Monday, May 16, 2011

Pekik kemenangan dari Lembah Ruhr

Mei merupakan salah satu bulan yang penting dalam kalender kegiatan sepak bola. Biasanya bulan ini, sejumlah liga kompetitif terutama di Eropa memasuki tahap final dan bahkan ada yang sudah mendapatkan juaranya.

Di Bundesliga Jerman, jagoan Lembah Ruhr Borussia Dortmund meraih titel juara pekan lalu sebelum ada pemenang di La Liga Spanyol, Serie-A Italia dan Barclays Premier League Inggris.

Tim yang bernama resmi Ballspielverein Borussia 1909 (BVB) Dortmund itu boleh dikatakan penuh keberuntungan musim ini dibandingkan dengan FC Hollywood Bayern Muenchen, Bayern Leverkusen, Schalke 04, dll.

Klub di utara Sungai Rhine itu memiliki faktor sejarah yang panjang sejak berdiri 1909 dan menjadi salah satu raksasa sepak bola di Bundesliga.

Di zaman sepak bola modern, masa keemasan klub asal Westphalia itu dimulai pada 1993 ketika berhasil masuk final UEFA Cup. Mereka kalah 1-6 dari Juventus Italia tetapi hadiah 25 juta DeutscheMark cukup untuk membuat klub membeli pemain-pemain bintang berbakat.

Pada 1995 dan 1996, Dortmund menjadi juara Bundesliga dengan kepemimpinan libero andal Matthias Sammer yang meraih gelar Pemain Terbaik Eropa 1996.

Puncaknya, pada partai final Liga Champions UEFA 1997 di Munich, Dortmund kembali menghadapi Juventus yang memiliki Zinedine Zidane, maestro dari Prancis.

Dormund unggul lebih dahulu melalui 2 gol Karl-Heinz Riedle dan Juventus mencoba membalas dengan gol sentuhan tumit (back heel) Alessandro Del Piero.

Zidane tak mampu tampil gemilang karena ditempel gelandang bertahan Paul Lambert dan akhirnya Lars Ricken mencungkil bola melewati kiper Juventus Angelo Peruzzi. Borussia meraih trofi dengan kemenangan 3-1.

Trofi Piala Intercontinental juga diraih Dortmund pada Desember 1997 dengan mengalahkan jagoan Brasil Cruzeiro 2-0.

Dortmund memasuki era milenium dengan menjadi klub pertama dan satu-satunya yang menjadi perusahaan terbuka dan sahamnya diperdagangkan di Frankfurter Wertpapierbörse (Bursa Saham Frankfurt) dengan harga awal 11 euro. Per 5 Mei 2011 sahamnya diperdagangkan pada posisi 2,55 euro per lembar.

Setahun setelah masuk bursa, Dortmund meraih gelar Bundesliga 2001-2002, tetapi kandas di partai final Piala UEFA 2002 dari Feyenoord.

Setelah itu, keberuntungan nampaknya menjauhi Dortmund dengan pengelolaan finansial yang buruk dan berujung pada utang klub yang menumpuk dan penjualan Stadion Westfalenstadion.

Pada 2005, Dortmund nyaris bangkrut, saham mereka anjlok 80%. Pada 2006, perusahaan asuransi Signal Iduna membeli Stadion Westfalenstadion dan mengubah namanya menjadi Signal Iduna Park dengan berlandaskan perjanjian sponsorship hingga 2011 ini. Stadion itu memiliki kapasitas terbesar di Jerman dengan 80.720 penonton.

Sejak musim 2007-2008, keuangan Dortmund mulai stabil, dan grafik permainan meningkat dengan perolehan posisi 13, lalu peringkat 6 musim 2008-2009, posisi 5 2009-2010 dan juara musim ini.

Pelatih Jürgen Klopp menjadi panutan bagi pemain seperti Lucas Barrios, Sebastian Kehl, Roman Weidenfeller, Dedê, Nuri Sahin dan Shinji Kagawa.

Kagawa, gelandang menyerang yang membawa Jepang juara Piala Asia Januari 2011, mampu mencetak 8 gol dalam 17 pertandingan Dortmund musim ini.

Namun nama Kagawa sedikit tenggelam dari Atsuto Uchida, bek Schalke 04 yang menjadi pemain Jepang pertama yang tampil di partai semifinal Liga Champions Eropa, menghadapi Manchester United.

Karir Nuri Sahin pun demikian cemerlang di Jerman. Warga negara Turki yang lahir di Lüdenscheid, wilayah Barat Jerman itu tampil impresif musim ini dengan 8 gol dan 13 umpan gol (assist).

Kiprah Nuri Sahin seperti mengingatkan orang akan Mezut Ozil, eks playmaker Werder Bremen Jerman yang kini menjadi motor serangan Real Madrid (Spanyol). Tak pelak, kini Real Madrid bersama Barcelona dan Aston Villa (Inggris) berlomba mendapatkan tanda tangan Sahin dengan tawaran minimal 8 juta pounds.

Dortmund boleh berpesta dan mari kita tunggu kabar Barcelona –Real Madrid di Spanyol, AC Milan-Inter Milan di Italia dan MU-Chelsea di Inggris.

(fahmi.achmad@bisnis.co.id)
Artikel ini terbit di Harian Bisnis Indonesia, edisi 7 Mei 2011

No comments: