Skip to main content

Posts

Showing posts with the label covid-19

Keseimbangan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Salah satu kinerja pemerintah yang dinantikan publik saat ini adalah upaya pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Roda ekonomi kita sejak kuartal terakhir 2020 sebenarnya mulai bergerak sesuai harapan, meskipun masih tertatih-tatih. Pembatasan kegiatan masyarakat yang mulai dilonggarkan membuat ekonomi sempat berdenyut dengan baik. Pada awal tahun ini, data penyebaran Covid-19 belumlah membaik secara signifikan. Jumlah orang Indonesia terjangkit virus Corona bahkan telah menyentuh angka satu juta orang. Tak pelak, pembatasan kegiatan masyarakat pun digencarkan. Ekonomi pun sempat kembali kurang bergairah. Namun demikian, optimisme terhadap proses pemulihan ekonomi pada tahun ini mulai menguat. Beberapa indikator setidaknya mengonfirmasi nuansa positif tersebut. Salah satu indikatornya adalah indeks keyakinan kon...

Momentum Bank Syariah di Saat Pandemi Covid-19

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Kiprah industri perbankan syariah selama masa pandemi Corona ini ternyata cukup menarik. Tidak ada yang menyangka, bank-bank syariah mampu mencetak kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan bank umum konvensional. Sepanjang semester I/2020, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan memperlihatkan mayoritas bank umum syariah mencatatkan kinerja perolehan laba yang tumbuh dua digit. Hal ini lebih unggul dibandingkan dengan laba bank umum konvensional yang turun. Kenaikan laba bersih bank umum syariah terbesar dialami kelompok bank umum kegiatan usaha III atau BUKU III yaitu 104,72% secara year on year (yoy), sedangkan BUKU I tumbuh 34,62% yoy. Kinerja bank syariah sebenarnya sudah terlihat sejak akhir tahun 2019 di mana pangsa pasarnya terhadap industri perbankan syariah secara keseluruhan mulai naik. Bank syariah pun tak lagi berkuta...

Mengungkit Kembali Roda Ekonomi Nasional

Efek domino wabah Covid-19 dimulai dari masalah kesehatan hingga merembet ke masalah sosial dan ekonomi memang begitu nyata. Mau tak mau, ekonomi nasional pun terjerembap kian dalam. Kemarin, Rabu (5/8), Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan  pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 terkontraksi sebesar 5,32 persen (year on year/yoy) dibandingkan 5,07 persen pada periode sama tahun lalu. Kontraksi ekonomi Indonesia sebesar 5,32 persen pada kuartal II/2020 ini merupakan penurunan produk domestik bruto (PDB) terbesar sejak dua dekade silam atau tepatnya pada kuartal I/1999 yang sebesar 6,13 persen. Namun, sebagai bangsa, kita tak ingin terkungkung dalam kekhawatiran. Kita ingin semua pihak membangun optimisme. Relaksasi pembatasan sosial selama 1,5 bulan terakhir setidaknya memperlihatkan adanya dampak ekonomi yang mulai menggeliat. Dengan kewaspadaan akan aspek kesehatan yang tetap terjaga, sektor-sektor usaha ekonomi mulai bergerak, meski dengan tempo yang masih lambat. Pemerintah da...

Kiprah Bank BUKU III di Tengah Pandemi Covid-19

Di tengah upaya pemerintah untuk memulihkan perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19, peran industri perbankan nasional sangat penting. Sebagai pengelola ribuan triliun rupiah, fungsi dan peran bank sangat vital menggerakkan ekonomi. (https://www.google.com/amp/s/m.bisnis.com/amp/read/20180608/9/804728/bi-edarkan-uang-rp1882-triliun-untuk-lebaran) Namun, kita bisa lihat dalam satu kuartal terakhir, pencapaian kinerja intermediasi perbankan begitu terengah-engah. Ekonomi yang masih berjalan tertatih-tatih membuat permintaan kredit belumlah optimal. Penyaluran kredit pada per Mei 2020 hanya tumbuh 3,04% secara year-on-year (yoy) sekaligus menjadi yang terendah sejak 1998. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), posisi NPL per Mei 2020 tercatat sebesar 3,01%, dan sekaligus menjadi yang tertinggi setidaknya sejak 2015. Ada kekhawatiran, level tersebut bukanlah titik akhir karena imbas dari pandemi virus corona menjangkau banyak sektor ekonomi. Sementara itu, rasio kecuku...

Bom Waktu Restrukturisasi Kredit?

Wabah Covid-19 membuat dunia usaha tak mampu bergerak banyak. Mayoritas sektor usaha terpukul dengan aktivitas perekonomian yang terhenti terkait dengan upaya memutus mata rantai penyebaran virus.  Bagi industri perbankan, kelancaran gerak perekonomian adalah sangat menentukan.  Bank selalu mengikuti kegiatan perekonomian. Ekonomi lesu, bank pun loyo. Yang lebih menakutkan, nasabah bank bisa gagal bayar karena usahanya kolaps.  Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan pada kuartal I/2020, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan di level 2,77%.  Angka ini meningkat dibandingkan dengan realisasi akhir 2019 yang sebesar 2,30%. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi sektor ekonomi yang terdampak cukup parah.  Dari sisi persentase, NPL sektor konstruksi bahkan berada di kisaran 9%. Di sisi nilai, Sebanyak Rp20 triliun dari total kredit perdagangan senilai Rp522 triliun merupakan kredit bermasalah.  Otoritas dan pemerinta...

Too Big To Fail, Lessons Learned for Indonesia

If you’ve got a squirt gun in your pocket, you may have to take it out.  If you’ve got a bazooka, and people know you’ve got it…you’re not likely to take it out. Kutipan beken itu diucapkan Henry "Hank" Merritt Paulson, Jr., menteri keuangan ke-74 Amerika Serikat. Hank mengabdi pada masa pemerintahan Presiden George W. Bush. https://qz.com/893201/pick-the-boss-who-will-teach-you-the-most-career-advice-from-former-treasury-secretary-henry-paulson/ Paulson--di hadapan Komite Perbankan Senat, 15 Juli 2008--ingin menggambarkan betapa pentingnya dana talangan besar yang harus disediakan pemerintah untuk mengobati krisis keuangan yang merambat jadi krisis ekonomi.  Talangan itu tak boleh seperti pistol air tetapi haruslah besar, bagai senjata bazoka, sehingga publik tahu bahwa pemerintah sanggup menutupi kerugian akibat krisis. Saat itu dana besar harus disediakan pemerintah AS untuk menalangi Freddie Mac dan Fannie Mae, dua perusahaan pembiayaan perumahan yang ront...