Skip to main content

Sinarmas Land Building

Sinarmas Group segera membangun Sinarmas Land Building di atas lahan seluas 2,5 ha di BSD City, Tangerang dengan nilai investasi lebih dari Rp100 miliar.

Proyek kantor setinggi lima lantai itu akan menjadi kantor terpadu bagi perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah Sinarmas Developer & Real Estate, yang di dalamnya akan berkantor, antara lain PT BSD Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk.

Presiden Direktur PT Bumi Serpong Damai (BSD) Tbk Harry Budi Hartanto mengatakan pengembangan proyek itu berkonsep ramah lingkungan sehingga ikut berkontribusi bagi program eco green development di BSD City.

“Gedung seluas 15.000 m2 tersebut dibangun di kawasan BSD Office Park yang merupakan bagian dari pengembangan BSD City Tahap II dengan investasi lebih dari Rp. 100 miliar,” ujarnya dalam siaran persnya, hari ini.

Pembangunan itu Sinarmas Land Building, lanjutnya, telah dimulai yang ditandai dengan pemancangan tiang pertama, tanda dimulainya proyek itu hari ini.

Dia memperkirakan proyek itu bisa dirampungkan dan beroperasi pada kuartal IV 2011 sehingga semua perusahaan yng tergabung dalam grup Sinarmas Developer & Real Estate sudah bisa berkantor di sana.

Lebih jauh, Harry menjelaskan kawasan BSD Office Park seluas 25 ha itu dikembangkan dengan mengusung konsep ramah lingkungan dan ditargetkan untuk menjadi gedung pertama yang mendapatkan sertifikat hijau.

Menurut dia, green building merupakan konsep bangunan yang mengedepankan unsur penghematan energi, air, dan listrik, serta memakai bahan material yang eco friendly.
Konsep tersebut, ujarnya, juga mencakup unsur peningkatan kualitas sirkulasi udara dan memberi efek kesehatan kepada penghuni di dalamnya, serta menguntungkan secara ekonomis.

"Konsep green building itu akan diterapkan dalam pengembangan BSD Office Park di kawasan pengembangan BSD City Tahap II ini. Contohnya di kawasan itu akan disiapkan common park yang terintegrasi sehingga dapat menghubungkan gedung satu dengan gedung lainnya."

Dia menambahkan keberadaan common park akan membuat teduh seluruh area BSD Office Park sehingga pengunjung dan orang-orang yang berkantor di sana akan merasa nyaman dan dapat menghirup udara segar. “Jika mau ke gedung lain, cukup berjalan kaki, tidak perlu naik kendaraan yang mengeluarkan polusi,” ujarnya.

Selain ramah lingkungan, ungkapnya, BSD Office Park menggunakan teknologi tinggi, dimana jaringan fiber optic dibangun agar mereka yang berkantor di kawasan ini dengan mudah mengakses data dan informasi.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...