Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Erick Thohir

Dana Pensiun BUMN, Masih Sehat?

  Pada Selasa (3/10), Menteri BUMN Erick Thohir datang langsung ke Kejaksaan Agung untuk melaporkan dugaan penyimpangan pengelolaan di sejumlah perusahaan dana pensiun di bawah BUMN. Ini merupakan bentuk ketegasan pemerintah dalam upaya membenahi persoalan besar yang terpendam dalam pengelolaan uang pensiun karyawan badan usaha milik negara (BUMN). Kementerian BUMN mencatat ada 48 dana pensiun (dapen) yang beroperasi di lingkungan perusahaan milik negara. Dapen   itu   sebagian   besar mengelola dana pensiun karyawan   dari   perusahaan   induk atau terafiliasi dengan perusahaan   induk. Sejak awal 2023, Kementerian BUMN kian serius melakukan pendalaman atas berbagai dugaan tindak penyalahgunaan di dapen. Bahkan, kementerian BUMN meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit dengan tujuan tertentu terhadap dapen BUMN. Hasilnya, sebanyak 34 dari 48 dapen tersebut berada dalam kondisi tidak sehat. Tak hanya itu...

Krisis Pangan dan Gen Milenial Jadi Petani, Emang Bisa?

Setiap kali melalui jalan tol dari Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, kita pasti disuguhi pemandangan persawahan hijau rapi berjejer. Rasanya damai, menenangkan hati. Namun, tidak begitu saja yang dirasakan Arif Satria. Pria yang kini Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB University) ini memiliki kegelisahan tersendiri. (agrojabar.co.id) “Setiap kali saya lewat tol, itulah hati saya selalu berpikir gelisah betul, gimana 10 tahun lagi siapa yang mau mengurusi cocok tanam padi? Karena milenial lebih senang dengan sayur-sayuran dan hidroponik tetapi ketika masuk ke tanaman pangan seperti padi, ini belum ada bukti yang cukup banyak bahwa milenial tertarik ke produksi tanaman pangan, oleh karena itu jika tidak ada solusi beras, kalau tidak insentif khusus dari pemerintah, ini bahaya,” katanya. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Arif Satria saat menjadi pemateri dalam diskusi Pekan Milenial Naik Kelas yang diselenggarakan Bisnis Indonesia, BNI & PLN di Hotel Aryaduta ...

Menanti Gerak Lincah BUMN

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah melalui Kementerian BUMN terus berupaya memperbaiki performa dari badan usaha milik negara (BUMN). Transformasi berkelanjutan dilakukan agar BUMN selaku korporasi mampu mengambil peran optimal mendukung perekonomian nasional. Transformasi yang dilakukan Kementerian yang dipimpin Erick Thohir tersebut antara lain mengembangkan, mengkonsolidasikan, mengalihkan pengelolaan, hingga membubarkan atau melakukan likuidasi BUMN. Ada 41 perusahaan yang akan dikembangkan, 34 perusahaan yang dimerger, sebanyak 19 perusahaan dikelola dalam pengawasan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA. Adapun 14 korporasi pelat merah akan dilikuidasi oleh PPA karena Kementerian BUMN tak memiliki wewenang langsung untuk membubarkan perusahaan BUMN. Proses likuidasi tersebut boleh jadi adalah pilihan logis yang d...

Bongkar Pasang Direksi BUMN, Siap Jadi Bos Baru?

Ekonomi Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Jika salah jalan, akan terhantam oleh krisis.  Agar terus berjalan, harus ada penggerak. Tak cukup hanya mengandalkan dana negara yang hanya punya kontribusi 14,5%.  Di saat yang sama, pelaku usaha swasta cenderung wait and see. Pelaku usaha yang 'siap diperintah' tak lain adalah badan usaha milik negara (BUMN).  Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama dengan Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P (https://ekonomi.bisnis.com/read/20200612/44/1251842/susunan-direksi-pertamina-ramping-dan-melaju-sebagai-holding)  Dalam 5 tahun pertama kepemimpinan Presiden Jokowi, peran dan keberadaan korporasi pelat merah itu sangat diandalkan menjadi tulang punggung pembangunan nasional.  Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol ribuan kilometer, rehabilitasi dan reaktivasi jalur keret...