Skip to main content

Hibah Hadi Poernomo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan verifikasi terhadap laporan harta kekayaan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo terkait kecurigaan mengenai hasil hibah.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan tahapan yang dilakukan KPK adalah melakukan verifikasi layaknya prosedur yang dilakukan terhadap penyelenggara negara lainnya.

Sebelumnya, muncul kecurigaan mengenai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara (LHKPN) milik Hadi Poernomo karena hibah yang mencurigakan.

"KPK melakukan verifikasi yakni dengan mencocokkan yang dilaporkan dan kenyataan. Kecuali ada hibah yang mencurigakan bisa ditindaklanjuti," ujar Johan kepada pers di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan pihaknya belum bisa mengklasifikasikan apakah hibah yang tertera dalam laporan itu termasuk mencurigakan atau tidak. Namun, sambungnya, masyarakat dapat melaporkan secara aktif kepada KPK terkait dengan harta penyelenggara negara yang belum didaftarkan.

Pada laporan 2006, KPK sudah melakukan verifikasi terhadap harta Hadi Poernomo yang saat itu menjabat sebagai Direktur Jendral Pajak 2001-2006. Namun, KPK belum memverifikasi kekayaannya ketika dia menjabat Ketua BPK periode 2009-2014.

Pada LHKPN milik Hadi Poernomo, sejumlah data menyebutkan harta kekayaan milik pejabat itu berasal dari hibah. Seperti tanah dan bangunan di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Bogor atas nama Melita Setyawati senilai Rp1,221 miliar diperoleh pada 1988, tanah di Kelurahan Kembangan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat atas nama Melita Setyawati senilai Rp4,993 miliar diperoleh 1985.

Juga tanah di Kelurahan Kembangan, Jakarta Barat atas nama Melita Setyawati senilai Rp1,722 diperoleh 1990, tanah dan bangunan Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta, atas nama Hadi Poernomo seluas 668 meter persegi diperoleh pada 1985 senilai Rp3,051 miliar, apartemen Kusuma Chandra di Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta, atas nama Melita Setyawati seluas 123 meter persegi diperoleh pada 1999 senilai Rp2,628 miliar.

Comments

Popular posts from this blog

Eka Frestya, Avvy Olivia & Astri Rachmadani

Astri : Bang Norman sekarang tajir n terkenal lho ky selebritis. Avvy: Padahal dulu pernah nembak gue tuh.!! Eka : OMG..bener lu..?! Avvy: Yoi.... Astri : Trus..truss, lu terima ga....?! Avvy : Ngga lha....lagian nembak gue pake cara muter2in pohon segala kaya filem India, mirip Shahruk khan aja, gue kan pingin di tembak ala Amrik. Eka : Tapi lu nyesel ga sekarang...?! Avvy : Bangeeeeet..!! itu obrolan imajiner dari ketiga Cops Angels Briptu Eka Frestya, Brigadir Avvy Olivia dan Brigadir Astri Rachmadani. Berikut hasil wawancara faktual dari Fajar Anugrah Putra | Newsroom Blog – Kam, 21 Apr 2011 11.28 WIB dan foto Yahoo!/Bernard Chaniago. Briptu Eka Frestya Ingin Jadi Model Brigadir (Polisi) Satu Eka Frestya adalah salah satu duta Kepolisian RI dalam menjalankan tugas mendekatkan korps dengan masyarakat. Melalui televisi, ia dan sejumlah rekannya kerap tampil menyampaikan informasi lalu lintas. Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

Ini syarat menjadi pemain sepak bola

Sepak bola itu tak sekedar olah raga menendang bola. Ini olahraga yang full body contact. Menjadi pemain bola tentu ada syaratnya.. bagi saya, seorang pemain bola tentu dimulai dari HATI. Semuanya memang dari hati, kalau hati sudah cinta sama sepak bola, apapun dilakukan. syarat nomor dua, tentu saja BAKAT. tak semua pemain sepakbola menjadi peraih gelar FIFA best player of the year. Pele, Maradona, Ronaldo plontos, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi tak lahir setiap tahun. Syarat nomor tiga, wajib adalah FISIK. Tubuh yang sehat fisik luar dalam lebih diutamakan. Tak perlu menjadi pemain yang setinggi saya (185 cm) untuk menjadi pemain bola andal. Toh Lionel Messi jadi pemain terbaik dunia dengan tinggi 20 cm lebih rendah dari saya. Dulu ada kiper Meksiko terkenal Jorge Campos, dia termasuk pendek tapi bermain di Piala Dunia dengan apik. Bek belakang Paolo Cannavarro hanya 170 cm, terlalu pendek untuk centre back, tapi toh Cannavarro kapten Azurri kala juara dunia 2006, y...