Skip to main content

Nasib nasabah Optima Kharya

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) melansir sebanyak 150-an rekening nasabah PT Optima Kharya Capital Securities berpotensi tidak cocok (mismatch).

Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahamany mengatakan ketidakcocokan itu tercermin dari pemeriksaan data awal milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dibandingkan dengan data manajemen Optima Securities. Menurutnya, jumlah itu didapatkan dari jumlah rekening efek nasabah yang berjumlah 400-an.

“Karena itu mereka harus mengkonfirmasi surat verifikasi yang telah kami berikan, sehingga kalau ada ketidakcocokan bisa segera mereka proses,” ujarnya kepada pers kemarin.

Dia juga mengatakan saat ini perseroan sedang dipaksa untuk mengembalikan selisih dari efek yang tidak cocok itu yang dapat diindikasikan tindak pidana.

Selain itu, tuturnya, otoritas pasar modal juga tidak bisa mewakili investor dalam penuntutan kepada manajemen Optima Securities dalam pengaduan dan persidangan sehingga investor harus melakukannya sendiri.

Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK Sarjito mengatakan investor dapat segera mengadukan manajemen Optima Securities kepada Polri.

“Ya mereka [investor] laporkan segera ke Polisi, mereka seharusnya tuntut manajemen Optima Securities, bukan menuntut Bapepam-LK.”

Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Hoesen mangatakan saat ini yang dibutuhkan adalah kemauan dan itikad dari masing-masing investor untuk melakukan verifikasi rekening efeknya di perusahaan efek tersebut.

Menurut dia, jika investor tidak mengetahui posisi efeknya yang terakhir, maka self regulatory organization (SRO) dan Bapepam-LK yang mengawasi proses verifikasi akan sulit mengidentifikasi pemilik efek yang dititipkan di perusahaan efek itu.

“Kami, dan Bapepam-LK tentunya, sangat menyayangkan adanya suspensi serta kasus ini, tetapi nasabah memang dituntut untuk melakukan verifikasi, secepatnya.”

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...