Skip to main content

Hitachi in Indonesia

http://antaranews.com/en/news/1265273145

Hitachi Asia Ltd. has an intention to expand its investment in Indonesia, Chief Executive & Chief Innovation Officer for Asia, Hitachi Ltd, Yasunori Taga, said here on Thursday.

"We have planned so far to invest in Indonesia and we want to realize it as soon as possible," Yasunori Taga said in a Media Briefing Hitachi Young Leaders Initiative Alumni Forum.

He said Indonesia was a potential country with abundance of energy namely gas, liquefied natural gas (LNG), coal, and others.

But Yasunori Taga added that he was currently focusing on social infrastructure development sector such as railway system, transportation facility, or other business which has direct contribution to Indonesian economic progress.

In was of the opinion the global financial crisis did not have negative impact on Indonesia as one of the countries which had positive gross domestic product (GDP) growth.

Therefore such a fact made him confidence that Indonesia had potential market development.

"We have had business line here in high voltage transformation but it is still for export purposes to Middle East," Yasunori said, admitting that he had yet to define for sure the kind of investment Hitachi Asia Ltd. would make in Indonesia.

But he said he would remain using local content in an optimal manner.
"Anyway we also has standard quality that has to be met for the local content, and therefore everything should be tested whether it meets the standard or not," Yasunori said.

It is the way how to meet the standard that has hampered so far the realization of investment in the country.

Yasunory also said Hitachi would focus on long term social infrastructure business.
"It is a long term business that will have a direct touch with the people at large, and therefore we have to make sure the the political and economic stability in the country where we want invest," he said.

Established in 1995, Hitachi Asia has been marketing various products and services for the industrial sector such as power generators, transmission networks and distribution systems, industrial components and equipment, air conditioners, elevators, and escalators

Comments

Popular posts from this blog

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...

Ini syarat menjadi pemain sepak bola

Sepak bola itu tak sekedar olah raga menendang bola. Ini olahraga yang full body contact. Menjadi pemain bola tentu ada syaratnya.. bagi saya, seorang pemain bola tentu dimulai dari HATI. Semuanya memang dari hati, kalau hati sudah cinta sama sepak bola, apapun dilakukan. syarat nomor dua, tentu saja BAKAT. tak semua pemain sepakbola menjadi peraih gelar FIFA best player of the year. Pele, Maradona, Ronaldo plontos, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi tak lahir setiap tahun. Syarat nomor tiga, wajib adalah FISIK. Tubuh yang sehat fisik luar dalam lebih diutamakan. Tak perlu menjadi pemain yang setinggi saya (185 cm) untuk menjadi pemain bola andal. Toh Lionel Messi jadi pemain terbaik dunia dengan tinggi 20 cm lebih rendah dari saya. Dulu ada kiper Meksiko terkenal Jorge Campos, dia termasuk pendek tapi bermain di Piala Dunia dengan apik. Bek belakang Paolo Cannavarro hanya 170 cm, terlalu pendek untuk centre back, tapi toh Cannavarro kapten Azurri kala juara dunia 2006, y...