ada @WartawanYeah di garis waktu


Inilah celetukan akun @WartawanYeah dalam linimasa-nya pada 10-11 Maret 2011. Please baca dari bawah ke atas ya....


http://twitter.com/WartawanYeah:

# Sebentar lagi subuh, kami harus kembali ke kuburan kami. Akun ini kembali kami titipkan pada wartawan-wartawan yang masih bernyawa.

Agar orang-orang yang membunuh kami bisa diadili. Agar kami bisa tenang di alam sini, bukannya jadi arwah penasaran yang nge-tweet.

Kami yang sudah almarhum ini hanya bisa berharap satu hal ke kantor-kantor kami; belalah hak kami, buka apa yang terjadi atas kami.

Tapi, kami sungguh sangat bersedih jika kekerasan itu justru dilakukan oleh kantor berita tempat kami bekerja.

Jadi tweeps, kekerasan atas kami, bila itu berasal dari narasumber atau orang luar, bisa kami terima sebagai resiko pekerjaan.

Padahal wartawan itu disuruh kantornya untuk bisa mendapatkan wawancara eksklusif dengan mbah Maridjan di saat situasi genting!

Versi yang beredar adalah wartawan Vivanews meninggal karena berusaha menyuruh mbah Maridjan turun.

Semua orang sudah tahu bahwa mbah Maridjan tidak akan bisa disuruh turun karena ke Sultan pun dia tidak menurut.

Kematian wartawan Vivanews di Merapi juga disebabkan karena perintah kantor.

Reporter-reporter itu banyak disuruh berkemah jauh di dalam zona berbahaya. Padahal ini dilarang.

Bayangkan, demi gambar bagus dan eksklusifitas kedua stasiun TV; Metro TV dan TVOne sama-sama membahayakan jiwa reporter-reporter lapangan.

Peliputan Merapi kemarin adalah salah satu bentuk kesewenang-wenangan kantor TV yang paling brutal ke wartawannya.

Yang paling mengerikan adalah para produser TV. Mereka rela mengorbankan wartawan dan juru kamera demi gambar bagus.

Kalau wartawan media besar saja menerima perlakuan seperti itu bagaimana wartawan di daerah-daerah?

Kantornya tidak gigih meminta hasil otopsi wartawan bersangkutan yang sudah menjadi rahasia umum meninggal diracun.

Bahkan wartawan media terbesar di Indonesia pun setelah meninggal terbunuh tidak dibela oleh kantornya.

Kantor berita tempat kami bekerja sering jadi takut dan terintimidasi oleh cukong-cukong dan preman-preman penguasa yang membunuhi kami.

Yang memprihatinkan dari wartawan yang gugur seperti saya, kami tidak pernah dapat pembelaan dari siapapun.

Tweeps, saya salah satu dari banyak wartawan yang tewas dibunuh akibat menjalankan tugas saya; menyampaikan kebenaran ke publik.

Yah, tweeps kan tau sendiri kalau jam segini jamnya setan sama arwah-arwah penasaran keluar....

Halo tweeps, kali ini admin akun ini datang dari dunia seberang. Ya, saya wartawan yang sudah almarhum....

Ngomong-ngomong, AJI itu singkatan dari Aliansi Jurnalis Independen atau Asal Jelas Itungannya yah?

@fgaban @MegiMargi @antakusuma betul. Tapi ini saya bicara ttg media online abal-abal untuk jale jangka pendek & cepat.

Sekian tweet tentang tips menjadi pemred dengan murah meriah tapi bisa gaet jale banyak.

Itu media online abal-abal. Terbayang kan kekuasaan yang dimiliki pemilik sebuah media online yang bukan abal-abal?

Ada teman saya yang bisa tembus 20 juta per bulan loh dengan cara ini....

Tapi belum banyak yang pakai cara ini. Maka ini ceruk pasar industri jale yang masih cukup potensial dimasuki.

Cara kerja bikin media online abal-abal dan minta jale ini fakta dan ada pelakunya.

Kalau tweeps bisa menemukan minimal 10 anggota dewan yang terlalu bodoh dan gampang ditipu, sehari sudah 500 ribu tuh.

Sebagai bayangan potensi penghasilan; satu anggota dewan itu bisa kasih jale minimal 50 ribu kalau mereka lihat tweeps pakai kartu pers.

Masalah situsnya sepi pengunjung bukan masalah, kan tweeps memang langsung turun ke lapangan, menyambit jale.

Tweeps juga tidak butuh percetakan kalau bikin media online.

Jadi gitu tweeps, siapa bilang untuk jadi bos media butuh milliaran? Dengan internet, tweeps cuma butuh modal kecil.

Kalau melihat begituan artinya ada wartawan jale dari media online abal-abal sering nongkrong di situ ;)

Ada yang namanya satumenit.com lah, satujam.com lah, beritabarubanget.com lah, dsb, dsb.

Kalau anda sering datang ke kantor-kantor pemerintah, perhatiin deh, pasti banyak hasil print atau fotokopi berita dari portal2 gak jelas.

Setelah itu tweeps bisa memilih, mau di satu tempat atau keliling bergerilya mencari jale.

Sering anda tidak minta pun langsung dikasih kok. Nah ini keberuntungan buat anda.

Tanya ke humasnya ada hal apa yang perlu diangkat dsb. Setelah itu yah mulai minta jale.

Kalau humasnya gak gaptek, dia pasti periksa apa situs online anda ada atau tidak. Karena anda sudah menyiapkan, tentu ada ketika dia klik.

Datang ke bagian humas, tunjukkin cetakan artikel-artikel anda dan kartu pers anda.

Datangilah kelurahan, polres atau kantor pemerintah terdekat, bawa kartu dan artikel-artikel anda.

Kartu pers sudah, print-an artikel-artikel siap, anda sudah siap mendulang jale!

Sama foto anda yang keren tentunya.

Kartu pers anda gak usah bagus-bagus. Cukup ada nama situs anda dan tulisan gede-gede: PERS. Jadi deh.

Setelah anda print beberapa artikel, bikin juga kartu pers. Bisa bikin sendiri atau sewa card designer.

Kalo tidak nyantumin sumber bukannya pelanggaran? Bukanlah, ini kan kita bicara tentang media online jadi-jadian untuk sumber duit.

Lalu print salah satu artikel anda, pastikan program auto-content anda diprogram untuk tidak mencantumkan sumber Feed.

Pilih nama yang catchy untuk situs anda,misalnya SatuMenit.com atau BeritaSahih.com, apapun deh.

Anyway, setelah situs anda sudah terisi kira-kira 50 artikel deh, boleh anda mulai memanfaatkan potensi situs anda untuk menjaring jale.

Njelimet yah? Emang teknisnya susah dijelaskan secara detail, tapi yang suka blogging atau web design pasti kenal soal auto-content ini.

Lewat program auto-content, Feed itu kemudian dipost ke dalam situs kita sesuai kategori-kategori.

RSS Feed bisa dipilih berdasarkan kategori-kategori seperti politik, metropolitan, olah raga dan lain-lain.

RSS Feed dari portal-portal online itu kemudian dicopy dan dipost di situs web kita. Ini semua otomatis.

Ada yg namanya teknologi auto-content buat situs-situs web. Ini artinya ada script web yang bisa ambil RSS Feed dari portal-portal online.

Terus siapa yang isi berita? Masa iya media online gak gaji wartawan? Oh itu gampang tweeps.

Atau kalau males & gaptek, tweeps bisa sewa web-designer untuk bikin situs berita tweeps dengan modal 1 jt sampai 5 jt.

Kalau tweeps mengerti cara install Wordpress atau Joomla, tweeps cuma keluar 400 ribuan maksimal untuk bikin sebuah media pers online.

Lalu tweeps tinggal sewa paket hosting seharga 200 ribu sampai dengan 300 ribu per tahun.

Untuk beli domain .com cukup Rp 85 rb sampai Rp 120 rb per tahunnya.

Kok bisa dengan modal sekecil itu? Kita bicara media online bung. Cuma itu modal yang anda butuhkan.

Modal yang tweeps butuhkan rata-rata cuma sekitar 300 ribu sampai 1 juta, 5 juta maksimal deh.

Apa di antara tweeps ada yang tertarik menjadi pemimpin redaksi suatu media dalam sekejap dengan modal kecil? Bisa!

Dan dengan semakin majunya teknologi, maka Internet menjadi salah satu ruang yang paling terbuka untuk diklaim sebagai ruang pers.

Di era reformasi, orang-orang tidak perlu mengantungi surat ijin untuk mendirikan sebuah media jurnalistik.

Tapi selayaknya permata, kebebasan pers bisa jadi sangat indah atau sangat tajam sehingga melukai publik yg seharusnya dilindunginya. about 9 hours ago via Twitter for BlackBerry®

Tweeps, sejak reformasi, kebebasan pers adalah permata dalam sejarah negeri kita.


Tweeps, masih kuat kan? Masih ada cerita nih. Ini admin yang lain lagi, saya bekerja di sebuah portal online.

@robetbet ha ha ha. Lanjutkan kalau begitu 'bet. Akhir-akhir tapi kok kamu jarang bersuara kritis di Twitter? Jangan patah semangat bung!

Baru baca n follow @WartawanYeah gw tau busuk2nya dunia pers indonesia pas gw PKL di divisi berita slh satu stasiun tv :) tnyta ada akun ini

@WartawanYeah Bagus. Teruskan sharingnya. Kultur buruk yg hina mesti dikikis habis.

@shinta_kania betul. Wartawan lapangan kedua TV itu sering perang batin.

@WartawanYeah Sy pernah kerja di bank plat merah. Yg minta iklan neraca tahunan bank bukan staf marketing koran, tapi redaktur.

@WartawanYeah..wartawan setor brt kasus korupsi pejabat, eh gak tahunya tu pejabat donaturnya si redaktur, bermacam ... http://tmi.me/7zPGB

@WartawanYeah dulu wktu gw jadi staff artistik koran juga dapet bagian jale dari tmn wtw, walaupun cuma dikit.

@WartawanYeah ada bnyk cr utk pny hubungan baik dgn wartawan.kakak kelas sy bnyk yg jd wartawan,alhamdulillah msh tolak amplop

@robetbet tujuannya memperbanyak follower utk apa dulu? Utk menyuarakan apa? Kalau sekadar narsis2an, harus saingan dg 4L4Y

@WartawanYeah sbenarnya banyak jurnalis di lapangan yg oke2.Justru hanya sglintir Koordinator Liputan yg bisa jadi teladan.#wartawan

Kebenaran seringkali memang pahit. Bahkan dianggap ekstrim, sampai2 enggan dipercaya. Dunia memang sudah terbalik2.

Sebagian besar yg ditulis @WartawanYeah sudah banyak diketahui dan dirasakan, tapi jarang dibicarakan secara jujur.

@auddicted memang seharusnya begitu. Jgn patah semangat, lanjutkan cita2 jd wrtwn. Kita gusur populasi wrtwn brengsek

@oneinbijis @beginu Kl Inu saya percaya integritasnya. Junior saya jauh di Istana. Coba Nu cerita, dl waktu masih gondrong srg lirik siapa?

@WartawanYeah..di sini, nunjukin ID Card ke cukong kayu, penyelundup BBM, pengusaha batu bara karungan, judi ding ... http://tmi.me/7zNoJ

@WartawanYeah..di sini wrtawan jg sindikat, kerjasama dgn oknum kejaksaan + LSM nguras pejabat terindikasi korupsi, dijadiin mesin ATM..

@WartawanYeah..di sini wartawan berebut cr borok kepala dinas PU, ancem beritain KKN, bargainingnya minta proyek, ... http://tmi.me/7zKrJ

@WartawanYeah..di sini, wartawan kalo' dugem cewek + minum + makan gratis, manajer pub, diskotik takut diberitain ... http://tmi.me/7zKZC

@WartawanYeah kamu benar, semua itu terjadi dan real

@WartawanYeah..wartawan kdg ngerangkap jd humas organisasi, partai, underbouw pemerintah, dikasih honor bulanan, ... http://tmi.me/7zOAX

@teradyah tidak. jangan sampe pernah.

Waktu dlu gw sering bgt dapet tugasnya nongkrong di KPK lagian pas banget jaman2nya pemilu, duit lancar bagi yg doyan jale Cc:@WartawanYeah

@IwanKarna Boleh. Itu kerjaan wartawan bodrex seperti itu. Tidak punya media tapi ada ID Press cm utk antri dapet amplop biasanya waktu RUPS

Tanda2 akan ada amplop itu klo pengacara dr terdakwa sidang tipikor udh ngmg 'abis ini silakan dtg ke kantor saya' stlh wwncra @WartawanYeah

@ddhiemazz Kadang banyak yg menjilat. Contoh: ketua Persatuan Wartawan Indo Margiono yg jg pemimpin umum Rakyat Merdeka sll cium tangan SBY

@ATkupang @wade__ Kalo msh banyak, coba tolong cerita tentang perjalean atau sogok menyogok? Tidak ada yg brani kan?

@yudis_ Kalo mau yg aspal saya sarankan untuk bikin ID Kompas sekalian, bisa dpt diskon 20% di Gramedia, Hotel Amaris, Hotel Santika.

@denbaim liputan kuliner, wartawannya seharusnya tetep bayar, kan kuitansinya tinggal klaim ke kantor.

@WartawanYeah A corrupt, deceptive, and manipulative media can ruin the lives of good people, destroy reputations.

@kangpajar Betul bung. Tidak laku di lahan parkir manapun. Bisa digebukin preman kita. Ha ha ha ha

Gratis SPA. Sungguh lho! RT @WartawanYeah: Apalagi kesaktian ID Press ya? Saya seringnya pakai untuk keperluan tadi itu.

@Nico_Kencur jgn sedih, masih ada kok wartawan bener. Justru Anda harus lanjutkan cita2 jd wrtwn spy populasi wrtwn bobrok bisa diimbangi

Apalagi kesaktian ID Press ya? Saya seringnya pakai untuk keperluan tadi itu.

BETUL RT @WartawanYeah: RT @MegiMargi: @blontankpoer @imronrosyid di banyak kota (kecil) banyak wartawan lurus yang diteror wartawan bodrek.

Saya juga pernah mendapat komplain seorang kontraktor yang diperas wartawan bodrek karena memenangi tender PMI @wartawanYeah

6. Kalo bikin SIM, passport, KTP cukup keluarkan ID press di dpn pintu masuk, urusan lancar dlm 2 jam, tp bayar tarif resmi

5. Utk koran penguasa Jakarta; Pos Kota, Warta Kota, Berita Kota keluarkan ID Press ktk dugem di Kota/telp Adrian Maulitte pasti gratis ML

4. Untuk media besar, kl tidak kebagian tiket pesawat, kereta api, cukup telpon humas mereka untuk minta tiket. Dapet gratis.

@WartawanYeah @blontankpoer @imronrosyid di banyak kota (kecil) banyak wartawan lurus yang diteror wartawan bodrek.

3. Kl belanja DVD bajakan ke cukong di Gelodok, bilang saja wartawan. Pasti dikasih gratis 5 DVD non-bokep. Kl bokep gratis 1

@Gurita_Global @WartawanYeah @armanwicak kadang dimuat,kadang ngga,kadang cm 'seemprit'..wartawan K*mp*s sm T*mp* yg balikin amplop

@armanwicak @Gurita_Global dl ak prnh magang di 1 prusahaan bsr. Eh bener loh,stiap pressconn atau launching pd kejar2 amplop

2. Kl datang komplain ke customer service telpon seluler, asuransi, bank lalu ingin dilayani cepat, bisa keluarkan jg ID Press. Lgs lancar

1. Kalau ditilang dan di SIM si wartawan tdk cantumkan "wartawan". Keluarkan ID press, minta maaf ke pak polisi, lewat deh bebas tilang

@WartawanYeah inget, bbrp wkt lalu ada portal brita yg ngambil info sumberna dr brita yg sy buat. Tp judul yg dipampang mlh bikin sakit ati.

Saya lanjutkan cerita tentang kesaktian ID card wartawan.

@WartawanYeah bbrp kali sy lihat razia di jalan meloloskan org yg menyebut "pers pak," pk mtr,minim ... http://tmi.me/7zLUD

@blontankpoer @imronrosyid aku pikir hal yang disampaikan @WartawanYeah sering jadi omongan "antar kita", semacam "rahasia dapur"

Bs jd TL @WartawanYeah yg kalian baca a/ salah 1 curhatan sy/ insan pers di #semarang. Jgn kaget ya,wartawan jg hidup di negara mafia

@WartawanYeah BTW, gua bukan mantan wartawan, tp kerja jadi staff marketing, terlihat bener liputan bisa tergantung dari setoran

@WartawanYeah majalah laku atau tidak nomor sekian, yang penting sampingannya banyak, ujung2nya baca majalah itu aja sampe males gua

Ada jg yg dimarahin istrinya krn ga tmasuk salah 1 wartawan yg terima amplop !!! RT @WartawanYeah

@WartawanYeah di majalah bisnis itu, liputan tergantung dari iklan, award2 jg buat jualan , atasan gua mikirin kantong sendiri doank

@blontankpoer @MegiMargi @imronrosyid Kalo bersih mengapa risih? Yg mana yg gosip? Coba bung cerita dong tentang perjalean di Solo.

Ada yg persisten menulis kebobrokan perusahaan besar nasional, tapi tetap terima iklan perusahaan tsb juga :p @WartawanYeah

@MegiMargi @blontankpoer @imronrosyid Setuju Bung. Kl saya ketahuan bisa dikeroyok wartawan se Indonesia. Spt yg terjadi di DPR 5 thn lalu

Kredibilitas akun anonim lebih rendah krn tak bertanggungjawab atas pesannya. Tapi, sbg whistleblower, dia layak disimak; dg ekstra kritis.

Ada wartawan yg marah krn kedoknya dibongkar @WartawanYeah , ada yg diam krn tahu itu kenyataan. Ada jg wartawan idealis lho

NgeJale=makan enak, bisa beli BB...gak ngeJale=makan pecel aje, hp cina dual card cukuplah @WartawanYeah

Yg gw sampein ke @WartawanYeah skdr apa yg gw liat n gw rasain. Sbg org yg bljr jurnalistik, gw risih dgn wartawan jadi2an kyk mereka ?

@blontankpoer @MegiMargi @imronrosyid Bung Blontank. Kalo salah mbok dibantah. Mungkin bung jg bs cerita bagaimana wartawan di Solo ngejale

@newnowme kalau kami bocorkan identitas Anda, silahkan delegitimasi kami, reputasi, dan janji kami di twitter. Hujat akun ini sepuasnya

@WartawanYeah disini, rata2 yg jd wartawan lokal itu org pasar yg dididik buat jd wartawan. Jarang nulis berita tp suka nagih duit ini itu.

Mba @anindadewayanti yg miris, justru krn kami cinta mati ama profesi ini, krn itu harus sportif ungkap yg busuk di lingkungan sendiri.

@WartawanYeah dsini, wartawan lokal suka ngata2in pejabat d ruangan humas Balkot pk bahasa kasar. Giliran soal duit pd manis. Miris ?

@bonjolost @benny_israel @WartawanYeah benar wartawan banyak yg Jaleholic,nongkrongnya disekitar mangga besar.

@therealnurul @WartawanYeah @blontankpoer selama faktanya benar, gak ada fitnah. Kalau faktanya salah, silakan disangkal.

Wartawan bongkar sisi gelap sesama wartawan cuma ada di @WartawanYeah. Seru nih!

@apul_sinurat Bisa mohon diceritakan kasusnya? Menarik pastinya.

@WartawanYeah..di sini, media jd bemper utk usaha dapetin izin usaha batubara, kelapa sawit, nguras APBD dll

@blontankpoer @WartawanYeah anonimitas itu hak, apalagi untuk mengungkap masalah yang beresiko.

@indramaulana_ memang kalau anda tidak termasuk kok. lanjutkan gan!

Di antara kami juga ada wapemred media yang cukup beken loh :) Selamat malam tweeps. Kalau ada yg ngetweet lagi, artinya admin yg lain.

Terserah bagi tweeps mau percaya atau tidak. Kami tidak pernah memaksa. Inilah kebenaran, dan biarlah dibicarakan.

Jadi ya, memang benar, demi menyebarkan kebenaran, kami terpaksa memakai topeng.

Kata Oscar Wilde; "Man is least himself when he talks in his own person. Give him a mask, and he will tell you the truth"

Atas pertanyaan kenapa kami memakai akun anonim untuk menceritakan kebusukan jurnalisme Indonesia, ijinkan kami mengutip Oscar Wilde..

Agar tweeps jurnalis bisa men-DM kami, maka mulai besok kami akan mulai memfollow satu per satu jurnalis yang ada di twitter.

Identitas tweeps akan kami lindungi sepenuhnya.

Karena itu, kami membuka diri sepenuhnya untuk para tweeps jurnalis yang ingin membagi cerita-cerita balik layar lewat DM.

Pers adalah senjata yang berbahaya. Kita benar-benar butuh selalu ingat akan kekuatan kita yang bisa sangat berbahaya di tangan yang salah.

Tujuan kami hanya untuk memberikan kritik kepada jurnalisme Indonesia. Agar wartawan selalu waspada dan ingat tugasnya kepada publik.

Sebelum berpisah, sekali lagi akun ini akun yang netral. Kami adalah para wartawan dari berbagai media.

Sekian dulu tweeps, capek. Mau istirahat.

@vandanc Bukan. Mrk ini media yang wajib ikut SBY kemana pun dia pergi. SBY masuk liang lahat pun 3 media itu juga wajib ikut. Ha ha ha

Dengar-dengar sekarang Metro TV sudah pakai sistem pengembangan karir, bukan darah biru lagi. Semoga benar2 menghargai mereka yg bekerja.

Banyak reporter lapangan Metro TV dulu yg frustasi. Mereka jago & bagus cari berita, tp karena bukan darah biru, tidak berkembang karirnya.

Darah biru ini entah bapaknya tweeps mantan pejabat/dubes, atau tweeps lulusan luar negeri. Kalau kedua syarat bisa dipenuhi, lebih afdol.

Di Metro TV juga berlaku sistem monarki. Kalau tweeps bukan keturunan darah biru, jangan harap bisa jadi presenter pembawa berita di sana.

Di TV lain juga kisaran gaji sama. Bos-bos TV sudah sepakat untuk bikin standard gaji yg sama biar karyawan tidak ada pilihan.

Untungnya mereka ada transportasi, tapi tetap saja, 1 juta sebulan di Jakarta dengan status kontrak yang tidak jelas?

Mereka gaji awal cuma 2 jutaan rata-rata. Buat kost sudah habis 1 juta per bulan di Jakarta. Biaya hidup cuma 1 juta jadinya.

Kalau di Metro TV, sekilas jurnalis2nya terlihat cantik, tampan dan keren, tapi tahu gak tweeps itu cuma di depan layar saja?

Paloh ini juga tukang buang-buang uang. Dana operasi Nasional Demokrat sehari bisa ratusan juta. Buat kesejahteraan karyawan? Ke laut.

Paloh bicara tentang kesejahteraan sosial, tapi karyawan lima tahun masih kontrak. Munafik yah?

Asal tahu saja, banyak wartawannya Paloh yang statusnya masih kontrak walaupun sudah bertahun-tahun bekerja.

Coba tweeps bayangkan, Paloh adalah orang yang berkotbah ttg perlunya reformasi kesejahteraan sosial, tapi kesejahteraan karyawan sendiri?

Tadi sempat bicara tentang Surya Paloh, sang pemilik Media group. Tweeps, orang ini paling menjijikkan dan munafik loh.

Semoga pemilik akun @WartawanYeah ini bukan seorang wartawan. Atau kalaupun wartwan adlh seorang wartawan yg bebas sogokan.

Tapi kan di sini tidak ada media yang ksatria mengakui kalau mereka ada stance tertentu? Semua mengaku paling netral. Munafik deh.

Btw, iye iye, td typo. Harusnya intervensi, bukan interfensi ! Gua "kesurupan" nih ngetwit, saking semangatnya. Hahaha!

Akui saja semua agenda itu agar publik bisa mengkritisi & membandingkan isi satu media dgn yg lain dan membawanya jadi debat atas suatu isu.

Begitu juga Media group-nya Surya Paloh tidak usah malu-malu mengakui sebagai media oposisi, pembawa corong yang menghajar Presiden SBY.

Harusnya di sini, TVOne, VivaNews, ANTV tidak usah malu2 mengakui sebagai medianya Aburizal Bakrie dan membawa kepentingan Golkar.

Bedanya pers di sana tidak malu-malu menyatakan keberpihakannya. Tidak seperti di sini, yang berlagak paling netral padahal tidak.

Pers di negara yang sudah maju demokrasinya seperti Amerika juga semuanya berpihak. Ada koran republik, ada koran demokrat dan sebagainya.

Tapi menjadi masalah ketika keberpihakan itu lebih didasari oleh faktor uang dan kepentingan pribadi daripada kepentingan publik.

Tweeps, apa salah sebuah media memiliki preferensi politik/keberpihakan tertentu? Tidak, krn pers itu untuk memancing debat atas suatu isu.

Bedanya sekarang bukan telepon untuk melarang suatu berita dimuat, tapi lebih sering pesanan isi berita.

Apa telepon sakti sudah tidak ada? Oh, jangan salah tweeps, justru makin menjadi-jadi di era kebebasan pers.

Apa telepon sakti sudah tidak ada? Oh, jangan salah tweeps, justru makin menjadi-jadi di era kebebasan pers.

Padahal jangankan memasuki ruang redaksi, pemilik saham bahkan pemilik sekalipun seharusnya dilarang menelepon untuk menentukan isi berita.

Semua media sudah tercemar dgn sogokan di semua level. Dr reporter cere, redaktur, korlip, sampai pemred. Yg bedakan cm level ganas tidaknya

Kalau ngobrol biasa sih ok2 saja, tapi ini masalahnya mereka membicarakan tentang agenda isi berita dan dilakukan di dalam ruang redaksi!

Tapi apa prakteknya demikian? Ada seorang wartawan yang sampai meradang karena melihat redakturnya ngobrol dengan salah satu pemegang saham.

Ruang redaksi seharusnya menjadi ruang maha suci yang tidak boleh dimasuki siapapun dari ruang lain, termasuk pemilik media.

Ruang redaksi adalah ruang penggodokan berita, sedangkan ruang bisnis yang mengurusi iklan dan marketing.

Tweeps, sebenarnya di dalam media yang benar itu harus ada tembok api yang tebal antara ruang redaksi dan ruang bisnis.

Selamat ulang tahun dulu ke sahabat saya pak Laode Ida, wakil ketua DPD :)

Terus soal bisnis media juga bikin banyak berita muncul dengan substansi yang rusak.

Bagaimana tidak kesal si wartawan? Dia disuruh bikin artikel yang membantah artikel dia sebelumnya. Dia marah banget karena diinterfensi.

Begitu si pemred baca berita itu esok harinya, murkalah dia. Redaksi disuruh bikin artikel untuk besok yang membantah artikel sebelumnya.

Masalahnya, rapat redaksi itu ternyata tidak dihadiri pemred yang kebetulan sedang berlibur, tapi si pemred ini lagi butuh jabatan dari SBY.

Contoh kasus: ada teman kami dulu menulis artikel yang cukup keras terhadap SBY. Rapat redaksi menyetujui berita itu dimuat & benar dimuat.

Biasanya para bos media itu kan sudah jadi peliharaan atau binaan pejabat-pejabat. Bahkan ada yang merangkap jadi binaan BIN. Serem deh.

Banyak wartawan idealis yang stress karena berita yang dikirim begitu dimuat bisa beda jauh substansinya. Semua karena interfensi para bos.

Ada tidak interfensi pemred dan redaktur terhadap isi pemberitaan? Jelas ada, terutama di rapat-rapat redaksi.

Ada juga pemred yang tidak mengincar uang, tapi kedudukan, misalnya duta besar, lumayan kan buat hari pensiun di luar negeri?

Banyak pemred diundang pejabat-pejabat untuk menaikkan suatu isu di masyarakat dan bayaran buat mereka bisa milliaran.

Cuma yah, kalau redaktur dan pemred terimanya bukan dalam bentuk amplop. Agak keren sedikit, bisa transfer, saham atau malah kedudukan.

Apa tweeps pikir kalau wartawan amplop itu hanya yang di lapangan saja? Wah, salah besar tweeps, para redaktur & pemred juga doyan amplop.

@MasDityo Saya wartawan jg bung. Kl sy buka identitas nanti bisa dikeroyok waktu liputan & disingkirkan. Sdh saya jelaskan td resikonya

Wartawan-wartawan di lapangan disuruh koleksi amplop,sampai di kantor,setor ke redaktur terus ke wakil pemred terus ke pemred,begitu kira2.

@thr3no Bukan oknum lagi. Tapi sudah mayoritas. Sudah mengakar di lembaga media masing2. Sudah seperti korupsi di Polisi.

Secara konsep, sederhananya sistem jale ini mirip multi level marketing, tweeps. Banyak kantor media terkenal yg sistemnya setoran ke atas.

Wartawan amplop/bodrek yang doyan jale ada dibagi dlm bbrp tingkatan. Ada yang kasta sudra di lapangan dan kasta brahmana di belakang meja.

Nanti akan dibahas juga tipe wartawan Mabes Polri, Polda Metro, Depkeu, IDX, ESDM, DPR, dll. Sabar saja bung pasti dibahas. @hafizhridho

Sekarang saya akan bercerita tentang sistem jale atau industri amplop di dalam dunia wartawan.

Hayo, kalian wartwn2 yg di follow akun ini, pada gengsi follow balik, tapi diem2 mantengin TL akun ini kan? Hahaha!

Kalau ada tweeps di luar sana yang jurnalis dan ingin sharing, sekali lagi, silahkan DM kami. Rahasia anda semua aman.

Terima kasih banyak buat tweeps yg follow kami. Kami? Yah, benar akun ini dibuat oleh banyak jurnalis idealis yg gelisah dengan kemunafikan.

@ridlwanjogja Betul bung. Kalau di DPR bisa lebih ganas lagi; Dikeroyok. Ingat kasusnya kan?

Sekian tentang kiprah wartawan istana. Dan tentunya setiap tahun pun SBY dan menteri gelontorin duit gede utk sogok wartawan jelang lebaran

Ini wartawan2 di twitter, terutama yg ngepos di Istana, kenapa pada diam? Ayo bantah kalo berani. about

Tipe wartawan istana: zaman wapresnya Jusuf Kalla, kl ke luar negeri ML sama pecun pun dibayarin sama konsultan media JK

Tapi wartawan yg gak ngejale ini biasanya cuma bisa diem ngeliat perjalean temen2nya. Ngritik? Siap2 dimusuhi/dihujat abis2an about 12 hours ago via Twitter for BlackBerry®

Tipe wartawan istana; ketika kampanye presiden, wartawan TV sampe disogok tim konsultan kampanye supaya mau liput. Panen besar.

Oya di dunia wartwan, yg gak ngejale malah yg seringnya jd rikuh, malu, & gak enak hati sendiri, di antara temen2nya yg pd ngejale

Tipe wartawan istana: Kl ikut SBY ke luar negeri, makannya di rest mahal dibayar dgn uang negara. Ktk plg teriak2 perlunya penghematan

Tipe wartawan istana: Kalau ke luar negeri bareng SBY, kerjanya deketin pengusaha yang ikut rombongan. Biasa PDKT utk bisa dapet Jale.

Kalo saudara2 punya teman wartawan, hati2 kalo dia sok idealis dan sok bersih. Biasanya yg tipe seperti ini yang ganas makan amplopnya.

Di dunia wartawan, kalau ada yang memberitakan kejelekan sesama wartawan akan habis dihujat. Makanya sesama wartawan saling melindungi about 13 hours ago via Twitter for BlackBerry®

Sungguh dunia hitam wartawan sudah selayaknya diketahui publik. Dunia penuh kemunafikan. Teriak2 anti korupsi dibelakang terima sogokan.

Tipe wartawan istana: Kl liputan ikut SBY ke instansi lain gaya selangit udah spt Pemred saja. Wartawan non-istana dianggap kasta sudra

Tipe wartawan istana: kalo yang sok idealis nolak amplop biasanya amplopnya justru diembat sama orang setneg atau sama sesama wartawan

Kadang2, wartawan istana juga sering dipalak oleh staff setneg apalagi menjelang lebaran. Mereka minta disediakan THR dlm bentuk parcel.


Menjelang lebaran, duit yang dikasih SBY dan beberapa menteri utk sogok wartawan dikelola oleh Nachrowi. Tapi dia ngembat juga jatah wtw.

Bukan bodrex. Ini wartawan beneran dari media2 terkenal dan mapan. Tapi berperilaku sbg bodrex. Minta angpao terang2. @VitriYoz

Perlu diketahui saudara-saudara Jale itu angpao alias duit yang dimasukin amplop. Kalo menjelang lebaran Jale di istana bisa 2 juta per wtw

Tipe wartawan istana; yang paling ganas terima jale kebanyakan wartawan TV, disusul radio, lalu online dan terakhir cetak

Tipe wartawan istana; kalo SBY rapat sampe malem terus tidak ada konsumsi yang tersedia ngambek, protes.

Tipe wartawan istana: Kalo diajak SBY keluar kota utk meresmikan pabrik, infrastruktur, minta jatah jale ke Tante Uti atau ke koordinator

Tipe wartawan istana; pendekatan ke mentri dengan bertanya menjilat sewaktu di presscon. Menteri kenal, jale lancar, berita positif.

Tipe wartawan istana: utk media selain Kompas, Jurnas, Sindo, kl tidak diajak SBY ke luar negeri protes ke DJ Nachrowi, merengek minta ikut

Tipe wartawan istana: keluar negeri dibayarin SBY semua plus amplop. Pulang bikin kuitansi palsu di Salemba supaya bisa klaim kantor.

Tipe wartwan istana: ngejale utk beli batik, jas, kemeja. Masuk istana hrs rapi saudara2. Jelang lebaran balik modal dapet jale dr Nachrowi

Silahkan wartawan2 yg mau curhat uneg2 ke-ngehe-an dunia jurnalisme, DM aja. Isi DMnya saya twit. Identitas kalian dilindungi

Halo pak @benny_israel, bisa minta tolong promosikan akun ini? Ini khusus akun buat kami,wartawan,numpahin uneg2 soal kotornya jurnalisme.

@rusdirusdi AS gosipin hubungan TW dan SBY. Dan AS buka pusat kebudayaan AS di Pasific Place, punya TW. 3some dong.

@rusdirusdi betul sekali Mas. Hanya krn wikileaks yg bersuara baru org "heboh". Pdhal wartawan banyak yg tau, tp diam!

Comments

Popular posts from this blog

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

Ini syarat menjadi pemain sepak bola

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?