Friday, March 16, 2012

Kinerja BUMI SERPONG DAMAI & DUTA PERTIWI 2011

Kalau anda perhatikan perkembangan di Serpong terutama di BSD, akan terlihat begitu pesat kemajuan dan pertumbuhan bangunan dan tentu saja kepadatan kendaraan di sana.


Dulu, daerah Serpong dibilang wilayah Jin Buang Anak... sepi... banyak begal...10 tahun lalu... malam hari tak lah seramai sekarang.

Namun itu cerita dulu... sekarang ekspansi banyak perusahaan properti termasuk Sinarmas memperlihatkan perkembangan Serpong jadi kota yang sesak.

Dua pengembang properti milik Grup Sinarmas, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk, membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang 2011.

Bumi Serpong Damai mencetak laba bersih 2011 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp840,78 miliar, melonjak 113,18% dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya sebesar Rp394,4 miliar.

Adapun, Duta Pertiwi membukukan laba bersih Rp348,59 miliar atau naik 30,54% dari perolehan 2010, yakni sebesar Rp276,04 miliar.

Peningkatan laba kedua emiten tersebut terutama didorong oleh naiknya pendapatan. Pendapatan Bumi Serpong Damai tercatat naik 13,28% menjadi Rp2,8 triliun dari sebelumnya Rp2,48 triliun.

Meskipun beban pokok penjualan perseroan juga meningkat 7,58% menjadi Rp1,02 triliun dari Rp949,38 miliar, laba kotor tetap naik 16,9% menjadi Rp1,78 triliun dibandingkan Rp1,53 triliun pada 2010.

Laba usaha Bumi Serpong Damai juga tumbuh 10,35% menjadi Rp960,55 miliar dari semula Rp870,48 miliar. Meski demikian, margin laba usaha perseroan justru turun menjadi 34,3% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 35,1%.

Sementara itu, Duta Pertiwi juga mencatat pertumbuhan pendapatan 2011 sebesar 10,92% menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1 triliun. Laba kotor perseroan juga naik 13,57% menjadi Rp826,68 miliar dari Rp727,88 miliar.

Laba usaha emiten dengan kode DUTI ini ikut tumbuh 21,22% menjadi Rp412,88 miliar dari semula Rp340,59 miliar. Hal ini mendorong margin laba usaha perseroan menjadi 36,86% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 34,06%.

No comments: