Tuesday, July 5, 2011

Begini kinerja reksa dana Januari-Juni 2011


Kinerja seluruh produk reksa dana, yakni reksa dana saham, reksa dana campuran, dan reksa dana pendapatan tetap pada semester I/ 2011 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, sebanyak 68 reksa dana saham selama semester I/2011 membukukan rerata imbal hasil (return) sebesar 1,14%, lebih rendah dari pencapaian semester I/ 2010, yaitu 7,76%.

Pada periode yang sama tahun lalu, sebanyak 93 reksa dana campuran juga membukukan rerata imbal hasil 1,53%, turun dibandingkan dengan kinerja 96 reksa dana sejenis dengan rerata imbal hasil sebesar 5,13% pada tahun lalu.

Adapun, rerata imbal hasil reksa dana pendapatan tetap yang mayoritas aset dasarnya berupa obligasi dibukukan sebesar 3,91% dari 83 produk sepanjang semester I/ 2011. Pada semester I/ 2010, rerata imbal hasil itu dibukukan sebesar 6,13% dari 96 produk reksa dana.

Analis Riset PT Infovesta Utama Rudiyanto mengatakan perlambatan kinerja reksa dana pada paruh pertama tahun ini disebabkan oleh kondisi pasar global yang tidak sebaik tahun lalu.

“Pada awal tahun, kinerja reksa dana terkoreksi cukup dalam akibat sentimen negatif dari pasar global. Selain itu, manajer investasi juga kalah start dengan IHSG, sehingga kinerja reksa dana lebih rendah dari IHSG,“ ujarnya dihubungi Bisnis kemarin.

Rudiyanto menambahkan akses informasi saat ini semakin mudah, sehingga manajer investasi semakin sulit dalam mengalahkan imbal hasil indeks harga saham gabungan (IHSG).

Rudiyanto menuturkan minat investor untuk reksa dana sebenarnya masih besar, tetapi kondisi pasar kurang mendukung. Hal itu mengakibatkan kinerja pada 6 bulan pertama tahun ini kurang baik.

Dia memaparkan prospek kinerja reksa dana pada semester II/2011 kemungkinan lebih baik dibandingkan dengan semester I/2011. Kondisi tersebut didorong oleh sentimen positif dari pasar domestik.

Berdasarkan data PT Info vesta Utama, rerata imbal hasil untuk produk reksa dana pendapatan tetap pada semester I/2011 tercatat paling besar dibandingkan dengan produk reksa dana saham dan reksa dana campuran.

Imbal hasil Padahal, reksa dana saham tercatat memberikan imbal hasil paling besar pada periode yang sama tahun lalu.

Reksa dana saham mengacu pada pergerakan IHSG, sedangkan reksa dana pendapatan tetap mengacu pada obligasi pemerintah. Selama semester I/2010, IHSG tercatat tumbuh 5%, sedangkan rerata obligasi pemerintah sebesar 3,4%.

Direktur GMT Asset Management Marto Sutiono mengatakan peningkatan imbal hasil produk reksa dana perseroan, terkait dengan kombinasi antara peningkatan transaksi saham dan kenaikan harga obligasi.

(Please read Bisnis Indonesia)

No comments: