Skip to main content

Nokian Tire incar Multistrada

JAKARTA (Bisnis.com): Perusahaan ban Eropa Nokian Tire Plc dan produsen ban dari Korsel Hankook Tire menjajaki kemungkinan membeli mayoritas saham emiten ban merek Corsa dan Strada PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA).

Satu bankir investasi yang mendengar informasi itu mengatakan Nokian dan Hankook beberapa waktu lalu telah bernegosiasi dengan pemegang saham pengendali Multistrada.

"Negosiasi telah dimulai beberapa waktu lalu, tetapi pemegang saham pengendali Multistrada meminta Nokian dan Hankook menaikkan harga penawaran," ujarnya kepada Bisnis.com siang ini.

Hingga berita ini diturunkan, Bisnis.com tidak berhasil menghubungi Presiden Direktur MASA Pieter Tanuri untuk dimintai konfirmasinya.

Hankook adalah produsen ban terbesar ketujuh di dunia yang menghasilkan ban radial untuk mobil penumpang, truk ringan, truk, dan bus. Penjualan Hankook mencapai 180 negara di dunia dengan mengantongi 70% dari penjualannya di pasar ekspor.

Nokian Tire adalah produsen ban yang juga membuat ban khusus untuk cuaca tertentu seperti bersalju, kondisi di hutan, dan ban untuk berbagai musim. Pada 2009, Nokian mencetak penjualan bersih 798,5 juta euro.

Multistrada sedang menyiapkan ekspansi agresif dengan mendongkrak kapasitas produksi ban dengan memanfaatkan pinjaman US$200 juta yang kini diatur oleh CIMB Niaga dan HSBC.

Berdasarkan riset dari Pefindo, MASA diperkirakan mencetak penjualan Rp1,69 triliun pada tahun lalu dengan laba bersih Rp165 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya penjualan Rp1,33 triliun dengan laba bersih Rp2,97 miliar. (wiw)

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...