Di tengah upaya pemerintah untuk memulihkan perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19, peran industri perbankan nasional sangat penting. Sebagai pengelola ribuan triliun rupiah, fungsi dan peran bank sangat vital menggerakkan ekonomi. (https://www.google.com/amp/s/m.bisnis.com/amp/read/20180608/9/804728/bi-edarkan-uang-rp1882-triliun-untuk-lebaran) Namun, kita bisa lihat dalam satu kuartal terakhir, pencapaian kinerja intermediasi perbankan begitu terengah-engah. Ekonomi yang masih berjalan tertatih-tatih membuat permintaan kredit belumlah optimal. Penyaluran kredit pada per Mei 2020 hanya tumbuh 3,04% secara year-on-year (yoy) sekaligus menjadi yang terendah sejak 1998. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), posisi NPL per Mei 2020 tercatat sebesar 3,01%, dan sekaligus menjadi yang tertinggi setidaknya sejak 2015. Ada kekhawatiran, level tersebut bukanlah titik akhir karena imbas dari pandemi virus corona menjangkau banyak sektor ekonomi. Sementara itu, rasio kecuku...
.... nun jauh di sana, dua kampung saling terkait