Skip to main content

Enseval Megatrading 1H sales up 10.6%

by: Fahmi Achmad
Bisnis Indonesia

JAKARTA: PT Enseval Putera Megatrading Tbk, one of the largest pharmaceutical distributor in Indonesia, booked first half sales of IDR4.41 trillion or rose by 10.6% compared with same period last year

The management of Enseval revealed that the company's total asset increased from IDR2.89 trillion to IDR3.47 trillion or climb up by 20%.

The company in its financial statement noted an increase of total liabilities from IDR1.47 trillion to IDR1.83 trillion. The company's equity also increased by 15.3% from IDR1.42 trillion to IDR1.64 trillion.

The company's sales in the first half of the year rose 10.6% from the first half of 2009 which amounted to IDR3.98 trillion.

However, the company's gross income in the first half of this year recorded a slight loss of 6.2% to IDR477, 6 billion, compared with the gross income of IDR509.2 billion in the same period last year.

"The decline on cost of goods sold was triggered by an increase in cost of sales which is higher than the increase in the company's sales," said management in a press release cited from the official website of Enseval.

The management of Enseval explained the cost of goods sales increased by 13.1% compared with same period last year as the increase on the price of the company's main products and the influence on the portfolio products that was sold during the first half of the year.

Operating expenses of the company during the first 6 months reached IDR334.8 billion or increased by 11.6% compared with the first half of 2010.

The company's selling expenses in the first half of 2010 stood at IDR277.6 billion, while general and administrative expenses amounted to IDR57.2 billion.

Thus, the company recorded an operating profit amounted to IDR142.8 billion, declined by 31.7% compared to IDR209, 3 billion in the first half of last year.

Therefore, Enseval was only able to print a net income of IDR99.1 billion in the first half or decreased by 32.9% compared to IDR147.7 billion last year.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...