Skip to main content

PGN to apply US$-based financial report

by: Fahmi Achmad
Bisnis Indonesia

JAKARTA: Publicly listed PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), state-owned gas transmission and distribution company, will apply US$ currency-based financial report to avoid volatility of gain (loss) on foreign exchange, starting in 2012.

President Director of PGN Hendi Prio Santoso said that it has three times since 2007 to submit this permission request to Finance Ministry in particular to Directorate General of Taxation to apply the functional currency base, in this case US$ in its report.

The company's management wants the financial report to be presented in US$ to evade a non-cash-flow fluctuation distorting the real performance.

However, as he said, three times the request was rejected because of provision of Finance Minister prohibiting the company to utilize the base.

Then, he confided, a good chance is coming from the implementation financial accounting standard statement (PSAK) issued recently by Indonesia Accountants Association (IAI), mentioning that at PSAK 10, in 2012 all companies are required to apply the functional currency base in their financial report.

"Thus, in 2012, we will publish US$-denominated financial report and have prepared for the implementation, in order to avoid the inability in applying it at the time," he said in a yesterday's disclosure.

However, he asserted that to implement it, the company is still waiting for provisions from Directorate general of Taxation and Finance Ministry.

In 2009, the company's operating income reached by IDR7.68 trillion and IDR6.23 trillion for its net income.

Meanwhile, PGN's revenue touched as much as IDR18.02 trillion and earning before interest, tax, depreciation, and amortization (EBITDA) stood at IDR9.30 trillion in the same period.

The financial performance was mostly contributed by the increase of gas sales volume in distribution business for 2009.

The gas sales reached 792 MMSCFA (million standard cubic feet per day) or rose 37% compared to 578 million standard cubic feet per day in 2008.

The increase of sales was boosted by the high demand and absorption of gases from industrial customers, primarily electric power generation sector.

Comments

Popular posts from this blog

Eka Frestya, Avvy Olivia & Astri Rachmadani

Astri : Bang Norman sekarang tajir n terkenal lho ky selebritis. Avvy: Padahal dulu pernah nembak gue tuh.!! Eka : OMG..bener lu..?! Avvy: Yoi.... Astri : Trus..truss, lu terima ga....?! Avvy : Ngga lha....lagian nembak gue pake cara muter2in pohon segala kaya filem India, mirip Shahruk khan aja, gue kan pingin di tembak ala Amrik. Eka : Tapi lu nyesel ga sekarang...?! Avvy : Bangeeeeet..!! itu obrolan imajiner dari ketiga Cops Angels Briptu Eka Frestya, Brigadir Avvy Olivia dan Brigadir Astri Rachmadani. Berikut hasil wawancara faktual dari Fajar Anugrah Putra | Newsroom Blog – Kam, 21 Apr 2011 11.28 WIB dan foto Yahoo!/Bernard Chaniago. Briptu Eka Frestya Ingin Jadi Model Brigadir (Polisi) Satu Eka Frestya adalah salah satu duta Kepolisian RI dalam menjalankan tugas mendekatkan korps dengan masyarakat. Melalui televisi, ia dan sejumlah rekannya kerap tampil menyampaikan informasi lalu lintas. Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

Ini syarat menjadi pemain sepak bola

Sepak bola itu tak sekedar olah raga menendang bola. Ini olahraga yang full body contact. Menjadi pemain bola tentu ada syaratnya.. bagi saya, seorang pemain bola tentu dimulai dari HATI. Semuanya memang dari hati, kalau hati sudah cinta sama sepak bola, apapun dilakukan. syarat nomor dua, tentu saja BAKAT. tak semua pemain sepakbola menjadi peraih gelar FIFA best player of the year. Pele, Maradona, Ronaldo plontos, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi tak lahir setiap tahun. Syarat nomor tiga, wajib adalah FISIK. Tubuh yang sehat fisik luar dalam lebih diutamakan. Tak perlu menjadi pemain yang setinggi saya (185 cm) untuk menjadi pemain bola andal. Toh Lionel Messi jadi pemain terbaik dunia dengan tinggi 20 cm lebih rendah dari saya. Dulu ada kiper Meksiko terkenal Jorge Campos, dia termasuk pendek tapi bermain di Piala Dunia dengan apik. Bek belakang Paolo Cannavarro hanya 170 cm, terlalu pendek untuk centre back, tapi toh Cannavarro kapten Azurri kala juara dunia 2006, y...