Skip to main content

Honda andalkan Jazz, CR-V dan Freed

PT Honda Prospect Motor (HPM) menargetkan penjualan sebanyak 47.000 unit pada tahun ini, dengan mengandalkan tiga model inti yakni Jazz, CR-V dan Freed.

Tahun ini, HPM selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Honda di Tanah Air akan memusatkan perhatian untuk peningkatan penjualan sekaligus pelayanan terhadap pelanggan.

Yukihiro Aoshima, Presdir PT HPM mengatakan fundamental pertumbuhan ekonomi di Indonesia sudah cukup baik, antara lain suku bunga yang rendah dan nilai tukar rupiah yang stabil.

"Dengan kondisi itu, kami bisa memprediksi akan terjadi penjualan otomotif di Indonesia sbanyak 566.000 unit pada tahun ini. Angka itu meningkat 16,4% dibandingkan dengan 2009," katanya dalam Honda New Year Media Gathering, hari ini.

Untuk Honda sendiri, kata Aoshima, melihat tren penjualan tiap produk yang positif hingga akhir tahun.

"Kami yakin penjualan kami juga akan ikut meningkat," ujarnya.

Pada 2009, HPM melego sebanyak 39.570 unit kendaraan di pasar domestik. Apabila ditambah dengan kinerja ekspor Honda Freed sebanyak 1.104 unit, total penjualan HPM tahun ini mencapai 40.674 unit.

Honda Jazz merupakan produk dengan angka penjualan tertinggi di antara jajaran produk-produk Honda. Sepanjang 2009, Honda Jazz bertahan menjadi pemimpin pasar dengan 48% market share dan total penjualan 15.713 unit. Di bawah Honda Jazz, Honda CR-V mencatat penjualan 10.110 unit dan mengantongi 34% pangsa pasar, tertinggi di kelas sport utility vehicle (SUV).
Produk terbaru, Honda Freed, yang diluncurkan HPM pada akhir Juni 2009 langsung menjadi salah satu produk terlaris di Indonesia dengan total penjualan 8.900 unit. Produk ini meraih pangsa pasar sebesar 14% di kelas kendaraan multi purpose vehicle (MPV).

Bulan lalu, HPM mengekspor Honda Freed ke Thailand, Brunei Darussalam dan Singapura dengan volume total 1.104 unit.

Di segmen sedan, Honda City meraih penjualan 2.526 unit dengan pangsa pasar 35%. Model Civic pun kembali menjadi pemimpin pasar di kelas small sedan dengan 44% pangsa pasar. Untuk Accord terjual 666 unit sepanjang 2009 dengan meraup 17% pangsa pasar di kelas medium.

Aoshima menjelaskan pencapaian penjualan Honda tersebut didukung oleh komitmen kuat untuk memberikan kualitas produk dan pelayanan yang terbaik bagi konsumen.

"Komitmen kami untuk pelanggan tidak pernah berkurang, seperti pembukaan diler, penambahan fasilitas diler, penyempurnaan sistem layanan terhadap konsumen hingga peluncuran produk baru," paparnya.

Selama 2009 hingga Januari 2010, HPM telah membuka 6 diler baru, di Bangka, Salatiga, Tangerang, Pekanbaru, Jakarta dan Balikpapan, Jumlah itu melengkapi total diler resmi Honda menjadi 90 diler.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...