Posts

Showing posts from April, 2008

Aku ini punya siapa?

SIAPA BERHAK KELOLA RS HAJI JAKARTA? Oleh Dewanti Lestari
Jakarta, 4/4 (ANTARA) - Aparat keamanan RS Haji Jakarta (RSHJ) saling dorong dengan ratusan satpol PP Pemda DKI yang mengawal Direktur Utama (Dirut) RSHJ Salimar Salim dan Presiden Komisaris Museno ketika kedua pejabat baru itu mendatangi rumah sakit di Pondok Gede itu pada 22 Maret.
Selanjutnya, Salimar yang tak bisa masuk ke RSHJ sempat berkantor di Masjid An Nur, dekat rumah sakit tersebut, karena direksi rumah sakit yang lama masih berkeras untuk tetap mengelola RS Haji Jakarta.
Kericuhan itu menyusul Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Pemda DKI yang mengangkat Salimar Salim menjadi Dirut dan Museno sebagai Presiden Komisaris.
Pemda menyebut alasan penggantian direksi dan komisaris karena dalam tiga tahun terakhir manajemen rumah sakit itu tidak menunjukkan kinerja maksimal. Pemda menyebut, RUPSLB itu sesuai dengan putusan peradilan.
Lalu mengapa direksi RSHJ yang lama tetap bertahan di RS tersebut?
I…

and justice for all...

"DAGELAN" DI PERSIDANGAN KASUS 13 MARINIR Oleh Masuki M Astro
Surabaya, 4/4 (ANTARA) - Sidang dengan terdakwa 13 marinir di Pengadilan Militer III-2 Surabaya itu dijaga puluhan anggota polisi militer TNI AD, polisi militer TNI AL, provost, bahkan sejumlah polisi.
Pengamanan puluhan petugas lintas angkatan itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, misalnya massa atau keluarga korban penembakan dari Desa Alastologo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, yang hadir tak bisa mengendalikan emosi melihat para terdakwa.
Kenyataan di dalam persidangan justru berbeda dengan di luar. Persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Letkol (CHK) Yan Ahmad Mulyana dengan anggota Letkol Laut (KH) Bambang Angkoso dan Mayor (CHK) Joko Sasmito itu justru menampilkan banyak "dagelan", khususnya dari para saksi.
Meskipun demikian, para hakim oditur militer yang terdiri atas, Letkol (CHK) Agung Iswanto, Kapten (Sus) Darwin H dan Kapten Laut (KH) I Made Adnyana, 13 marinir dan penga…

Ada apa dengan Cak Imin?

MERENGGANGNYA HUBUNGAN POLITIK PAMAN DAN KEPONAKAN Oleh Arief Mujayatno
Jakarta, 1/4 (ANTARA) - Kisah perseteruan internal di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali terjadi.
Keputusan rapat pleno partai, Rabu (26/3) tengah malam, memaksa Muhaimin Iskandar mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Dewan Tanfidz (Dewan Pimpinan Pusat).
Dalam rapat pleno yang dihadiri sekitar 30 orang tersebut, sebanyak 20 orang pengurus Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz memilih opsi Muhaimin Iskandar agar mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Dewan Tanfidz PKB, melalui voting.
Menurut mantan Ketua DPP PKB Mohammad Mahfud MD --yang telah mengundurkan diri dari partai karena terpilih menjadi hakim Mahkamah Konstitusi--, rapat pleno digelar atas permintaan Ketua Umum Dewan Syura PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Gus Dur, yang tidak lain adalah paman Muhaimin, bermaksud untuk menyikapi laporan yang diterimanya bahwa Muhaimin berniat menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB).
Sang paman kemudian menuduh keponaka…

Agar tak melupakan?

CHAIRUL ANWAR UNGKAP PERISTIWA RAWAGEDE DALAM SAJAK KARAWANG BEKASI
Oleh Zeynita Gibbons London, 5/4 (ANTARA) - Luka lama yang digoreskan oleh tentara Belanda bagi masyarakat Rawagede , masih terus membekas dan tidak pernah akan hilang.
Bahkan setelah 61 tahun berlalu para pencari kebenaran terus berjuang agar Belanda mengakui Kemerdekaan Indonesia dan mengganti kerugian yang dialami masyarakat Rawagede.
Pembantaian Rawagede adalah peristiwa pembantaian penduduk desa Rawagede, di antara Karawang dan Bekasi oleh tentara Belanda pada tanggal 9 Desember 1947 sewaktu melancarkan agresi militer pertama. Sejumlah 431 penduduk menjadi korban pembantaian ini.
Peristiwa inilah yang menjadi inspirasi dari sajak terkenal Chairil Anwar berjudul "Karawang Bekasi", juga memberi inspirasi bagi Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda (K.U.K.B.) yang berdomisili di Belanda untuk berjuang dan bahkan tidak akan berhenti sebelum adanya pengakuan dari Pemerintah Belanda.
Ketua Yayasan K.U.K.B. Je…

JK dan kekakuan

Entah kenapa kalau ada cerita dengan pak Wapres, saya jadi tertarik, karena biasanya celotehan beliau cukup segar dan bisa jadi pelajaran... paling tidak, gayanya tidak terlalu kaku


"KLOMPENCAPIR" GAYA BEBAS ALA JUSUF KALLA Oleh Jaka S Suryo
Jakarta, 8/4 (ANTARA) - Di era 80-an ada program yang sangat populer, namanya "Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pirsawan", disingkat "Klompencapir".
Kegiatan ini adalah wadah komunikasi antara pemerintah dengan para petani, nelayan, dan kelompok marginal lain di seluruh Indonesia.
Pada masanya, Klompencapir dilakukan dengan berpindah-pindah tempat. Dari satu desa ke desa lain, dari satu sawah ke sawah lainnya.
Disitulah terjadi interaksi langsung antara para perwakilan petani dan rakyat dengan Presiden HM Soeharto. Kegiatan klompencapir ini secara intensif diteruskan oleh Menteri Penerangan Harmoko.
Dan tak tanggung-tanggung, stasiun televisi nasional TVRI serta RRI menyiarkan langsung setiap ada Klompencapir dimananpun dila…

canda bu menteri

Bagaimana bila dua menteri perempuan ini digabung dengan Mendag Mari Pangestu dan DGS BI Miranda Goeltom..? Seru kali ya..

Dadan Kuswaraharja - detikfinanceJakarta -
Apa jadinya jika dua menteri perempuan berkumpul disatu tempat? Bukan ngerumpi, mereka malah saling meledek dan saling membuka rahasia.
Kejadian lucu dan menggelikan itu mungkin hanya terjadi dalam diskusi panel tentang Badan Layanan Umum kesehatan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (2/10/2007).Dua menteri perempuan yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saling ledek di acara diskusi tersebut.
"Ini adik saya Menkeu yang paling galak. Ada dua menteri perempuan yang galak, tapi yang lebih galak menkeu. Dia tiga kali lipat lebih galak. Kalau nggak galak, menteri-menteri itu minta uang sama dia," celetuk Menkes.
Celetukan itu dibalas oleh Sri Mulyani. Menurutnya, meskipun seorang dokter, Menkes ternyata juga penakut. "Menkes ini kayaknya galak, tetapi penakut," balas Menke…

Asep dan Kemitraan

Oleh Fahmi Achmad
Bisnis Indonesia
Sukses dengan pola kemitraan

Mendapatkan kredit dari bank, bisa membuat orang bisa meraih sukses dalam berbisnis dan kadang malah membuat sesorang malah terjerembab bila tak pintar memanfaatkannya.

Asep Sulaiman Sabanda, kelahiran 1977, termasuk salah satu pelaku bisnis yang mampu menggunakan dana kredit bank dengan baik sehingga bisnisnya berhasil dan berdayaguna bagi masyarakat.

Pencapaian pemuda asal Subang-Jabar ini memang tidak sembarangan. Laki-laki muda ini merupakan salah satu pemimpin usaha bisnis yang membuatnya meraih penghargaan enterpreneurship dari Ernst & Young pada 30 November 2006.

Dalam penuturannya kepada sejumlah wartawan pekan lalu, Asep menceritakan pengalamannya yang bermula pada Juni 1998. Di tahun itu, alumni pondok pesantren Gontor ini memulai usaha peternakan ayam broiler dengan modal dari ayahnya berupa 10.000 ekor.

Ketika itu, dalam satu siklus produksi 40-56 hari, Asep berhasil meraih untung Rp10 juta atau Rp1.000 tiap ekor…

JK dan PSSI

Saya terhiburkan dan tertawa ketika menonton celetukan dan cerita Wapres Jusuf Kalla ketika membuka Munas PSSI (disiarkan langsung ANTV pada Malam Jumat, medio April 2007):

Pada awal sambutan, dia mengatakan dirinya sering ditanya di luar negeri, Vice President apa olahraga yang digemari di Indonesia? agak susah menjawabnya, karena kalau jawab sepak bola, nanti ada pertanyaan lanjutan, apa prestasinya?
Wapres mengatakan dirinya selalu disodori data "prestasi" Indonesia ketika dulu tahun 1950-an mampu meraih hasil seri di Olympic Games.

"Hasil seri saja dianggap prestasi dan diingat hingga setengah abad, bayangkan kalau kita menang. Anjasmara memang gagal penalti dan dia pasti ingat terus,"

Jusuf Kalla juga menantang para pemuka PSSI : kapan Indonesia bisa main di World Cup? karena seharusnya negara seperti Indonesia bisa melebihi negara-negara kecil seperti Kuwait, Arab Saudi, Togo, Kamerun yang menembus Piala Dunia.
Indonesia, kata Wapres, punya segalanya.

Modal dana, k…

JK dan Kiper

JUSUF KALLA DAN KIPER
Jakarta, 29/3 (ANTARA) - Wakil Presiden M Jusuf Kalla cinta olahraga sepakbola. Orang tuanya, alm. Hadji Kalla, saat masih hidup, sering mengajak M Jusuf Kalla untuk menyaksikan pertandingan klub kesayangannya PSM. Hal itu berlanjut hingga Kalla menjadi pengurus. Kalla muda selalu menjadi kiper saat bertanding, tidak pernah menjadi penyerang. "Saya dulu dianggap tak bisa bermain bola, jadi selalu jadi kiper saja," kata Wapres M Jusuf Kalla kepada para wartawan. Wartawan yang tergabung dalam tim futsal Forum Komunikasi Wartawan Wapres (Forwarpres) bertemu dengan Wapres untuk mohon doa restu karena akan berlaga dalam turnamen futsal antar forum wartawan. Wapres sempat kaget ketika disodorkan foto futsal Forwapres. "Eh, saya kira ini tim MU, habis seragamnya biru-biru," kata Wapres sambil membubuhkan tanda tangannya. "Wah, saya mesti tulis apa, nih? `Selamat bertanding saja`, ya," kata Wapres. (J004)

Berburu tikus

WAPRES, PETANI, DAN KEPALA TIKUS
Yogyakarta, 7/4 (ANTARA) - Mungkin baru kali ini, seorang Wakil Presiden (Wapres) diminta ikut mengurusi tikus. Ya tikus hama padi. Apa karena saking hebatnya serangan hama tikus, atau justru karena Wapres lagi tidak ada kerjaan?. Entahlah.
Namun, itulah yang terjadi. Adalah, Sulardi, seorang petani meminta Wapres M Jusuf Kalla ikut memberantas hama tikus ini. Caranya, dengan membeli setiap kepala tikus yang ditangkap petani.
"Untuk memberantas tikus ini kita minta Wapres membeli kepala tikus, berapa begitu," kata Sulardi saat dialog dengan Wapres M Jusuf Kalla pada acara panen raya padi di desa Niten, Trirenggo Bantul, DIY, Senin.
Mendengar pertanyaan tersebut, serentak ribuan petani yang hadir tertawa. Wapres sendiri terlihat ikut tertawa meskipun setelah itu celingukan, menoleh ke kanan dan kiri. Seolah bingung tak mengerti.
Melihat Wapres kebingungan, bupati Bantul Idham Samawi langsung memberikan penjelasan. Menurut Idham Samawi, selama ini P…

Mereka tetap belajar

SAKIT TAK MENGHALANGI ANAK-ANAK ITU BELAJAR Oleh Maryati 8 April 2008
Di antara kamar-kamar pasien di Bangsal Perawatan Anak Kelas III Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta yang dindingnya bercat kuning muram dan tidak berpendingin udara, terdapat sebuah ruang dengan tulisan "Sekolah-Ku" dengan huruf berukuran besar dan beraneka warna.
Kamis sore pekan lalu, di dalam ruangan dengan sebuah meja besar berbentuk persegi serta beberapa meja dan kursi sederhana itu lima pasien anak berkumpul, ditemani beberapa ibu dan gadis muda.
Aji Bachtiar (7), seorang pasien hemofilia asal Pandeglang, Jawa Barat, tampak sedang menorehkan krayon berwarna biru pada kertas bergambar skesta kucing dengan tangan kanan, yang kelingkingnya bengkak dan dibungkus perban putih.
Duduk di hadapan anak laki-laki bertubuh kurus itu, Rachel, anak perempuan Kelas V Sekolah Dasar asal Bekasi, Jawa Barat, yang dirawat di Bangsal Perawatan Anak RSCM karena menderita Leukemia (kanker darah).
Gadis kecil beram…

Harga pangan dan Sarung

Menakar harga pangan dengan teori sarung


Oleh Fahmi Achmad
Wartawan Bisnis Indonesia


Wajah Mendag Mari Elka Pengestu seakan tak menyiratkan kelelahan saat memberikan penjelasan kenapa harga–harga enggan turun. Dua pekan terakhir, sang menteri keliling Nusantara melakukan operasi pasar minyak goreng.
Selasa sore itu, Mendag yang bersama Mentan Anton Apriyantono tetap tersenyum meski kebagian tugas memaparkan kepada pekerja pers tentang apa yang dilakukan pemerintah meredam tingginya harga kebutuhan pokok.
Bagi pemerintah, kenaikan harga barang kebutuhan pokok saat ini tak lepas dari melonjaknya harga-harga komoditas di pasar internasional yang berdampak langsung kepada barang baku yang kita impor.
Mendag bercerita bagaimana harga-harga yang melonjak saat ini bukan merupakan siklus ataupun dipicu administered price seperti kenaikan harga BBM tiga tahun lalu. “Kelihatannya ini peningkatan struktural bukan siklus, dan ini dipicu meningkatnya permintaan dunia terutama China dan India,” begitu ka…

Balada Pilkada Jabar

Bogor, 8/4 (ANTARA) - Tidak semua warga Jawa Berat (Jabar) mengenal wajah gubernurnya, Danny Setiawan.
Ketika Danny Setiawan, yang mencalonkan diri lagi menjadi calon Gubernur Jabar 2008-2013 bersama pasangannya Iwan R Sulanjana, memasuki bus Maya Raya jurusan Bogor-Bekasi, di terminal Baranangsiang, Bogor, untuk melakukan kampanye simpatik, ada penumpang yang bertanya, "Yang mana Pak Danny Setiawan?"
Penumpang wanita paruh baya itu bertanya langsung pada Danny Setiawan. "Saya Bu Danny Setiawan. Saya sekarang mencalonkan lagi menjadi calon Gubernur Jabar. Jangan lupa ya Bu, nanti tanggal 13 April pilih No 1," ujar Danny serta menepuk pelan dadanya.
Ibu itu pun manggut-manggut. Danny juga mengingatkan penumpang lainnya, agar pada pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Gubernur Jabar, memilih pasangan nomor 1, Danny Setiawan Iwan Sulanjana.
Seorang penumpang lainnya, ada yang mengatakan, "Pak Danny, kalau Bapak membela rakyat kecil, tolong bayarin ongkos kita dong,&…

Bila SBY ngomelin raja daerah

Ini kompilasi berita segar dari Bisnis, kompas dan Antara:

Apa jadinya kalau kepala daerah yang ikut kursus di Lemhanas tertidur ketika sedang mendengarkan pembekalan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? Nyatanya hal itu terjadi.
Tadi pagi Selasa 8 April 2008, suasana pembekalan Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah di Lemhanas yang awalnya berlangsung santai mendadak berubah tegang. Pasalnya, Presiden menyaksikan sendiri salah seorang peserta tertidur saat dia sedang asyik-asyiknya berpidato.
Saat itu Presiden sedang mengingatkan bahwa bangsa Indonesia boros energi, baik listrik, BBM, telepon, ataupun air bersih. Padahal situasi saat ini semakin sulit akibat krisis energi.
Tiba-tiba SBY menunjuk salah seorang kepala daerah sambil berkata keras, "Coba dibangunkan yang tidur itu. Ya... yang itu!"
"Kalau mau tidur di luar saja!"
SBY belum berhenti mengomel.
"Pemimpin gimana mau bekerja. Saudara dipilih langsung oleh rakyat, malu sama rakyat. Jangan main-main…

Boediono = 45:1

Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Boediono akan terus memegang prinsip "jangan mengambil yang bukan merupakan haknya". Prinsip itu akan terus dipegang hingga nafasnya berakhir.

"Selama saya berkarir dan insya Allah setelah selesai dari karir bahkan sampai mati, saya pegang prinsip ini," kata Boediono ketika menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR.Karena itulah, dirinya juga tidak pernah mengambil uang rakyat termasuk dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Boediono pernah berada dalam suasana gonjang-ganjing perekonomian dan ketika itu dikeluarkanlah BLBI.

"Saya merupakan bagian dari periode di mana saat itu ada keadaan sangat darurat yang memerlukan tindakan cepat dan akhirnya perlu dukungan."

"Saya tidak bisa mengatakan tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah BLBI. Itu tidak jujur, tapi kalau boleh saya tidak di situ, akan jauh lebih baik suasananya. Saat itu memang seperti langit mau runtuh, karena tiap jam ada berita bank m…