Skip to main content

Posts

Showing posts with the label BNI

Crazy Rich Indonesia & Lonjakan Simpanan di Bank

Kata orang, beberapa teori ekonomi sulit dipakai untuk menjelaskan kondisi di Indonesia. Boleh jadi benar, boleh jadi tak begitu juga. Salah satu yang menarik adalah ketika kita melihat jumlah simpanan yang terus menumpuk di perbankan di Tanah Air. Kenaikan ini terus terjadi tiap tahun loh! Seriussss… https://ekonomi.bisnis.com/read/20180202/9/733521/wow-30-duit-program-dana-desa-bisa-dongkrak-daya-beli-500 Teorinya, jika harga barang tinggi dan mahal, acuan suku bunga dinaikkan. Bunga yang tinggi akan menarik minat orang untuk menaruh uangnya di bank, ketimbang belanja. Uang masuk ke system perbankan, tak ada yang belanja, harga barang pun harusnya turun. Itu sih teorinya. Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, inflasi relative bisa dijinakkan. Suku bunga pun terus melandai. Suku bunga acuan dari Bank Indonesia yaitu BI 7-DRR pun konsisten turun sehingga rezim suku bunga rendah pun bertahta. Di 2018—2019, suku bunga acuan masih 6%--5%. Mulai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI...

Krisis Pangan dan Gen Milenial Jadi Petani, Emang Bisa?

Setiap kali melalui jalan tol dari Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, kita pasti disuguhi pemandangan persawahan hijau rapi berjejer. Rasanya damai, menenangkan hati. Namun, tidak begitu saja yang dirasakan Arif Satria. Pria yang kini Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB University) ini memiliki kegelisahan tersendiri. (agrojabar.co.id) “Setiap kali saya lewat tol, itulah hati saya selalu berpikir gelisah betul, gimana 10 tahun lagi siapa yang mau mengurusi cocok tanam padi? Karena milenial lebih senang dengan sayur-sayuran dan hidroponik tetapi ketika masuk ke tanaman pangan seperti padi, ini belum ada bukti yang cukup banyak bahwa milenial tertarik ke produksi tanaman pangan, oleh karena itu jika tidak ada solusi beras, kalau tidak insentif khusus dari pemerintah, ini bahaya,” katanya. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Arif Satria saat menjadi pemateri dalam diskusi Pekan Milenial Naik Kelas yang diselenggarakan Bisnis Indonesia, BNI & PLN di Hotel Aryaduta ...

Bank, WIR Group dan Demam Metaverse

Salah password dan harus mengurus ke kantor cabang. Itu kondisi yang saya alami dengan aplikasi mobile banking salah satu bank daerah. (https://www.linkedin.com/pulse/metaverse-banking-industry-marco-fasc%C3%AC Sejujurnya saya punya rekening di beberapa bank. Bukan karena saya crazy rich, tetapi karena beberapa kegiatan membutuhkan layanan bank yang berbeda. So isi rekening saya di bank jauh di bawah batas penjaminan LPS. Dananya pun hanya keluar masuk di kisaran tanggal 25-27. Ada tiga layanan mobile banking yang diunduh di ponsel saya. Dua milik bank pemerintah, satunya bank milik pemda. Yang terakhir ini yang error. Password salah. Saya lupa memang. Namun, yang bikin saya malas untuk mengurusnya adalah kewajiban harus datang ke kantor kas/cabang bank tersebut hanya untuk mengatur ulang passwordnya. Di dua bank pelat merah, sejauh ini, beberapa kali memang sempat ribet mengisi data kembali ketika reset ponsel ataupun update aplikasi. Namun, itu tidak masalah karena semuanya...

Bunga Murah dan Bank Digital

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Februari 2021 telah memutuskan untuk memangkas tingkat bunga acuan BI 7-Day Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,50%. Ini mengonfirmasi rezim suku bunga terendah terus berlanjut. Pemangkasan suku bunga acuan dari bank sentral seringkali menjadi kabar baik karena lembaga perbankan akan memiliki ruang untuk juga menurunkan bunga pembiayaan atau kredit kepada nasabah mereka. Biaya dana (cost of fund) yang lebih murah akan memicu perbankan untuk menyesuaikan suku bunga agar pertumbuhan kredit bisa lebih optimal. Namun, selama setahun terakhir, penurunan suku bunga kredit masih cenderung terbatas, yaitu hanya sebesar 83 bps ke level 9,70%. Padahal kondisi likuiditas perbankan begitu longgar, diikuti dengan penurunan BI 7-DRR sebesar 125 bps sepanjang tahun lalu. Apalagi suku bunga depos...

Beban Bunga Deposito & Peran Intermediasi Bank

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Kondisi industri perbankan nasional saat ini boleh dikatakan telah berada di level kenormalan baru. Biasanya ekonomi yang terus bertumbuh membuat dana di perbankan terus berputar dan sering terjadi kondisi likuiditas yang mengetat. Di 2020 ini, terutama pada enam bulan terakhir, dana yang terkumpul di bank-bank semakin menumpuk. Dana-dana tersebut berasal dari simpanan masyarakat yang tiap bulannya terus meningkat dengan pertumbuhan dua digit. Bank Indonesia mencatat dana pihak ketiga (DPK) seperti tabungan, giro, dan deposito di perbankan pada Agustus 2020 tumbuh 11,64% year on year (yoy).  Ini kondisi yang menarik karena pertumbuhan simpanan masyarakat di perbankan pada Agustus ini tercatat paling tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya yang biasanya hanya tumbuh di bawah 10%. Kondisi ini memang anomali. Ketika tren...