Skip to main content

Ada apa Inalum?

Kementerian BUMN menyatakan mengajukan sejumlah
opsi terkait dengan rencana untuk masuk ke PT Indonesia Asahan
Aluminium (Inalum).

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menuturkan opsi yang diajukan itu untuk
menyiapkan munculnya kemungkinan hasil kajian tim teknis yang akan
memberi rekomendasi apakah kerjasama antara Indonesia-Jepang akan
jalan terus ataukah berhenti.

“Kami tentunya ingin lebih terlibat dalam Inalum, dengan mengajukan
sejumlah opsi. Namun, kami masih menunggu hasil kajian dari tim teknis
yang dikoordinasikan oleh Kementerian Perindustrian,” ujarnya hari
ini.

Menurut Mustafa, hingga saat ini belum ada keputusan mengenai
kerjasama antara Indonesia-Jepang di Inalum. Namun demikian, Duta
Besar Jepang yang bertemu dengan pihaknya beberapa hari lalu juga
mengajukan sejumlah opsi mengenai kerja sama di industri aluminium
itu.

“Duta Besar Jepang juga mengajukan opsi dalam kerjasama Inalum. Nanti
akan ada negosiasi antara kedua belah pihak. Kami di BUMN akan siap
untuk masuk jika sudah ada hasil kajiannya,” lanjut Mustafa.

Proyek Inalum mulai beroperasi sejak 1975, dan pada 2013 kontrak
Jepang pada proyek tersebut akan habis.

Sebelumnya, PT Krakatau Steel (Persero) dan PT Aneka Tambang (Persero)
Tbk (Antam) diproyeksikan akan masuk ke Inalum, sehingga kepemilikan
pihak Indonesia bertambah. Saat ini saham pemerintah masih minoritas.

Jepang hingga sekarang menguasai 58,9% saham Inalum melalui Nippon
Asahan Alumminium (NAA). Sementara, pemerintah Indonesia hanya
memiliki 41,1%. Saham NAA dikuasai 50% oleh Japan Bank for
International Cooperation (JBIC) dan 50% milik swasta Jepang.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...