Wednesday, September 14, 2011

Antara Anzhi Makhachkala, Samuel Eto'o dan Suleiman Kerimov


Samuel Eto’o, pemain terbaik Afrika empat kali berturut-turut, mengaku ikut petualangan hebat dengan bergabung dalam klub sepak bola yang dimiliki miliarder Rusia, Suleiman Kerimov.

Eto’o, yang telah memenangkan Liga Champion Eropa dua kali bersama Barcelona dan sekali dengan Inter Milan, telah menandatangani kontrak 3 tahun dengan klub Anzhi Makhachkala.

Suleiman Kerimov membeli klub tersebut pad Januari 2011 dan telah menggelontorkan 100 juta euro atau US$136 juta untuk membawa sejumlah pemain bintang ke Ibukota Dagestan selatan yang masih berurusan dengan konflik separatis.

"Awalnya cukup sulit karena saya bahkan tak tahu klub itu berada di mana," kata Eto'o yang merupakan kapten Kamerun berusia 30 tahun itu, setelah dirinya mendarat di Makhachkala 11 September 2011.

"Saya cukup senang dan ini merupakan mimpi saya untuk ikut dalam petualangan yang hebat," ujarnya, seperti diungkap Bloomberg.

Kerimov memiliki kekayaan US$7,8 miliar menurut majalah Forbes. Dia pemili OAO Polyus Gold, produsen emas terbesar Rusia sekaligus pengendali OAO Uralkali, produsen bahan kimia terbesar dunia.

Miliarder 45 tahun itu memboyong Eto'o, eks bintang Brasil Roberto Carlos, dan bek kiri Chelsea Yuri Zhirkov ke klub yang berdiri pada 1991. Makhachkala masuk divisi utama Rusia pada 2000 dan 2 tahun kemudian terdegradasi tetapi kembali ke Liga Primer pada 2009.

Di pertandingan perdana di Stadion Makhachkala yang berkapasitas 17.000 penonton pada 12 September 2011, Eto'o mencetak gol yang membantu timnya menang 2-1 hingga masuk level empat besar klasemen.

Striker Kamerun itu membukukan pendapatan pribadi 10 juta euro per tahun kata British Broadcasting Corp. dalam laporan per 23 Agustus.

"Kami membayar cukup untuk melihatnya di tim kita," kata Sekjen klub German Chistyakov ketika memperkenalkannya kepada 7.000 fans saat masa latihan. Chistyakov enggan memaparkan detail transaksi pembelian. "Itu rahasia dagang."

Perpindahan klub itu merupakan alasan yang logis dari sisi finansial bagi Eto'o, kata Tom Cannon, professor bisnis olahraga Liverpool University Inggris.

"Dia telah mencapai taraf dalam karir ketika harganya akan turun. Dia tak mungkin terus bertahan di klub besar karena faktor usia. Akan lebih baik baginya dari sisi penghasilan untuk bergabung dengan klub kecil di Italia, Inggris, Spanyol atau Jerman," kata Tom

Dagestan merupakan wilayah pesisir Laut Kaspia dan merupakan salah satu dari kawasan miskin di Rusia. Tingkat pendapatan penduduk tahun lalu mencapai rerata 10.000 rubles (US$330) per bulan, atau setengah dari pencapaian level nasional.

Korupsi telah menghancurkan sendi-sendi ekonomi negara dan Dagestan yang mengandalkan subsidi pusat, untungnya masih punya agribisnis dan jaringan pipa minyak.

Lebih dari 220 orang terbunuh dalam 6 bulan terakhir, menurut Kavkazskiy Uzel, kelompok riset yang mempelajari kawasan tersebut. Menurut mereka, secara umum, situasi keamanan memburuk.

Namun, para suporter bola cukup senang dengan prospek klub yang kini dipegang Kerimov yang telah menjanjikan akan mengembangkan kota Anzhi dengan kompleks olahraga dan stadion sepak bola baru.

"Saya punya respek yang besar terhadap Suleiman Kerimov, karena dia memulai sejarah baru untik kami, klub ini terlahir kembali. Dia mengeluarkan banyak uang, dia berinvestasi di sepak bola, dia warga asli Dagestan," kata Magomedov Ali, mahasiswa ekonomi 21 tahun.

Kerimov merupakan salah satu dari miliarder Rusia yang berinvestasi di sepak bola. Pemilik Chelsea Roman Abramovich telah mengeluarkan lebih dari US$1 miliar untuk sejumlah pemain bintang dan menjadikan klubnya terbaik di Inggris serta Eropa. Roman bahkan mengalihkan utang 700 juta pounds (US$1,1 miliar menjadi ekuitas sahamnya.

Sejumlah orang Dagestan menilai Kerimov akan mendapatkan cara terbaik untuk melakukan pembiayaan bagi wilayah tersebut. Banyak orang tak terlalu senang dengan kontrak pemain jutaan dolar itu dan lebih suka kalau dananya dialihkan untuk mengurangi kemiskinan.

Eto'o sendiri tak tinggal di Dagestan dan akan terbang pulang balik selama 15 pertandingan kandang musim ini. Tim Anzhi disediakan Kerimov fasilitas kereta api dan pulang balik dari tempat mereka tinggal di Moskow.

Eto’o, yang bepergian dengan pesawat buatan Tupolev, memulai jumpa pers dengan mengheningkan cipta semenit untuk mengenang 44 orang yang meninggal akibat kecelakaan pesawat 7 September 2011, termasuk para pemain hoki klub Lokomotiv Yaroslavl di pesawat Yakovlev-42

No comments: