Pasokan gas ONJW untuk PGN

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengungkapkan, seluruh produksi gas Offshore North West Java (ONWJ) di laut utara Jawa sudah dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk PT Pupuk Kujang dan pembangkit listrik PT PLN (Persero).

Juru bicara PHE, Ali Mundakir, di Jakarta, Kamis, mengatakan, produksi gas ONWJ sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan PT PGN dan industri lainnya. "Gas buat PGN sudah habis," katanya.

Menurut dia, kontrak gas ONWJ ke PGN sebesar 30 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang berjalan sejak 1996 sudah berakhir pada 31 Desember 2009. Namun, PGN meminta perpanjangan kontrak.

"Kami telah perpanjang dua bulan atau sampai 28 Februari 2010. Setelah itu, kontrak habis," katanya.

Ali mengatakan, cadangan gas untuk PGN sudah tidak ada lagi, karena semua sudah terkontrak dengan Kujang dan PLN.

Saat ini, produksi gas ONWJ mencapai sekitar 200-210 MMSCFD. Gas itu sudah terkontrak seluruhnya yakni PLN 130 MMSCFD dan Kujang 60 MMSCFD, dan sisanya untuk pemakaian sendiri.

Ia menambahkan, PGN sebenarnya bisa menambah suplai melalui sumber gas yang ada melalui sistem pipa transmisi Sumatera-Jawa (South Sumatera-West Java/SSWJ).

Ali juga mempertanyakan penambahan pelanggan PGN di tengah kekurangan pasokan gas.

PGN mengurangi pasokan gas ke sejumlah pelanggan industri di Banten menyusul habisnya kontrak dengan ONWJ.

Comments

Popular posts from this blog

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Dengan Vaksinasi, Ekonomi Bertumbuh, Ekonomi Tangguh

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi