Friday, July 1, 2011

Ini dia para sekuritas obligasi syariah (sukuk)


HSBC Holdings Plc harus menyerahkan posisi nomor satu kepada Maybank Investment Bank Bhd sebagai underwriter terbanyak dalam menangani emisi obligasi syariah (sukuk) global.

Bank terbesar Eropa tersebut tak berhasil mempertahankan posisinya karena emisi sukuk di enam negara Gulf Cooperation Council (GCC) anjlok 23% pada 6 bulan tahun ini, menjadi US$1,9 miliar karena faktor gejolak politik di wilayah tersebut.

Berdasarkan data Bloomberg 1 juli 2011, Maybank melaju sebagai nomor satu mengalahkan HSBC,CIMB Group dan Standard Chartered Plc dalam peringkat underwriter sukuk per Juni 2011 dengan menangani sukuk US$3 miliar dengan pangsa pasar 22%.

HSBC manangani sukuk korporasi dan negara sebesar US$2,62 miliar dan CIMB US$2,59 miliar dengan pangsa pasar masing-masing 19,9% dan 19,6%.

CIMB yang berada di peringkat ketiga, bersama Maybank, HSBC dan Citigroup Inc menjadi empat underwriter yang ditunjuk menangani sukuk pemerintah Malaysia senilai US$2 miliar yang diterbitkan pekan ini.

Penjualan obligasi syariah pada tahun ini diharapkan bisa naik dua kali lipat dari 2010 yang sebesar US$6,5 miliar, yang akan didukung dengan rencana pembangunan senilai US$444 miliar selama 10 Tahun di Malaysia dan emisi dari Islamic Development Bank dan Pakistan.

Berdasarkan indeks sukuk HSBC/NASDAQ Dubai US Dollar, rasio pengembalian (return) obligasi syariah dalam 6 bulan terakhir mencapai 5,4%. Pencapaian itu, menurut data indeks JPMorgan Chase & Co.’s EMBI Global, seiring dengan pasar yang berkembang sebesar 4,8%.

Indeks HSBC/NASDAQ Dubai US Dollar juga memperlihatkan perbedaan rata-rata yield antara sukuk dengan London interbank offered rate (Libor) kian mengecil dan kini sebesar 9 basis poin menjadi 238 kemarin.

Di Indonesia PT Bank Syariah Mandiri (BSM) siap menyerap obligasi berbasis syariah (sukuk) yang nantinya diterbitkan oleh sejumlah korporasi pada tahun ini dengan nilai penyerapan maksimal hingga mencapai Rp5 triliun.

Head of Syariah Finance PT Mandiri Sekuritas Safei mengatakan BSM sebagai salah satu perusahaan terafiliasi dengan perseroan berkomitmen akan menyerap emisi sukuk guna menumbuhkembangkan industri surat utang berbasis syariah.

Bahkan dia mengatakan dari jumlah sukuk yang saat ini dimiliki sebesar Rp2,5 triliun, BSM bisa membeli sukuk maksimal hingga dua kali lipat dari nilai tersebut. “Perusahaan yang punya afilisasi dengan kami yakni BSM, karena sama-sama merupakan anak usaha PT Bank Mandiri Tbk, sudah siap jika ada penerbitan sukuk dari korporasi,” katanya kepada pers di Jakarta, hari ini.

Hanya saja dia menegaskan penyerapan sukuk tersebut tentunya akan memperhatikan tepatnya waktu, harga penawaran emisi, serta tenor yang ditawarkan kepada investor. “Intinya perusahaan terafiliasi kami yakni BSM bisa menyerap asalkan timing-nya tepat, tenor, dan pricing. Jangan saat musim haji ditawarkan,” katanya.

Pemerintah Indonesia akan menerbitkan obligasi syariah atau sukuk negara berbasis proyek infrastruktur senilai Rp2,09 triliun pada Agustus untuk mendanai pelaksanaan 1.606 proyek milik dua kementerian.

Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, menjelaskan ada dua jenis sukuk negara berbasis proyek (project based sukuk) yang tengah dipertimbangkan pemerintah untuk diterbitkan. Yakni sukuk yang diterbitkan menggunakan proyek-proyek kementerian /lembaga (K/L) yang

sudah ada di APBN sebagai aset dasar penerbitan (underlying aset), dan sukuk yang diterbitkan secara khusus untuk membiayai proyek-proyek baru (project financing).

"Untuk penerbitan tahun 2011, penerbitan project based sukuk direncanakan menggunakan proyek dari dua K/L sebagai underlying, yaitu Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum, dengan jumlah proyek mencapai 1.606 Proyek dan total alokasi dana Rp20,9 triliun," ujar dia.

No comments: