Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bank Mandiri

Saham WIRG dan Bisnis Metaverse yang Menggoda

Perusahaan teknologi dan digital sedang hype. Banyak anak muda yang ingin punya perusahaan rintisan startup bidang teknologi digital. Awalnya startup kecil, dibesarkan perlahan, lalu dijual di bursa efek. Saham-sahamnya pun ternyata diburu orang. Di April 2022, ini public lebih banyak disuguhi cerita soal PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang masuk bursa saham. Jumlah sahamnya yang dijual memang besar. Dana initial public offering (IPO) GOTO juga gede yaitu Rp13 triliun lebih. Nomor tiga terbesar di BEI. Namun, bukan GOTO yang jadi primadona pasar saham selama dua pekan ini. Adalah Perusahaan teknologi perangkat lunak PT WIR Asia Tbk. (WIRG) yang sahamnya terbang meroket ke utara dan menyentuh titik auto reject atas (ARA). Tak tanggung-tanggung, WIRG bisa ARA selama lebih dari 7 hari. WIRG mulai listing 4 April 2022 dengan harga IPO Rp168 dan melepas 2,57 miliar lembar saham. Dana yang terkumpul dari IPO WIRG sebesar Rp431,89 miliar, jauh banget dari GOTO. Secara rinci, seki...

Bank, WIR Group dan Demam Metaverse

Salah password dan harus mengurus ke kantor cabang. Itu kondisi yang saya alami dengan aplikasi mobile banking salah satu bank daerah. (https://www.linkedin.com/pulse/metaverse-banking-industry-marco-fasc%C3%AC Sejujurnya saya punya rekening di beberapa bank. Bukan karena saya crazy rich, tetapi karena beberapa kegiatan membutuhkan layanan bank yang berbeda. So isi rekening saya di bank jauh di bawah batas penjaminan LPS. Dananya pun hanya keluar masuk di kisaran tanggal 25-27. Ada tiga layanan mobile banking yang diunduh di ponsel saya. Dua milik bank pemerintah, satunya bank milik pemda. Yang terakhir ini yang error. Password salah. Saya lupa memang. Namun, yang bikin saya malas untuk mengurusnya adalah kewajiban harus datang ke kantor kas/cabang bank tersebut hanya untuk mengatur ulang passwordnya. Di dua bank pelat merah, sejauh ini, beberapa kali memang sempat ribet mengisi data kembali ketika reset ponsel ataupun update aplikasi. Namun, itu tidak masalah karena semuanya...

Konsolidasi Perbankan dan Eksistensi Bank Digital

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Industri perbankan nasional saat ini menghadapi ‘demam’ transformasi menjadi layanan digital. Semua bank berlomba-lomba membuat dan memperkuat produk dan layanan digital. Kondisi pandemi Covid-19 merupakan katalisator percepatan transformasi digital. Layanan digital membuat kompetisi antarbank semakin menarik. Banyak bank-bank besar yang ingin berubah wajah menjadi bank digital. Apa daya, peran konvensional di layanan offline begitu melekat. Pilihan rasional bagi bank besar adalah memiliki bank lain yang fokus untuk layanan digital. Bank kecil jika memiliki postur usaha yang sehat dan menjanjikan, menjadi incaran akuisisi oleh bank besar, korporasi, konglomerat, konglomerat hingga perusahaan rintisan alias startup. Kabar terbaru adalah rencana PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) untuk mengakuisisi salah satu bank kecil se...

Bunga Murah dan Bank Digital

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Februari 2021 telah memutuskan untuk memangkas tingkat bunga acuan BI 7-Day Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,50%. Ini mengonfirmasi rezim suku bunga terendah terus berlanjut. Pemangkasan suku bunga acuan dari bank sentral seringkali menjadi kabar baik karena lembaga perbankan akan memiliki ruang untuk juga menurunkan bunga pembiayaan atau kredit kepada nasabah mereka. Biaya dana (cost of fund) yang lebih murah akan memicu perbankan untuk menyesuaikan suku bunga agar pertumbuhan kredit bisa lebih optimal. Namun, selama setahun terakhir, penurunan suku bunga kredit masih cenderung terbatas, yaitu hanya sebesar 83 bps ke level 9,70%. Padahal kondisi likuiditas perbankan begitu longgar, diikuti dengan penurunan BI 7-DRR sebesar 125 bps sepanjang tahun lalu. Apalagi suku bunga depos...

Beban Bunga Deposito & Peran Intermediasi Bank

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Kondisi industri perbankan nasional saat ini boleh dikatakan telah berada di level kenormalan baru. Biasanya ekonomi yang terus bertumbuh membuat dana di perbankan terus berputar dan sering terjadi kondisi likuiditas yang mengetat. Di 2020 ini, terutama pada enam bulan terakhir, dana yang terkumpul di bank-bank semakin menumpuk. Dana-dana tersebut berasal dari simpanan masyarakat yang tiap bulannya terus meningkat dengan pertumbuhan dua digit. Bank Indonesia mencatat dana pihak ketiga (DPK) seperti tabungan, giro, dan deposito di perbankan pada Agustus 2020 tumbuh 11,64% year on year (yoy).  Ini kondisi yang menarik karena pertumbuhan simpanan masyarakat di perbankan pada Agustus ini tercatat paling tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya yang biasanya hanya tumbuh di bawah 10%. Kondisi ini memang anomali. Ketika tren...