Friday, August 12, 2011

Ini hasil dari sensus sapi dan kerbau 2011


Populasi sapi potong dan perah serta kerbau betina lebih besar dibandingkan dengan populasi janta yaitu berturut-turut 68,15%, 78,93%, dan 68,76%.

Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan sapi betina dewasa lebih banyak dibandingkan dengan sapi jantan, karena harus melahirkan 5 kali, kemudian baru dipotong.

"Sapi jantan distribusi bagus untuk swasembada, Populasi sapi jantan berusia muda sama dengan sapi jantan dewasa," ujarnya saat Konferensi Pers Hasil Sensus Sapi 2011, hari ini [12 Agustus 2011]

Berdasarkan hasil pendataan PSPK 2011 mencatat populasi sapi sebanyak 14,8 juta ekor, sapi perah 597.000 ekor, dan kerbau 1,3 juta ekor. Populasi sapi di Jawa Timur sebanyak 4,7 juta ekor yang tertinggi, sedangkan posisi kedua Jawa Tengah sebanyak 1,9 juta ekor, Sulawesi Selatan 984.000 ekor.

"Tiga provinsi ini [Jawa timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan] jumlah populasi sapi di atas 1 juta ekor."

Menurut dia, Banten merupakan satu-satunya provinsi yang populasi kerbau lebih tinggi dibandingkan dengan sapi. Adapun, populasi kerbau di provinsi lainnya selalu lebih rendah dibandingkan dengan sapi.
Sementara itu, Di Sulawesi Utara, kata dia, tidak ada satupun kerbau, sedangkan di Papua Barat hanya terdapat 1 ekor kerbau.

Jawa memiliki populasi sapi sebanyak 7,5 juta ekor atau 50,74% dari populasi sapi potong nasional di susul Sumatra 2,7 juta ekor atau 18,40%, disusul Bali dan Nusa Tenggara Barat dan Timur 2,1 juta ekor atau 14,19%.

Berdasarkan sensus itu, maka jumlah populasi sapi dan kerbau sebanyak 15,4 juta ekor, sedangkan hasil sensus 2003 sebanyak 10,2 juta ekor, sehingga rata-rata pertumbuhan populasi sapi 2003-2011 sebesar 5,3% per tahun atau rata-rata pertumbuhannya 653.100 ekor per tahun.

Sementara itu, populasi kerbau pada 2003 sebanyak 1,4 juta ekor, sedangkan pada tahun ini sebanyak 1,3 juta ton sehingga rata-rata 2003-2011 turun 0,58% atau berkurang 7.800 ekor per tahun.

No comments: