Skip to main content

Abdi Bangsa menjadi Mahaka Media

PT Mahaka Media Tbk meningkatkan modal dasar perseroan sebesar 108,33% menjadi Rp500 miliar dari modal dasar sebelumnya Rp240 miliar guna mempersiapkan aksi korporasi yang ditargetkan selesai semester II tahun ini.
Direktur Utama Rudi Setia Laksmana mengatakan rapat umum pemegang saham (RUPS) menyetujui peningkatan modal dasar tersebut dan aksi korporasi yang akan dilakukan. Selain itu, mulai kemarin nama perseroan PT Abdi Bangsa Tbk berubah menjadi Mahaka Media.
“Persetujuan peningkatan modal dasar pada RUPS hari ini, membuat kami lebih leluasa untuk melakukan aksi korporasi yang ditargetkan dapat selesai semester II tahun ini. Saat ini, kami masih mengkaji lebih lanjut aksi korporasi yang akan dilakukan,” ujarnya seusai RUPS, kemarin.
Rudi menjelaskan jika perseroan telah selesai mengkaji aksi korporasi berupa akuisisi perusahaan yang sesuai dengan keinginan perseroan maka Mahaka Media berencana menerbitkan saham baru (rights issue) senilai Rp150 miliar – Rp200 miliar.
Rudi menambahkan pergantian nama perusahaan menjadi Makaha Media tersebut sejalan dengan kebutuhan pasar yaitu perseroan sedang mengambangkan era media menjadi multimedia dan melengkapi aksi korporasi yang akan dilakukan.
Pada RUPS tersebut pemegang saham juga melakukan acquit et decharge yaitu memberi pembebasan kepada Dewan Komisaris dan Direksi dari tanggung jawab atas tindakan dan pengawasan yang dilakukan selama tahun buku yang bersangkutan.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...