Skip to main content

Posts

Mungkinkah Bunga Pinjol Lebih Murah?

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Bisnis pinjaman online (pinjol) masih menjadi perhatian utama masyarakat saat ini. Setelah terjadi banyak korban yang rugi material hingga nyawa, bisnis pinjol illegal pun diberantas secara massif oleh pihak kepolisian. Yang terbaru, hasil Ijtima Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-VII pada pekan lalu, menetapkan fatwa aktivitas pinjaman online haram, dikarenakan terdapat unsur riba. Tentu saja fatwa para ulama tersebut berpotensi mempengaruhi pandangan dan minat public terhadap bisnis layanan financial technology (fintech) yang menyediakan jasa pinjaman online.  Keberadaan fatwa haram pinjol ini seperti mengingatkan kembali pada keputusan MUI pada Desember 2003 yang mengharamkan bunga bank. Saat itu, kegemparan terjadi di masyarakat. Ada yang pro, ada pula yang kontra. Hal itu tak lepas dari kondisi industry jasa keuangan p...

Konsolidasi Perbankan dan Eksistensi Bank Digital

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Industri perbankan nasional saat ini menghadapi ‘demam’ transformasi menjadi layanan digital. Semua bank berlomba-lomba membuat dan memperkuat produk dan layanan digital. Kondisi pandemi Covid-19 merupakan katalisator percepatan transformasi digital. Layanan digital membuat kompetisi antarbank semakin menarik. Banyak bank-bank besar yang ingin berubah wajah menjadi bank digital. Apa daya, peran konvensional di layanan offline begitu melekat. Pilihan rasional bagi bank besar adalah memiliki bank lain yang fokus untuk layanan digital. Bank kecil jika memiliki postur usaha yang sehat dan menjanjikan, menjadi incaran akuisisi oleh bank besar, korporasi, konglomerat, konglomerat hingga perusahaan rintisan alias startup. Kabar terbaru adalah rencana PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) untuk mengakuisisi salah satu bank kecil se...

Indonesia and G20 2022 Presidency

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Indonesia secara resmi kini memimpin Presidensi G20 untuk periode 2022. Kepemimpinan forum multilateral ini memberikan banyak peluang dan kesempatan bagi negara kita dalam berbagai aspek. Tema yang diusung dalam Presidensi G20 2022 adalah Recover Together, Recover Stronger.  Melalui tema tersebut, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan menjadi Presidensi G-20, Indonesia memiliki kesempatan secara strategis untuk ikut menentukan arah desain kebijakan pemulihan ekonomi global, terutama pada masa pasca pandemi Covid-19. Beberapa isu sentral dari peran Indonesia tersebut adalah ketimpangan akses vaksin, politisasi vaksin, vaksinasi yang selektif dan vaccine nationalism.  Kita berharap program vaksinasi dan ketersediaan vaksin dapat din...

Pajak Karbon dan Ekonomi Sirkular

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Pemerintah telah menetapkan pajak karbon untuk pembangkit listrik tenaga uap batu bara senilai Rp30 per kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO2e) untuk menekan emisi karbon di Indonesia. Pengenaan pajak karbon ini berlaku mulai 1 April 2021. Ketentuan ini UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang baru saja mendapatkan pengesahan dari DPR. Pengenaan pajak ini diambil untuk mencapai target nationally determined contribution (NDC). Pajak karbon ditetapkan untuk mengendalikan emisi gas rumah kaca untuk mendukung pencapaian NDC Indonesia.  Aturan pengenaan pajak karbon bisa dipandang sebagai salah satu bukti konkrit atas komitmen pemerintah Indonesia dalam mengurangi dampak emisi CO2 sesuai dengan ratifikasi Perjanjian Paris 2015. Sesuai dengan Perjanjian Paris, negara kita harus memenuhi target pengurangan emisi. Salah satunya melal...

Harga Batu Bara Meroket, Siapa Untung?

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Harga gas alam dan minyak bumi yang meningkat beberapa pekan terakhir telah memicu potensi krisis energy di sejumlah negara-negara yang selama ini memimpin arah perekonomian dunia. Krisis harga gas alam yang tinggi di Eropa, China dan Korea Selatan mengakibatkan biaya pembangkit listrik menjadi lebih mahal di negara-negara tersebut. Mereka pun beralih menggunakan bahan bakar batu bara yang dinilai lebih murah dibandingkan dengan biaya penggunaan gas alam.  Dampaknya harga batu bara global memanas. Kenaikan harga batu bara Newcastle di pasar spot komoditas global menembus kisaran US$200 per metric ton. Harga komoditas tambang yang dikenal dengan sebutan ‘emas hitam’ itu meroket lebih dari 150% sejak awal tahun ini. Bagi Indonesia, kenaikan harga batu bara memberikan sentiment positif terhadap banyak hal. Kinerja produsen batu ba...

Menjajal Jalan Mulus Tol Sumatra

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya.. Senyum Da’i Bachtiar tak pernah lepas saat bercerita. Saya berkesempatan mengobrol di rumah dinasnya di Kuala Lumpur saat dia jadi tuan rumah upacara kemerdekaan 17 Agustus 2008. Da’i Bachtiar kala itu Duta Besar RI untuk Malaysia. Saya ingat saat itu bertanya tentang kesan dia sebagai Duta Besar. Banyak hal yang menarik, katanya. Tetapi, salah satu yang memikat hatinya adalah kesungguhan Malaysia membangun infrastruktur, terutama jalan raya untuk menghubungkan semua kota. “Saya sudah keliling pakai mobil, jalannya itu mulus. Saya sampai tertidur,” Begitu ucapnya. Da’i Bahctiar membandingkan dengan pengalaman dia sebelumnya saat menjadi Kepala Kepolisian RI di masa Presiden Megawati Soekarnoputri ini. Dia mengaku belum bisa membayangkan keliling pulau Sumatra pakai mobil senyaman seperti di Malaysia. Tak sepenuhnya salah juga. Hamp...

Diskon Mobil Berlanjut, Pilih Avanza, BRV, atau Ertiga?

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia. Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. Pemerintah telah memutuskan untuk kembali memperpanjang diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 100% untuk mobil berkapasitas mesin kurang dari 1.500 cc, hingga Desember 2021. Pemberian diskon pajak ini merupakan perpanjangan kebijakan yang kedua kali dilakukan oleh pemerintah. Sebelumnya, pembebasan pajak barang mewah mobil 1.500 cc hanya berlaku hingga Juni 2021, lalu dilanjutkan hingga Agustus 2021, dan sekarang hingga akhir tahun. Perpanjangan insentif PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) dilakukan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi Covid-19. Tentu saja, kebijakan diskon pun memberikan angin segar bagi pelaku industri otomotif. Penjualan mobil sangat terbantu dengan adanya insentif PPnBM ditanggung pemerintah tersebut. Gairah penjualan itu karena ham...