Skip to main content

Robert Budiarto lepas saham Colopark

Robert Budiarto Widjaja, pengendali PT Tiga Raksa Satria Tbk (TGKA), melepaskan 7,31% saham PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) pada harga Rp 320 per saham, diskon 36% dari harga pasar sebesar Rp 500 per saham. Total nilai transaksi ini mencapai Rp 7,167 miliar.

Transaksi telah dilakukan di pasar negosiasi pada pukul 10.03.26 waktu JATS melalui broker PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) sebagai fasilitator penjualan saham.

Belum diketahui siapa yang menjadi pihak pembeli saham tersebut. Namun broker PT Kim Eng Securities (ZP) memfasilitasi pembelian 7,31% saham tersebut. Berdasarkan data transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Jumat (26/3/2010), pihak pembelinya juga investor domestik.

Total saham yang dipindahtangankan sebanyak 22.398.500 saham atau setara dengan 7,31% dari total saham CLPI sebanyak 306.338.500 saham. Dengan harga transaksi sebesar Rp 320 per saham, transaksi ini total senilai Rp 7,167 miliar.

Robert merupakan salah satu pemegang saham CLPI dengan kepemilikan sebanyak 22.500.000 saham (7,34%). Selain Robert, pemegang saham CLPI lainnya adalah PT Bukit Jaya Semesta 58,2%, Merrill Lynch, Pierce, Fenner and Smths 19,58% dan JP Morgan Bank Luxembourg 5,36%.

Selain memiliki saham CLPI, Robert merupakan pemilik PT Penta Widjaja Investindo. Perusahaan yang disebut terakhir merupakan pemegang 37,31% saham sekaligus pengendali saham TGKA.

Menarik untuk disimak, Robert sempat melaporkan Direktur Utama PT Optima Kharya Capital Securities Harjono Kesuma ke POlda Metro Jaya lantaran melakukan penggelapan saham senilai Rp 100 miliar milik Robert.

Nilai saham milik Robert yang digelapkan Harjono mencapai Rp 100 miliar, antara lain saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan sebagainya.

Harjono diduga menjual sepihak saham-saham milik Robert tersebut. Kendati demikian, kedua belah pihak sempat berdamai. Kesepakatannya, Harjono akan memberikan saham PT Colorpark Indonesia Tbk (CLPI) senilai Rp 34 miliar.

Namun menurut Robert, saham CLPI yang dijanjikan Harjono tak pernah ada. Oleh sebab itu, Robert melaporkan Harjono ke kepolisian.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...