Skip to main content

Industri Oleokimia merugi

Industri oleokimia pada tahun ini berpotensi merugi hingga US$480 juta akibat kondisi infrastruktur pelabuhan ekspor yang rusak sehingga menghambat aktivitas perdagangan.
Dewan Pertimbangan Asosiasi Produsen Oleokimia Indonesia (Apolin) Kris Hadisubroto mengatakan kerugian tersebut terjadi karena pengenaan demurrage (biaya kelebihan waktu dalam pemakaian kontainer) yang dibebankan pemilik kapal kepada produsen oleokimia.
“Dalam tempo dua bulan kami telah terkena demurrage sebesar US$80.000 untuk dua kali pengapalan. Ini terjadi pada Desember 2009 dan Januari 2010. Pada Januari, kami kena sekitar US$20.000. Jika dalam dua bulan kami harus membayar US$80.000, dalam setahun bisa mencapai US$480 juta,” katanya.
Situasi tersebut dinilainya sangat ironis mengingat iklim bisnis di sektor oleokimia pada tahun ini semakin membaik. Menggeliatnya bisnis oleokimia akan semakin memacu ekspor produk tersebut ke mancanegara.
Namun, katanya, hal tersebut ternyata tak ditunjang oleh kondisi infrastruktur pelabuhan di sentra-sentra produksi CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) Sumatra yang dikelola PT Pelindo.
“Situasi pelabuhan di luar Jawa yang dekat dengan industri CPO sangat parah. Padahal, pabrik oleokimia harus dekat dengan bahan bakunya. Selain itu, pasokan listrik sangat terbatas sehingga mengganggu produksi. Kondisi ini pula yang memaksa PT Wilmar memilih tempat berinvestasi di luar Sumatra,” paparnya.
Dia menilai komitmen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang akan membangun klaster industri oleokimia di Riau dan Kalimantan Timur akan terhambat problem infrastruktur. Atas dasar itu, dia meminta agar pemerintah menarik investasi besar-besaran untuk menyelesaikan masalah infrastruktur.
“Kami belum melihat adanya kesungguhan pemerintah dalam memperbaiki dan mengelola infrastruktur dengan baik. Kalau tidak ada perbaikan, potensi investasi oleokimia sekitar US$100 juta pada tahun ini akan tertunda,” ujarnya.

Comments

Popular posts from this blog

Eka Frestya, Avvy Olivia & Astri Rachmadani

Astri : Bang Norman sekarang tajir n terkenal lho ky selebritis. Avvy: Padahal dulu pernah nembak gue tuh.!! Eka : OMG..bener lu..?! Avvy: Yoi.... Astri : Trus..truss, lu terima ga....?! Avvy : Ngga lha....lagian nembak gue pake cara muter2in pohon segala kaya filem India, mirip Shahruk khan aja, gue kan pingin di tembak ala Amrik. Eka : Tapi lu nyesel ga sekarang...?! Avvy : Bangeeeeet..!! itu obrolan imajiner dari ketiga Cops Angels Briptu Eka Frestya, Brigadir Avvy Olivia dan Brigadir Astri Rachmadani. Berikut hasil wawancara faktual dari Fajar Anugrah Putra | Newsroom Blog – Kam, 21 Apr 2011 11.28 WIB dan foto Yahoo!/Bernard Chaniago. Briptu Eka Frestya Ingin Jadi Model Brigadir (Polisi) Satu Eka Frestya adalah salah satu duta Kepolisian RI dalam menjalankan tugas mendekatkan korps dengan masyarakat. Melalui televisi, ia dan sejumlah rekannya kerap tampil menyampaikan informasi lalu lintas. Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

Ini syarat menjadi pemain sepak bola

Sepak bola itu tak sekedar olah raga menendang bola. Ini olahraga yang full body contact. Menjadi pemain bola tentu ada syaratnya.. bagi saya, seorang pemain bola tentu dimulai dari HATI. Semuanya memang dari hati, kalau hati sudah cinta sama sepak bola, apapun dilakukan. syarat nomor dua, tentu saja BAKAT. tak semua pemain sepakbola menjadi peraih gelar FIFA best player of the year. Pele, Maradona, Ronaldo plontos, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi tak lahir setiap tahun. Syarat nomor tiga, wajib adalah FISIK. Tubuh yang sehat fisik luar dalam lebih diutamakan. Tak perlu menjadi pemain yang setinggi saya (185 cm) untuk menjadi pemain bola andal. Toh Lionel Messi jadi pemain terbaik dunia dengan tinggi 20 cm lebih rendah dari saya. Dulu ada kiper Meksiko terkenal Jorge Campos, dia termasuk pendek tapi bermain di Piala Dunia dengan apik. Bek belakang Paolo Cannavarro hanya 170 cm, terlalu pendek untuk centre back, tapi toh Cannavarro kapten Azurri kala juara dunia 2006, y...