Skip to main content

Destinasi Tirta Nusantara

(by Arif Gunawan S.)
Dibayangi resesi global, PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk meraih peningkatan jumlah wisatawan menjadi 72.400 orang pada 2009. Gencarnya pemasaran menjelang pemulihan resesi diekspektasikan memperkuat kinerja tahun ini.

Hingga September 2009, Destinasi meningkatkan jumlah pengunjung sebesar 4,3% menjadi 72.400 orang. Wisatawan mancanegara (wisman) Eropa sebagai pengunjung terbesar Destinasi meningkat 6,4% seiring dengan membaiknya ekonomi benua tersebut dan tingginya nilai tukar euro terhadap dolar AS.

Wisman Asia juga tercatat masih naik 3,1% secara tahunan. Sebaliknya, resesi ekonomi di Amerika berdampak negatif bagi pengunjung Destinasi dengan penurunan jumlah wisman sebesar 32,1%. ,
Kinerja perseroan itu mengekor industri wisata nasional yang selama perode 2006-2008 meningkat rata-rata 13% per tahun, dari 4,9 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2006 menjadi 6,2 juta wisman pada 2008.

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Chichen T.N. mencatat hingga September 2009, jumlah wisman di Indonesia mencapai 4,6 juta atau naik 0,7% secara tahunan, atau jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

"Ini masih lebih baik dibandingkan dengan Singapura, Thailand, dan Vietnam yang menurun masing-masing 9,2%, 15%, dan 17,7%. Pemerintah menargetkan jumlah wisman ke Indonesia sebanyak 6,5 juta orang pada 2009 dan 7 juta pada 2010," tuturnya dalam laporan riset per 28 Desember.

Berdasarkan target kenaika wisman hingga akhir 2009 sebesar 4%, Destinasi diperkirakan meraup laba bersih Rp6,7 miliar dengan margin sebesar 2,9%. Pertumbuhan pendapatan rata-rata selama 2009-2013 diproyeksi sebesar 28,7% per tahun.

Ekspektasi pemulihan PDB di negara asal wisman yang menjadi pelanggan Destinasi, lanjutnya, akan menjadi pendorong utama keuangan perseroan tahun ini. Berdasarkan asal negara, kunjungan wisman tertinggi di Indonesia berasal dari Asia, diikuti Eropa dan Amerika.

Emiten dengan kode saham PDES ini bergerak di bidang usaha pariwisata untuk wisman, terutama dari Eropa. Beberapa negara penyuplai wisman Destinasi adalah Prancis (1,13%), Belanda (0,59%), dan Italia (0,12%).

"Dengan terus membaiknya ekonomi Eropa dan Asia, Destinasi akan mampu memacu pendapatan mencapai Rp228,7 miliar pada akhir 2009, tumbuh 17,9% secara tahunan atau rata-rata sebesar 28,7% per tahun dari 2009-2013," tutur Chichen.

Jumlah wisman dari Eropa saat ini mencapai 72,1% dari total pelanggan Destinasi pada 2008, sisanya dari wisman Asia dan Amerika masing-masing sebesar 12,2% dan 5,4%. Wisman Eropa selama ini dikenal meminati paket overland (wisata lintaspulau) dan beach holiday (wisata pantai).

Tidak heran, pendapatan Destinasi per Desember 2008 didukung kedua paket tersebut, masing-masing dengan kontribusi sebesar 46,69% dan 30,88%. "Destinasi masih menjadikan paket overland dan beach holiday sebagai paket utama yang menjadi produk andalan," papar Chichen.

Selama 2005-2008, Destinasi membukukan pertumbuhan jumlah pelanggan rata-rata 15,6% sehingga menghasilkan pertumbuhan pendapatan sebesar 29,8%. Perolehan itu lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan wisman nasional yang hanya 7,6% pada periode sama.

Genjot pemasaran
Pefindo mencatat Destinasi mulai menggenjot intensitas pemasaran ke negara-negara Asia khususnya Malaysia, Hongkong, Jepang, Korea dan Taiwan. Pemasaran yang gencar selama 2009 diperkirakan berdampak pada peningkatan pendapatan pada tahun ini.

Per September tahun lalu, pemasaran agresif melalui agen dan kantor cabang di luar negeri berhasil mendongkrak jumlah wisman Destinasi sebesar 4,26%, atau lebih tinggi dari kunjungan wisatawan domestik sebesar 0,7%.

Aktivitas pemasaran itu membuat pendapatan mereka naik 26,6% secara tahunan mencapai Rp181,9 miliar. Sebesar 80%-90% dari total penjualan dikontribusikan paket perjalanan wisata yang menguat 28,5% secara tahunan menjadi Rp156,2 miliar.

"Gencarnya kegiatan pemasaran seiring tingginya beban langsung telah memicu penurunan margin laba bersih dari 3,4% pada September 2008 menjadi 2,4% pada periode yang sama setahun kemudian," papar Chichen.

Margin laba usaha, lanjutnya, berpotensi sedikit tergerus menjadi 4,4% dibandingkan dengan posisi 2008 sebesar 4,7% seiring dengan melonjaknya biaya promosi. Namun, kenaikan pelanggan pada tahun berikutnya diharapkan menutup biaya promosi hingga margin laba bersih berpotensi naik rata-rata 3,6% pada tahun-tahun berikutnya.

Chichen menilai kinerja keuangan Destinasi selama ini sangat dipengaruhi aktivitas musiman wisman, terutama pada masa liburan yang mencapai puncaknya pada triwulan III dan IV tiap tahun. Selama triwulan III/2009, total pendapatan mencapai Rp79,4 miliar atau 77,4% dari perolehan pendapatan semester I/2009 Rp102,5 miliar.

"Pada umumnya, lonjakan jumlah pengunjung terjadi di pertengahan tahun karena sudah memasuki musim liburan dan para akhir tahun menjelang natal dan tahun baru, dan menurun awal tahun ini," ujarnya.
Di samping pemasaran, Destinasi juga memiliki keunggulan infrastruktur berupa dukungan lebih dari 200 armada kendaraan wisata yang dipasok PT Panorama Transportasi Tbk dan fasilitas pemesanan tiket oleh Panorama Tours Ticketing.

Keduanya merupakan perusahaan afiliasi yang berada di bawah bendera Panorama Leisure Group. Induk Destinasi, yakni Panorama Leisure Group (PLG) tercatat telah 37 tahun menggarap industri pariwisata, Destinasi saat ini menjadi salah satu pemimpin pasar bisnis tersebut.

"Alat transportasi merupakan bagian penting dari bisnis inbound [wisata rombongan korporat]. selama ini, Destinasi memperoleh dukungan transportasi dari perusahan afiliasi di bawah satu grup yakni Panorama Transportasi," ujar Chichen.

Dengan makin tingginya jumlah pengunjung, Destinasi mulai menyediakan armada sendiri. Mereka menganggarkan belanja modal (capital expenditure/ capex) senilai Rp20 miliar selama beebrapa tahun ke depan, sekitar 80-90% untuk pembelian armada baru dan sisanya pembukaan kantor cabang baru.
Dukungan grup dan strategi pemasaran itu diharapkan dapat menaklukkan tantangan industri pada 2010, setelah sempat memanas dengan risiko gagal bayar surat utang di Eropa.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...