Skip to main content

kontrak pengelolaan dana (KPD/discretionary fund)

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) berencana membatasi minimal investasi senilai Rp25 miliar bagi pengelolaan dana nasabah (PDN) yang merupakan bentuk baru kontrak pengelolaan dana (KPD/discretionary fund) bilateral.

Berdasarkan situs resmi Bapepam-LK hari ini, otoritas pasar modal mengeluarkan draf awal penerbitan produk PDN yang mensyaratkan beberapa klausul, yaitu minimal investasi sebesar Rp25 miliar, penyimpanan produk di kustodian, dan kewajiban kontrak notarial. Selain itu, isi dari PDN juga dibatasi hanya berupa efek.

Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Djoko Hendratto, yang membawahi reksa dana dan manajer investasi, ketika dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut.

Dia mengatakan sudah keluarnya draf awal peraturan No.V.G.6 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Nasabah Berdasarkan Perjanjian Pengelolaan Dana yang Bersifat Bilateral dan Individual oleh Manajer Investasi tersebut menunjukkan niat otoritas mengatur semua produk investasi.

“Salah satu alasannya karena kasus KPD yang terjadi beberapa tahun terakhir,” ujarnya kepada Bisnis hari ini.

Namun, tuturnya, dia belum dapat memastikan apakah PDN tersebut membatasi repo (repurchase agreement) saham atau tidak sebagai basis aset yang dapat dijadikan instrumen investasi di dalam produk tersebut.


Peraturan tersebut juga menjelaskan otoritas pasar modal hanya memberikan waktu transisi selama setahun bagi manajer investasi yang masih mengelola produk KPD untuk membatalkan dan mengalihkan produk investasinya agar sesuai dengan peraturan yang akan dibuat tersebut.


Rencana pembatasan selama setahun itu lebih pendek dibandingkan dengan peraturan V.A.3 yang pernah dikeluarkan Bapepam-LK di penghujung tahun lalu dan direvisi pada akhir pekan lalu. Batasan awal yang ditetapkan Bapepam-LK untuk masa transisi tersebut yaitu selama 2 tahun.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...