Saturday, April 23, 2011

Main indah, piala & keuntungan klub


Sepak bola bukanlah sekedar kemenangan dan permainan selalu berujung pada perebutan piala. Sebanyak 22 orang berpeluh keringat mengejar bola di dalam lapangan adalah wujud semangat menjadi juara.

Itu pula mengapa Cesc Fabregas kapten Arsenal Inggris berkomentar yang tak sepaham dengan kondisi klubnya yang musim ini bisa saja nirgelar. Menurut Cesc, di Spanyol negara kelahirannya, seorang pelatih begitu mudah dipecat hanya karena tak mendapatkan trofi juara.

Keberhasilan klub, pengurus, dan pemain memang dilihat dari pencapaian pada akhir kompetisi. Banyak pelatih besar dan pemain terkenal di Spanyol dipecat ketika klub dianggap gagal meraih satu piala pada April hingga Mei.

Kenapa Arsene Wenger masih dipercaya sebagai pelatih oleh manajemen Arsenal? Apa yang membuat dia berbeda dengan pelatih lain seperti Rafael Benitez (Spanyol) yang dipecat Liverpool ataupun Luiz Felipe Scolari (Brasil) yang hengkang dari Chelsea?

Fabregas dan nyaris semua orang mengatakan Arsene Wenger adalah pelatih yang jenius di Liga Inggris. Pria Prancis itu dijuluki Profesor karena kadar cendikianya dalam berfilosofi membawa keberhasilan Arsenal.

Sejak hadir 1996, Wenger selalu mengandalkan produksi pemain muda untuk diorbitkan sebagai calon juara. Dukungan pengurus klub menjadi katalisator Arsenal meraih gelar Liga Premier Inggris pada musim 1997-1998, 2001-2002 dan 2003-2004 serta tentu saja lima kali menjadi runner-up dalam 15 tahun terakhir.

Tak hanya itu Wenger juga mampu membuat The Gunners meraih piala FA yang merupakan kompetisi tertua di dunia pada 1998, 2002, 2003 dan 2005 serta sekali menjadi juara dua pada 2001.

Di tingkat Eropa, Arsenal juga nyaris juara piala UEFA pada 1999-2000 dan hanya kalah sial adu penalti melawan Hakan Sukur dan kawan-kawan dari Galatasaray (Turki). Pada 2006, Arsenal maju ke final Liga Champions UEFA, tetapi Xavi Hernandez dkk di Barcelona eks klub Fabregas yang menjadi juara.

Kini sudah 5 tahun, Arsenal puasa gelar dan Fabregas bersama Theo Walcott (Inggris), Samir Nasri (Prancis), Robin van Persie (Belanda), Andrei Arshavin (Rusia), seakan menyuarakan suasana kebatinan para pemain muda yang penuh bakat dan semangat untuk mencatatkan titel juara dalam curriculum vitae mereka.

Namun, boleh dikatakan salah satu kunci sukses Arsene Wenger adalah insting bisnis dan kemahiran manajemen yang membuatnya meraup kepercayaan pengurus.

Pada April 2010, majalah Forbes menempatkan Arsenal di urutan ketiga di bawah Manchester United dan Real Madrid sebagai tim sepak bola paling untung di dunia dengan pemasukan bersih US$1,81 miliar (768 juta pounds). Posisi yang rasanya tak berubah tahun ini.

Arsenal juga dikenal sebagai klub sepak bola yang masuk bursa dengan 62.217 lembar saham yang dimiliki publik. Namun, saham Arsenal tak diperdagangkan secara normal di indeks Financial Times Stock Exchange (FTSE) ataupun Alternative Investment Market (AIM) tetapi diperdagangkan di PLUS Market, yang juga salah satu indeks di Bursa Efek London.

Data 31 Agustus 2010, saham Arenal dihargai 10,250 pounds per lembar dengan kapitalisasi pasar mencapai 637,74 juta pounds. Laba bersih sebelum pajak dan tanpa memperhitungkan hasil transfer pemain saja telah mencapai 62,7 juta pounds untuk tahun buku yang berakhir 31 Mei 2009 dan sebelumnya merugi 313,3 juta pounds.

Saat ini, dewan direksi Arsenal memegang 45,2% saham klub dengan Stan Kroenke (konglomerat Amerika Serikat) yang memegang 18.594 lembar (29,9%) . Saham Arsenal juga dimiliki dealer berlian Danny Fiszman yang memegang 10.025 lembar (16,1%), Ketua klub Arsenal Peter Hill-Wood 400 lembar (0,64%), dan lainnya seperti Lady Bracewell-Smith dengan 9.893 lembar (15,9%).

Awal April ini, Stan Kroenke seakan mencium prospek bisnis Arsenal yang telah dibangun Arsene Wenger dan kini dirinya telah mengajukan proposal akuisisi penuh terhadap kepemilikan klub London Utara ini.

Fabegras dan pemain Arsenal mungkin saja iri dengan pencapaian Cristiano Ronaldo yang berhasil membawa Real Madrid juara Copa del Rey Spanyol setelah 17 tahun dengan menghabisi Barcelona 1-0. Tentu saja, seperti kata pepatah, sejarah selalu ditulis oleh para pemenang.
(fahmi.achmad@bisnis.co.id)

No comments: