Skip to main content

Mandom bagi dividen Rp320 per saham

Rapat umum pemegang saham tahunan PT Mandom Indonesia Tbk setuju membagikan dividen sebesar Rp320 per saham dengan payout ratio 15,5%.

Presdir Mandom Indonesia Tatsuyoshi Kitamura dalam siaran pers siang ni mengatakan jumlah total pembayaran dividen mencapai Rp64,3 miliar.

Mandom membukukan laba bersih 2009 mencapai Rp124,6 miliar atau tumbuh 8,5% dari 2008 sebesar Rp114,9 miliar, yang didukung peningkatan signifikan oleh penjualan domestik.

Manajemen Mandom Indonesia mengungkapkan laba usaha 2009 tercatat tumbuh 5,5% dari Rp175,3 miliar pada 2008 menjadi Rp184,9 miliar. Laba bersih per saham tercatat naik dari Rp590 persaham menjadi Rp620 persaham.

Selama 2009, Tatsuyoshi menjelaskan Mandom membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 12% dibandingkan dengan 2008 yaitu dari Rp1,2 triliun menjadi Rp1,4 triliun. Penjualan domestik naik 13,4% menjadi Rp1 triliun.

Penjualan domestik dari tiap-tiap merek utama juga mencatatkan kenaikan signifikan. Produk Gatsby tumbuh 13,3%, Pucelle tumbuh 15,3% dan Pixy tumbuh 20,1%.

Penjualan ekspor tumbuh 8,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi Rp351 miliar. Penjualan dalam mata uang dolar As turun 3,9% sementara dalam mata uang Yen tumbuh 9,5%.

"Penjualan ke pasar India yang menjadi area fokus Mandom Indonesia tumbuh 49,2% dibandingkan dengan 2008," ujar Tatsuyoshi.

Dia menjelaskan selama 2009, pihaknya telah meluncurkan sejumlah produk baru maupun renewal terutama ntuk seri Pixy Lady's cosmetics. Selain bisnis ekspor, ujarnya, kosmetika wanita menjadi fokus usaha perseroan.

Pada tahun ini, ujar Tatsuyoshi, penjualan ditargetkan tumbuh 10% dan diharapkan menembus Rp2 triliun pada 2013. (faa)

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...