Monday, December 5, 2011

Kinerja reksa dana Januari-November 2011


Rerata imbal hasil reksa dana saham pada Januari hingga November 2011 tercatat minus 4,35% lebih rendah dari pertumbuhan indeks harga saham gabungan yang tumbuh 0,31%.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, terdapat 49 produk reksa dana dari 65 reksa dana saham yang berimbal hasil (return) negatif, sedangkan sisanya 16 produk mampu mencatatkan kinerja positif.

Adapun, satu produk dari 16 reksa dana berkinerja positif itu mencatatkan return plus, tetapi nilainya masih di bawah return IHSG 0,31%. Produk tersebut yakni Schroder 90 Plus Equity Fund dari PT Schroder Investment Management Indonesia dengan return 0,23%.

Dari 15 produk berkinerja positif di atas IHSG, kinerja tertinggi adalah Makinta Mantap dari PT Makinta Securities dengan return 16,04% dan disusul Panin Dana Maksima milik PT Panin Asset Management 6,92%, dan Millenium Equity milik PT Millenium Danatama Indonesia 6,47%.

Selanjutnya, kinerja yang turun terdalam dibukukan oleh Mega Dana Ekuitas milik PT Mega Capital Investama yang membukukan return -23,01%, lalu OSK Nusadana Alpha Sector Rotation milik PT OSK Nusadana Asset Management -22,07%, dan Pratama Saham -16,73% yang diterbitkan oleh PT Pratama Assets Management.

Analis PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan penurunan kinerja reksa dana saham akibat pengaruh penurunan IHSG itu terutama terjadi pada September. Selain itu, penurunan indeks pun terpengaruh krisis Eropa.

"Indeks turun cukup dalam, selain itu pada awal tahun juga sempat turun. Indeks kembali terpengaruh krisis utang di Eropa ketika IHSG pada September terjerembab. Sentimen ini mempengaruhi imbal hasil reksa dana saham," katanya 2 Desember 2011

Namun, Wawan optimistis pada akhir tahun biasanya indeks melanjutkan tren positif, sehingga diharapkan hal itu dapat memompa imbal hasil dari investasi reksa dana. "Data dana kelolaan November mungkin terbit Senin pekan depan. Jadi, data unit penyertaan reksa dana bisa terlihat," katanya.
Alokasi portofolio

Direktur Utama Panin Asset Management Winston SA Sual mengatakan kinerja salah satu produk perseroan, yaitu Panin Dana Maksima, di atas IHSG yakni 6,92%. Perseroan menerapkan alokasi portofolio bagi saham-saham pilihan yang merupakan saham lapis menengah.

Namun, dia mengakui kinerja sejumlah produk reksa dana dari perusahaan hasil pemisahan usaha (spin-off) PT Panin Sekuritas Tbk itu berada pada level rata-rata, bukan meningkat signifikan mengingat volatilitas IHSG juga cukup tinggi.

"Saya pikir penilaian kami tepat atas pergerakan pasar, sehingga produk kami bisa lebih baik dari waktu ke waktu. Pasar pada awal tahun ini bergerak tinggi, tetapi pada paruh kedua ini sebenarnya rata-rata sebaran portofolio kami pada saham menengah cukup baik," kata Winston.

Analis riset Infovesta Utama Rudiyanto pada kesempatan sebelumnya mengatakan pergerakan return reksa dana yang lebih rendah dibandingkan dengan IHSG itu, seiring dengan terkoreksinya bursa pada awal tahun ini bersamaaan dengan beberapa bursa dunia.

Setelah indeks meningkat, reksa dana belum mampu mengejar koreksi tersebut. Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, total dana kelolaan reksa dana mencapai Rp157,46 triliun hingga 30 Oktober 2011, naik dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp149,91 triliun.

No comments: