Skip to main content

BP May Name Citigroup to Lead $20 Billion Oil-Spill Claims Fund

BP Plc may appoint Citigroup Inc. to lead the $20 billion fund to aid victims of the Gulf of Mexico oil spill, four people with knowledge of the matter said.

Citigroup, the third-biggest U.S. lender by assets, probably will share a portion of the duties with another bank in the Gulf region, said one of the people, who declined to be identified because the decision isn’t final yet.

BP Chairman Carl-Henric Svanberg agreed in June to create the fund after meeting at the White House with President Barack Obama. In a statement at the time, the White House said an escrow account would “provide assurance to the public that funds will be available to compensate the injured.”

BP has a longstanding relationship with the New York-based bank, whose transaction-services division specializes in cash- management for multinational corporations, the people said. Robert Wine, a spokesman for London-based BP, declined to comment, as did Citigroup’s Danielle Romero-Apsilos.

U.S. Senator David Vitter, a Louisiana Republican, on July 16 urged BP America Inc. to choose Louisiana banks for the escrow instead of “Wall Street banks,” according to a letter made public by the senator’s office.

A similar letter was sent to Associate U.S. Attorney General Thomas Perrelli, who is helping oversee BP’s response at the U.S. Justice Department. A call to Perrelli was referred to department spokeswoman Hannah August, who declined to comment.

Multiple Bidders

Prodded by the White House, BP solicited proposals from multiple banks vying to host the escrow account for the Gulf Coast Claims Facility, as the fund is known, according to two people briefed on the matter. The White House wanted to insulate the fund from any criticism that the selection might have been influenced by the U.S. stake in Citigroup, one of the people said.

White House spokesman Ben LaBolt said the decision was made by BP and that the Obama administration didn’t participate.

Citigroup, which got a $45 billion bailout in 2008, is still 18 percent owned by the Treasury Department after repaying $20 billion of the money in December.

Kenneth Feinberg, the Washington-based lawyer who served as the U.S. Treasury Department’s paymaster for bailed-out banks and administered the September 11 Victim Compensation Fund, was appointed jointly by BP and the White House to serve as the independent claims administrator for the BP fund. Feinberg didn’t return a call for comment.

To contact the reporters on this story: Bradley Keoun in New York at bkeoun@bloomberg.net; Robert Schmidt in Washington at rschmidt5@bloomberg.net.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...