Posts

Showing posts from October, 2011

Ini persoalan industri gula Indonesia

Image
Dewan Gula Indonesia memperkirakan produksi gula pada tahun ini hanya 2,3 juta ton di bawah target yang ditetapkan sebanyak 2,7 juta ton.

Sekretaris Dewan Gula Gamal Nasir mengatakan kendati produksi gula tahun ini hanya 2,3 juta ton, tetapi diperkirakan masih dapat memenuhi kebutuhan pada 3 bulan pertama 2012.

"Kebutuhan gula pada 3 bulan pertama 2012 masih aman," ujarnya kepada wartawan, hari ini.

Menurut Gamal, stok gula kristal putih pada akhir tahun ini sekitar 800.000 ton. Adapun, kebutuhan gula konsumsi di Tanah Air sekitar 220.000 ton. Stok gula pada akhir tahun ini tersebut dapat memenuhi kebutuhan selama Januari-Maret tahun depan.

Dia menjelaskan produksi gula tahun ini sekitar 2,3 juta ton sama dengan produksi pada 2010.

Gamal menegaskan kendati produksi gula tidak mencapai taget yang ditetapkan sebanyak 2,7 juta ton, tetapi kebutuhan gula di dalam negeri masih tercukupi. Penurunan produksi itu, kata dia, dampak anomali iklim. Namun, harga gula saat ini relatif stabil…

Eropa, emas, kejayaan & masa perulangan

Image
L'histoire se repete, se jarah selalu berulang dan Eropa selalu merupakan sejarah yang penuh per ulangan mulai dari masa Romawi hingga keunggulan negara zona euro saat ini.

Eropa sejak beberapa abad terakhir seakan begitu dominan memimpin peradaban dunia, tak terkecuali di olah raga. Siapa yang tak kenal dengan tim nasional sepak bola Spanyol? Mereka matador yang selalu mendapatkan standing ovation dan applaus penuh bangga.

Dulu, Eropa boleh saja menepuk dada karena era keemasan peradaban saat dunia memiliki Charle magne, Alfred the Great, Frederick II.

Namun, masa perang salib dan wabah Bubonik membuat Benua Biru dalam zaman kegelapan nyaris 150 tahun.

Sejarah pencerahan renaissance dimulai pertengahan abad 15, keluarga Medici membuat Italia mulai dominan dengan gilda-gilda perdagangan di Venezia, Pisa, Florence, dan Genoa yang membikin iri orang Arab dan China. Para jenius dunia ada di sana, sebut nama Michael Angelo, Leonardo da Vinci hingga Galileo Galilei.

Di Perugia, ada pelukis …

Stan Kroenke & zero sum game sepak bola?

Image
Stan Kroenke mungkin tenang tapi jelas tak bisa menahan kegundahan. Dua dari sejumlah klub olah raga miliknya kini menjadi masalah yang kalau dibiarkan bisa memusingkan dan mengurangi pendapatan jaringan bisnisnya tahun ini.

Kroenke merupakan menantu Bud Walton salah satu co-founder Wal Mart, korporasi nomor 18 terbesar dunia. Dia memiliki kekayaan US$3,2 miliar per September 2011 menurut Forbes. Di sepak bola dia dikenal karena menjadi bigboss klub Arsenal- Inggris, tim sepak bola papan atas Eropa.

Kroenke Sports Enterprises adalah pemilik dari Denver Nuggets, klub basket NBA, tim Colorado Rapids (klub sepak bola di kompetisi Major League Soccer), klub hockey Colorado Avalanche di kompetisi NHL, Colorado Mammoth di National Lacrosse League, dan klub St. Louis Rams peserta kompetisi sepak bola Amerika NFL.

Di Arsenal, Kroenke menjadi pemegang saham mayoritas 62,89%. Pada 10 April 2011, Kroenke resmi membeli kepemilikan saham Arsenal milik Danny Fiszman dan Lady Nina Bracewell-Smith, sert…

Sepak bola tak sekedar berlari

Image
Beberapa pola penguasaan bola dalam permainan sepak bola profesional seperti yang ditemukan Chris Carling, Direktur Sains di Lille, klub sepak bola Prancis.

Rata-rata pemain berlari lebih dari 11 kilometer di setiap pertandingan.

Gelandang tengah berlari paling jauh, sedangkan stopper, seperti John Terry, berlari paling sedikit (meskipun perbedaan itu hanya sekitar 10 persen).

Jarak sprint yang dilakukan seorang winger, seperti Dirk Kuyt, dan striker, seperti Robinho, cenderung lebih jauh daripada jarak jogging. Stopper melakukan kebalikannya.

Setiap pemain rata-rata 47 kali melakukan penguasaan bola per pertandingan. Penyerang tengah, seperti Miroslav Klose, paling sedikit menguasai bola (rata-rata 35 kali), sedangkan yang terbanyak, yakni rata-rata 56 kali, adalah seorang bek, seperti Philipp Lahm.

Dari 11 kilometer total jarak yang ditempuh, hanya sejauh 191 meter si pemain berlari dengan bola. Ini bisa diterjemahkan menjadi sekitar 53 detik saja setiap pemain sepak bola mendapat bola d…

Dialektika imajinasi & pengetahuan di sepak bola

Image
Dahulu orang begitu mengagungkan prinsip ipsa scientia potestas est (pengetahuan adalah kekuatan). Kalimat Francis Bacon itu diejawantahkan sebagai: kuasai pengetahuan dan Anda akan kuat dan berkuasa.

Zaman sekarang, pengetahuan ternyata tidaklah cukup alias obsolete. Mengembangkan ilmu pengetahuan tak lagi sekadar minat semata melainkan keharusan dengan tujuan menjadi bangsa yang unggul di dunia.

Di sepak bola juga demikian, menjadi yang kuat dan unggul adalah yang mengembangkan pengetahuannya untuk menang. Jerman jadi negara contoh sempurna bagaimana sistem sepak bola dibangun di akademi-akademi sejak usia dini dengan dasar teknik hasil penelitian para profesor olahraga.

Hasilnya Jerman juga menjadi negara yang tampil 17 kali dari 19 putaran final piala dunia. Pada ajang 1930 dan 1950, Jerman absen karena faktor perang dunia.

Negara yang dipimpin Kanselir Angela Merkel itu sanggup mencapai 12 kali babak semifinal dengan tiga kali juara dunia, empat kali runners-up, empat kali juara keti…