Skip to main content

Pemerintah bebaskan PPN bangunan terkena musibah

Pemerintah membebaskan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) atas kegiatan membangun sendiri pasca bencana alam gempa bumi di Sumatera Barat dan Jambi.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tertanggal 25 Januari 2010 No. 17/PMK.03/2010. Peraturan ini berlaku mulai 1 Oktober 2009 sampai 31 Desember 2010.

"Untuk membantu pemulihan dan percepatan rekonstruksi kembali wilayah Provinsi Sumatera Barat dan sebagia wilayah Jambi yang terkena bencana alam," kata Menkeu Sri Mulyani Inderawati dalam PMK itu yang diperoleh Bisnis.com hari ini.

Bencana alam yang dimaksud adalah bencana gempa bumi yang terjadi di sebagian wilayah Provinsi Sumatera Barat pada 30 September 2009 dan wilayah Provinsi Jambi pada 1 Oktober 2009.

Menkeu menjelaskan atas kegiatan membangun sendiri tempat tinggal dan tempat usaha yang terkena bencana alam dengan luas bangunan 200 meter persegi atau lebih dan bersifat permanen, dikenakan PPN sebesar 10% dikali dengan dasar pengenaan pajak.

“Dasar Pengenaan pajak atas kegiatan membangun sendiri adalah 0% dari jumlah biaya yang dikeluarkan atau dibayarkan untuk membangun bangunan tersebut, tidak termasuk harga perolehan tanah,” jelasnya.

Sementara dalam hal kegiatan membangun sendiri itu dilakukan oleh pengusaha kena pajak maka PPN yang dibayar atas impor atau perolehan barang kena pajak atau jasa kena pajak sehubungan dengan kegiatan membangun sendiri, tidak dapat dikreditkan.

Perlakuan pengenaan PPN tersebut, tegas Menkeu, terbatas hanya untuk wilayah yakni Padang, Bukittinggi, Pariaman, Padang Panjang, kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Kepulauan Mentawai, Tanah Datar, dan Kabupaten Kerinci Jambi.

“PPN yang telah disetor ke kas Negara atas kegiatan membangun sendiri yang dilakukan pada atau setelah terjadinya bencana alam sampai dengan diundangkannya PMK ini, dapat dimintakan pengembalian.”

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...