Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberi gambaran tentang mesin ekonomi yang mulai berdentum. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 5,12% pada kuartal II/2025, investasi melonjak 13,9% pada kuartal III, dan neraca perdagangan tetap surplus selama 64 bulan berturut-turut. Capaian ini menunjukkan arah yang benar: ekonomi Indonesia bertahan bahkan di tengah dunia yang goyah. Namun, di bawah permukaan angka-angka itu, denyut kehidupan ekonomi rakyat belum sepenuhnya pulih. Pemutusan hubungan kerja meningkat 32% pada semester I/2025, dan Indeks Keyakinan Konsumen menurun dari 121,1 menjadi 115. Artinya, mesin pertumbuhan memang sudah menyala, tetapi transmisi ke sektor riil masih tertahan di gigi rendah. Kita memahami, pemerintah mengambil langkah berani dengan kebijakan fiskal ekspansif. Belanja negara yang mencapai Rp2.234 triliun hingga September 2025 diarahkan untuk menjaga daya beli, memperkuat bantuan sosial, d...
.... nun jauh di sana, dua kampung saling terkait