Skip to main content

Setoran bagi hasil migas Pertamina dikurangi

Pemerintah setuju untuk mengurangi target setoran bagi hasil migas PT Pertamina (Persero) sebanyak Rp5 triliun pada tahun ini sebagai mekanisme pembayaran utang BBM TNI kepada BUMN produsen migas tersebut.

Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu menuturkan sejauh ini TNI mempunyai utang kepada Pertamina sebesar Rp5 triliun. Pengurangan setoran itu merupakan bentuk pembayaran utang TNI yang ditanggung pemerintah kepada Pertamina.

“Sudah disepakati bahwa pembayaran utang TNI dilakukan dengan cara mengurangi setoran bagi hasil migas Pertamina kepada pemerintah sebesar piutang yang dimiliki kepada TNI,” ujarnya.

Menurut Said, Pertamina juga telah menyepakati mekanisme pembayaran itu, sehingga perseroan kepada TNI berkurang.
Jumlah utang BBM TNI ke Pertamina sebesar Rp5 triliun merupakan akumulasi penggunaan BBM sejak 2002 dan membengkak saat TNI ikut dalam penanganan bencana tsunami di Aceh pada 2004.

Selain itu, alokasi BBM yang menggunakan skema rupiah juga turut menciptakan pembengkakan utang.

Total utang TNI ke Pertamina mencapai Rp7 triliun, dan Rp5 triliun itu merupakan bagian dari keseluruhan utang ke BUMN migas itu.

Said Didu menambahkan untuk kelanjutan pembayaran sisa utang TNI belum diputuskan, dan saat ini masih fokus kepada mekanisme pembayaran utang sebesar Rp5 triliun pada tahun ini.

Sebelumnya, Pertamina tidak berencana merestrukturisasi utang BBM TNI yang mencapai Rp 7 triliun. Hal itu menanggapi usulan Menteri Pertahanan Pumomo Yusgiantoro agar utang bahan bakar minyak TNI senilai Rp 7 triliun ke Pertamina direstrukturisasimelalui pemutihan utang atau memasukkan utang itu sebagai penyertaan modal pemerintah (PMP).

Tahun ini Pertamina menganggarkan belanja modal sebesar Rp40 triliun, yang sebagian besar untuk membiayai pengembangan bisnis hulu.

Comments

Popular posts from this blog

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...

Ini syarat menjadi pemain sepak bola

Sepak bola itu tak sekedar olah raga menendang bola. Ini olahraga yang full body contact. Menjadi pemain bola tentu ada syaratnya.. bagi saya, seorang pemain bola tentu dimulai dari HATI. Semuanya memang dari hati, kalau hati sudah cinta sama sepak bola, apapun dilakukan. syarat nomor dua, tentu saja BAKAT. tak semua pemain sepakbola menjadi peraih gelar FIFA best player of the year. Pele, Maradona, Ronaldo plontos, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi tak lahir setiap tahun. Syarat nomor tiga, wajib adalah FISIK. Tubuh yang sehat fisik luar dalam lebih diutamakan. Tak perlu menjadi pemain yang setinggi saya (185 cm) untuk menjadi pemain bola andal. Toh Lionel Messi jadi pemain terbaik dunia dengan tinggi 20 cm lebih rendah dari saya. Dulu ada kiper Meksiko terkenal Jorge Campos, dia termasuk pendek tapi bermain di Piala Dunia dengan apik. Bek belakang Paolo Cannavarro hanya 170 cm, terlalu pendek untuk centre back, tapi toh Cannavarro kapten Azurri kala juara dunia 2006, y...