Skip to main content

Musim klub kaya meraup prestasi

Musim kompetisi 2009-2010 mulai berlalu, sebagian besar liga utama dunia terutama di Eropa telah memiliki juara. Di Spanyol dan Italia masih mencari sang pemenang sejati akhir pekan ini.

Ada seutas benang merah dari pencapaian juara-juara liga utama di mana ternyata terdapat dominasi klub kaya dengan dana berlimpah dan pemain berkualitas serta pelatih mumpuni.

Apakah uang berlimpah dapat menghadirkan prestasi bagi klub sepakbola ? secara instan premis tersebut boleh jadi ada benarnya. Fakta kekayaan dan belanja modal pemain punya korelasi positif dengan pencapaian gelar juara.

Di Jerman, Bayern Munich merebut gelar gelar Deutchmaster musim ini. Klub megabintang yang beken dengan sebutan FC Hollywood ini berada di urutan keempat daftar tim terkaya versi Deloitte Football Money League 2010 dengan nilai 289,5 juta euro.

Majalah Forbes menempatkan tim asuhan Louis Van Gaal ini di urutan kelima terkaya dunia dengan nilai Rp8,9 triliun. Harta melimpah membuat Bayern Munich mampu berinvestasi pada pemain terbaik seperti Franck Ribery, Arjen Robben hingga Miroslav Klose.

Jagoan Bavarian ini akan menghadapi Inter Milan di final Liga Champions UEFA pada 22 Mei di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid. Kedua tim sama-sama berpeluang menggapai treble atau tiga gelar musim ini.

Inter Milan dan AS Roma masih bertarung hingga laga terakhir untuk menjadi juara di Italia. Namun Inter yang diasuh Jose Mourinho ini unggul satu poin dari Roma. Dari sisi harta pun Inter lebih kaya.

Forbes menempatkan Inter dalam urutan 10 besar klub terkaya dengan harta Rp3,7 triliun, sedangkan Roma tak masuk 10 besar. Deloitte menaruh Inter dalam posisi sembilan dengan 196,5 juta euro di atas Roma yang berada di urutan 12 dengan 146,4 juta euro.

Di Inggris, Chelsea yang dalam versi Deloitte hanya berada di urutan keenam dengan harta 242,3 juta euro, menjadi kampiun menggeser Manchester United yang beraset 327 juta euro.

Dalam versi Forbes, Chelsea yang beraset Rp5,8 triliun bahkan hanya berada di urutan sembilan atau delapan strip dari MU yang di posisi puncak dengan nilai Rp16,6 triliun. Ini merupakan titel juara yang ketiga kali bagi klub yang dimiliki Roman Abramovic

di negara yang baru menunjuk David Cameron selaku perdana menteri tersebut.

Di Spanyol, dua tim kaya Barcelona dan Real Madrid masih menjadi tim teratas. Selisih satu poin (96-95) pada pekan terakhir ini menjadi bumbu klimaks perseteruan invetasi Real Madrid yang beraset 401 juta euro dengan Barcelona 365,9 juta euro.

Tim Barcelona dengan pemain seperti Lionel Messi dan Zlatan Ibrahimovic ini hanya berada di urutan keempat dalam daftar Forbes dengan nilai Rp9 triliun atau dua tingkat di bawah pasukan Cristiano Ronaldo dkk di Madrid seharga Rp11,9 triliun.

Di Prancis, Olympique de Marseille menjadi raja dengan merengkuh dua titel juara Ligue 1 dan Coupe de la Ligue. Kota pelabuhan ini dalam daftar Deloitte berada di urutan 14 dengan harta 133,2 juta euro.

Posisi klub milik Robert Louis-Dreyfus (eks CEO Adidas) ini sebenarnya masih di bawah seteru satu negaranya, Olympique Lyonnais yang berada di urutan 13 dengan nilai kekayaan 139,6 juta euro.

Di Indonesia ? Arema Malang saat ini masih di urutan pertama ditempel ketat Persipura Jayapura. Rasanya posisi kedua tim sulit digeser klub lain.

Arema yang didukung Bentoel Internasional milik BAT dengan pasokan dana Rp7 miliar pada pertengahan tahun lalu mampu menghadirkan pemain berkualitas seperti Pierre Njanka (Kamerun), Noh Alam Syah (Singapura) dan pelatih Robert Albert Rene (Belanda).

Materi berlimpah memang penting tetapi di dunia olahraga ada pameo yang menyebutkan Great team should be born from good management dan ini selalu menjadi peringatan bagi seluruh insan sepakbola.

(fahmi.achmad@bisnis.co.id)

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...