Skip to main content

Posts

Showing posts with the label OJK

Izin Usaha Asuransi Dicabut & Nasib Pemegang Polis

Sepanjang tahun 2023 ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator perasuransian telah mencabut izin usaha 3 perusahaan asuransi. Mereka yaitu PT Asuransi Purna Artanugraha, PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) dan PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia (Asuransi Jiwa Indosurya Sukses). Ketiga perusahaan asuransi tersebut dicabut izin usahanya karena beragam alasan. Salah satu alasan utama pencabutan izin usaha adalah tidak dapat memenuhi rasio solvabilitas, ekuitas, dan rasio kecukupan investasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Pencabutan izin usaha perusahaan asuransi dilakukan dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan secara konsisten dan tegas untuk menciptakan industri asuransi yang sehat dan terpercaya, serta melindungi kepentingan pemegang polis asuransi.  Tentu ketegasan sikap OJK tersebut layak untuk diapresiasi karena sebagai bentuk penegakan hukum dalam pengawasan industri jasa keuangan terutama sektor perasuransian, penjaminan, dan da...

21 Nama Calon Pemimpin OJK 2022-2027

Di tengah diskusi dengan tema yang lumayan serius di Financial Hall, Graha CIMB Niaga lt 2, masuk pesan ke ponsel saya.  “kt atur lg, usahakan sama calon2 OJK” ujar I Gede Suhendra Kepala Komunikasi Perusahaan IFG melalui layanan pesan WhatsApp.  Pesan dari om Gede—panggilan saya kepada beliau— untuk mengajak saya dan teman-teman lain bertemu secara informal.  Saya jawab, “Yoi om, harus tuh. Hari ini ada hasil 21 nama ya”.  Hari itu, Senin 7 Maret 2022, Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan daftar 21 nama calon untk diserahkan kepada Presiden.  Ke-21 nama tersebut merupakan nama-nama yang lulus tahap IV, yakni tahap afirmasi atau wawancara yang dilakukan pada 2 sampai dengan 5 Maret 2022.  Terdapat 3 nama untuk masing-masing jabatan. Nantinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memilih dua nama tiap pos jabatan yang kemudian dibawa untuk uji kepatutan dan kelayakan oleh Komisi XI DPR. Sebenarnya tid...

Kredit Bank di Tahun 2021, Naik atau Turun?

Industri perbankan selalu mengikuti kondisi perekonomian. Ketika ekonomi bergerak maju, industri perbankan pun berkembang pesat. Namun, pandemi Covid-19 membuat segala kegiatan dan aktivitas terhambat. Laju bank pun tersendat.  Selama 2020, pelemahan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 berdampak pada fungsi intermediasi perbankan yang lunglai. Dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021 yang berlangsung pada Jumat (15/1) malam, terungkap kinerja penyaluran kredit sepanjang 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,41%. Angka tersebut tentu jauh di bawah pertumbuhan 6,08% pada 2019 yang mencapai Rp5.683,76 triliun.  Jika dilihat lebih jauh, selama 3 tahun terakhir, pertumbuhan penyaluran kredit perbankan bergerak turun. Pada 2018, kredit yang tersalurkan masih bisa tumbuh dua digit, tepatnya 11,7%. Padahal, ekonomi nasional masih tumbuh di atas 5% tiap tahun, kecuali pada 2020.  Kredit yang tumbuh mengecil ternyata berbanding terbalik dengan kepercayaan masyarakat untuk me...

Siapa Pengendali Bukopin?

Belum ada yang pasti. Proses itu masih berlangsung. Kira-kira begitu fragmen cerita hubungan para pemilik saham PT Bank Bukopin Tbk. saat ini. Cerita hubungan antarpemilik saham di Bukopin ini sebenarnya telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Di industri perbankan, apalagi perusahaan terbuka, profil bank dengan permodalan besar dan kuat adalah penting. Apalagi jika ingin ekspansi, dana harus besar. Pemilik saham terutama ultimate shareholder pun punya kewajiban agar modal bank tetap kuat. Itu berlaku untuk semua bank, termasuk Bukopin. Sebagai informasi, rasio permodalan Bukopin pada kuartal I/2020 sebesar 12,59 persen, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13,29 persen. Manajemen Bukopin akan melakukan penawaran umum saham terbatas pada 18 Juni 2020. Jika tak ikut aksi korporasi ini, porsi pemegang saham existing bisa terdilusi. Saat ini Bosowa Corporindo memiliki sekitar 23,39% saham Bukopin. Selain Bosowa, KB Kookmin Bank dari Korea Sela...