sejarah Rusia.

Segala puja-puji internasional diterima Yeltsin karena dia ditokohkan sebagai seorang demokrat mampu melawan usaha kudeta yang dilakukan oleh kaum komunis garis keras. Hal ini menjadikan Yeltsin sebagai orang terkuat di Kremlin.

Sayangnya dia sendiri menjadi seorang autokrat otoriter dan tidak pernah meraih kembali popularitasnya dan ia meninggalkan jabatan pada tanggal 31 Desember 1999 sebagai seseorang yang dibenci. Kematian ribuan jiwa di Chechnya menjadi rintihan pilu.

Seseorang mantan agen dan tokoh militer yang bertampang dingin Vladimir Putin, menjadi pengganti Yeltsin pada 1999. Si Boris ini meninggal dunia pada 23 April 2007 akibat gagal jantung, penyakit yang sukses disembunyikan para spin doctor dari publik selama 1 dekade.

"Saya memberikan belasungkawa saya kepada keluarga seorang laki-laki di mana di bahunya bertumpu banyak karya luar biasa yang baik untuk negara dan kesalahan besar -- nasib tragis" kata Gorbachev.

Saya masih berharap ada spin doctor yang bisa memoles pemimpin Indonesia menjadi tokoh kaliber global, bukan nasional apalagi pilkada.

Ekspresikan !!!!

Tim peneliti dari Pusat Penelitian Primata Nasional Yerkes di Universitas Emory, Atlanta, Amerika Serikat merilis hasil analisa bahwa ada kesamaan ekspresi emosi antara manusia dengan primata.

Mereka menganalisa suara yang dikeluarkan oleh tiga bayi manusia dan 21 orangutan, gorila, simpanse dan bonobo. Suara-suara tersebut direkam kemudian diukur dan dibandingkan satu sama lain. Setelah itu, baru peneliti mengetahui bahwa ada kesamaan.

Tapi itu tak seberapa, beberapa ilmuwan AS lainnya mengungkapkan hasil kajian yang membuat saya terkagum dan tertawa. Mereka menganalisa foto-foto ekspresi presiden dan pemimpin negara besar dengan ekspresi kera, simpanse, monyet bahkan gorila.

Hasil analisa ekspresi ternyata memang sama antara manusia dan primata. Kerutan di dahi, senyum lebar, senyum tipis, dagu miring, alis terangkat, wajah tak simetris menjadi penanda ekspresi.

Bahkan, ekspresi para pemimpin negara tersebut dapat menjadi landasan apakah mereka berbohong, benar-benar memperlihatkan kesedihan, gembira atau hanya bercanda.

Ronald Reagen menjadi presiden AS yang diakui para ilmuwan sulit ditebak, apakah sedang marah atau tulus tertawanya. Ekspresi si mantan aktor ini mampu membuat penganalisa di CIA maupun KGB, hilang akal.

Bill Clinton pun tak lepas dari sasaran. Ketika jumpa pers soal Monica Legwinsky, Clinton mengatakan "Saya tidak pernah affairs dengan wanita itu (that woman)!!"

Kata "wanita itu" menunjukkan Clinton ingin ada jarak antara dirinya dengan Monica, tetapi diucapkan dengan mata yang berkedip dan sambil menaruh ujung lidah di antara 2 bibir. Itu tanda-tanda berbohong.

George Bush, terutama yang junior, memiliki banyak ekspresi yang menjadi contoh kesamaan dengan foto ekspresi primata. Para ilmuwan itu menunjukkan bagaimana, pertautan alis, kerutan dahi dan bentuk wajah Bush ketika dia ketawa ataupun pidato soal senjata nuklir di Irak.

Wajah Bush yang asimetris dengan dagu agak miring sebelah menjadi penanda dia lagi serius. Tapi cara dia menggunakan kedua tangan seakan mencekik leher orang, itu sangat tepat digunakan sambil dia bercerita soal teror.

Sayangnya, para ilmuwan tak menceritakan bagaimana ekspresinya soal kasus pelemparan sepatu.

Ekspresi mantan perdana menteri Jepang Junichiro Koizumi juga lumayan terkuak. Gerak mata dan mulutnya mungkin sulit dianalisa tetapi rona paras dan gerakan tangannya cukup menginformasikan ekspresinya.

Yang paling dingin ekspresinya Vladimir Putin. Pemimpin Rusia ini memang sangat jarang senyum, garis bibirnya selalu terkatup. Eks KGB yang jago gulat ini tetap bisa mengekspresikan kekuasaan dari matanya.

Pak Harto, panggilan saya untuk Suharto, mungkin lolos jadi pasien yang diamati para ilmuwan AS itu. Dia jenderal yang suka senyum (smilling general) dan sulit ditebak.

Kalau perempuan bagai bawang yang dikupas-kupas tak kelihatan isinya, pak Harto merupakan presiden yang sulit diketahui ekspresi senyum itu marah atau senang.

Mungkin masih banyak fragmen ekspresi pemimpin dunia yang tak sempat dianalisa para ilmuwan, dan itu pula yang membuat banyak perdebatan soal kekerabatan manusia dengan primata.

Saya sendiri masih belum paham benar soal hukum alam yang dikemukakan Charles Darwin dalam bukunya “The Expresion of Emotions in Man and Animals” (1872)dan Thomas Huxley, seorang pembela garis keras Darwin, yang menulis buku “Evidence for Man’s Place in Nature” (1863).

Di bukunya ini Darwin mengemukakan bahwa ekspresi wajah adalah bentuk kompleks komunikasi oleh sistem perototan yang rumit yang merupakan hasil proses evolusi. Emosi yang ditunjukkan oleh ekspresi wajah juga merupakan akibat seleksi alam.

Darwin menganalisis bahwa semua emosi dan ekspresi wajah sama saja untuk segala bangsa, bagaimana kalau mereka senang,marah,ketakutan, dan lain-lain. Menurut Darwin, ekspresi wajah binatang dan manusia menunjukkan banyak kesamaan.

Namun, om Darwin, apa benar demikian? Dulu waktu saya belajar Biologi, manusia dikatakan punya persamaan dengan primata atau sebangsa kera. Kita makhluk yang memiliki kelenjar susu di dada.

Tanda kesamaan juga terlihat dari kedua mata yang sama-sama menghadap ke arah depan. Selain itu, manusia dan primata punya tungkai ibu jari dapat digerakkan ke segala arah dengan mudah serta mempunyai bentuk rahim satu ruangan/simpleks.

Ada persamaan ada juga perbedaan.Otak manusia besar sedangkan otak kera kecil, lagipula struktur haemoglobin (unsur darah) kita berbeda. Dan, manusia masuk ke familia hominidae sedangkan kera familia pongidae.

Yang paling kelihatan adalah anggota tubuh manusia bagian belakang berfungsi untuk memegang, sedangkan kera primata untuk memegang sesuatu.

Belum lagi, akan terlihat tungkai belakang orang lebih panjang dari tungkai depan, sedangkan pada kera tungkai depan sama panjang atau lebih panjang dari tungkai belakang.


Hmmmm.... saya masih menunggu ekspresi terkini dari gaya jaim, gaya humoris, gaya keibuan dari para calon presiden kita. Andai Michael Moore mau bikin film tentang Pemilu kita...????