Posts

Showing posts from September, 2017

Jangan Sampai Ketinggalan Zaman

Image
Bel peringatan itu kembali berbunyi. Kali ini, bunyi nyaring berasal dari berita penutupan toko milik beberapa peritel besar yang menjadi bahan pembicaraan para pelaku bisnis, terutama di sektor ritel dan industri terkait.



Di satu sisi, penutupan toko boleh jadi sebagai strategi bisnis perusahaan ritel untuk mencari lokasi-lokasi baru yang prospektif untuk ekspansi usaha. Sebaliknya, penutupan toko bisa dikarenakan kinerja tak sesuai harapan.

Saat ini banyak toko dan gerai penjualan yang berada di lokasi yang semula dianggap prospektif, belakangan mengalami kemunduran karena sejumlah alasan. Keputusan bisnis pun dibuat, daripada merugi, lebih baik memang ditutup.

Sejumlah faktor yang disinyalir menjadi sebabnya yakni turunnya daya beli, konsumen yang menahan belanja, atau persaingan ketat di sesama peritel, khususnya setelah hadirnya platform ritel online, dan lainnya.

Bagi sebagian pihak, inilah sebuah keniscayaan di era digital. Kenyataan yang harus dihadapi para pebisnis kini bukan…

Menanti Suku Bunga Kembali Murah

Image
Sejak penggunaan BI 7-Day Repo Rate sebagai suku bunga acuan berlaku mulai 19 Agustus 2016, tercatat hanya tiga kali posisinya berubah menjadi lebih rendah.

Tepat setahun lalu, pada 22 September 2016, Bank Indonesia memangkas BI 7-DRR sebesar 25 basis poin dari 5,25% menjadi 5,00%. Selang sebulan kemudian, acuan bunga ini pun kembali terpangkas 25 bps menjadi 4,75%.

Setelah itu, posisi 4,75% bertahan hingga Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Agustus 2017 memutuskan untuk menurunkan BI 7-DRR menjadi 4,50%.

Bank sentral juga memotong suku bunga deposit facility 25 bps menjadi 3,75% dan lending facility turun 25 bps menjadi 5,25%, berlaku efektif sejak 23 Agustus 2017.

Hari ini, 22 September 2017, rencananya BI kembali menggelar RDG bulanan. Apakah suku bunga acuan akan kembali diturunkan? Apakah penurunan bulan direspons positif? Apakah bank-bank telah menurunkan bunganya?



Pada Agustus lalu, keputusan bank sentral memangkas suku bunga acuan tentu tidak dilakukan deng…

Semua Pasti Akan Berpulang

Image
Pertanyaan itu beberapa kali terucap. "Kenapa di dalam kamar kok ada saluran pembuangan air?" tanya istri saya setiap kami pulang ke rumah neneknya Ale.

Orang-orang di rumah itu hanya tersenyum, penuh arti.

Bagi yang tak biasa, memang aneh. Di dalam kamar, bukan kamar mandi, justru dibuat ada saluran pembuangan air. Itu ada di setiap kamar, bukan hanya kamar tidur yang kami tempati.

Jawaban itu muncul sepekan sebelum Lebaran. 15 September 2009 kami berduka, neneknya Ale wafat. Kami sudah ikhlas karena setiap setiap yang bernafas pasti akan menghadapi maut-nya.

Istri saya akhirnya tahu juga kenapa ada saluran air dan tak kelihatan karena disamarkan di bawah lemari pakaian atau meja di dalam kamar tidur. Dia, adik perempuan saya dan kakak ipar saya beserta sepupu perempuan lainnya memandikan jenazah.

Memandikan jenazah memang berhukum wajib dalam Islam. Prosesi pemandian itu dilakukan di dalam kamar. Sekeliling mereka ditaburi pasir yang berbentuk bendungan kecil dan bermuara …

Gesek Kartu Kredit dan Masa Depan Penggunaan EDC

Image
Saat ini, mayoritas penduduk di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor pasti telah mengenal kartu pembayaran. Kemajuan zaman yang diikuti dengan teknologi yang kian canggih membuat semua layanan kini mudah ditransaksikan melalui sekeping kartu.

Fungsi dan peran uang tunai tetap penting tetapi tak bisa dipungkiri, sedikit demi sedikit, kartu baik kartu pembayaran, kartu kredit ataupun kartu debit kini tampil sebagai penuntas transaksi berbagai layanan. Dompet pun kian tebal, penuh dengan sejumlah kartu yang kian canggih dengan chip berisi fungsi beragam fitur.



Dampak kecanggihan teknologi dalam layanan barang dan jasa membuat perpindahan data, terutama informasi pribadi pun begitu mudah terjadi. Memang keamanan data kian ditingkatkan, tetapi kebocoran tetap saja menjadi kekhawatiran.

Belum lama ini, polisi juga telah menangkap sindikat penjual data pribadi yang membuat masyarakat resah. Bayangkan, data kita dijual secara paket yang beragam dari Rp300.000 hingga Rp1,2 juta-an.

Sa…