Skip to main content

Arthakencana Rayatama borong rights issue Aneka Kimia

PT Arthakencana Rayatama pemegang saham mayoritas PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk membeli 420 juta lembar saham yang dilepas dalam rights issue senilai Rp361,2 miliar, atau masih lebih rendah sekitar 200 juta dari rencana awal sebanyak 627,66 juta lebar senilai Rp539,79 miliar.

Direktur Komersial AKR Suresh Vembu mengatakan Arthakencana telah melakukan penempatan saham baru sebanyak 420 juta lembar saham di AKR Corporindo setelah melalui proses book building semalam. Proses book building (pembentukan harga saham) itu, katanya, dikelola oleh CLSA dan Bahana Sekuritas.

“Arthakencana juga mengkonfirmasikan bahwa mereka akan mengambil seluruh haknya dalam rights issue kali ini,” katanya melalui pesan singkat yang diterima Bisnis, hari ini.

Sebelumnya, dalam prospectus penawarannya AKR melakukan penawaran umum terbatas II untuk penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham. Sebanyak-banyaknya 627,66 juta lembar saham biasa atas saham baru ditawarkan dengan nilai nominal Rp100 per lembar ditawarkan.

Setiap lima pemegang 5 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 2 Februari 2010 memiliki 1 hak memesan efek terlebih dahulu, dengan setiap hak bisa digunakan untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp860 per lembar.

Jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran tersebut merupakan jumlah maksimum yang seluruhnya akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Dengan jumlah penawaran saham tersebut, diperkirakan nilai total saham yang ditawarkan dalam penawaran ini maksimal senilai Rp539,79 miliar.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...