Skip to main content

OCBC resmi miliki Bank of Singapore

Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC Bank) secara resmi menyelesaikan proses akuisisi ING Asia Private Bank Limited dan anak perusahaannya (IAPB) yang berbasis di Singapura dengan investasi sekitar US$1,446 juta atau Sin$2,024 juta.

Dengan telah selesainya proses akuisisi tersebut, maka IAPB yang kini berganti nama menjadi Bank of Singapore Limited (Bank of Singapore), resmi menjadi anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh OCBC Bank.

Bank of Singapore akan dipimpin oleh Renato (Bing) de Guzman, yang sebelumnya juga menjabat sebagai CEO IAPB. Seluruh kegiatan usaha Private Banking IAPB dan OCBC Bank akan digabungkan dan beroperasi sebagai Bank of Singapore.

Dengan demikian Bank of Singapore akan menjadi sebuah Private Banking terkemuka di Asia yang memiliki lebih dari 7.000 nasabah dengan total dana nasabah yang dikelola sejumlah US$23 miliar. Hal ini menguatkan posisinya yang unik sebagai satu-satunya Private Banking yang berkantor pusat di Singapore.

David Conner, CEO OCBC Bank mengatakan keberhasilan akuisisi ini menandai tonggak sejarah yang penting dalam kegiatan private banking kami. Dengan semakin besarnya skala usaha , akan membawa manfaat yang sangat berarti baik bagi nasabah Private Banking IAPB maupun OCBC.

"Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam usaha Private Banking dan memberikan pelayanan yang semakin baik dalam memenuhi kebutuhan nasabah high networth kami, "kata David Conner, CEO OCBC Bank dalam siaran pers, kemarin.

Renato (Bing) de Guzman, CEO Bank of Singapore, mengatakan dirinya yakin Bank of Singapore akan terus tumbuh dan meraih pangsa pasar yang sangat besar saat ini maupun yang akan datang.

"Kami akan senantiasa fokus untuk menarik beberapa karyawan Private Banking terbaik yang ada saat ini maupun yang baru untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang dan pengembangan secara profesional, sebagai bagian dari OCBC Group."

OCBC Bank, didirikan pada tahun 1912 dan merupakan grup keuangan dengan aset terbesar kedua di Asia Tenggara. OCBC Bank mendapatkan peringkat kredit jangka panjang Aa1 dari Moody's.

Pasar utama OCBC Bank adalah Singapura, Malaysia, Indonesia dan China. Memiliki jaringan lebih dari 490 cabang dan kantor perwakilan di 15 negara dan wilayah termasuk 390 cabang dan kantor di Indonesia yang dikelola oleh Bank OCBC NISP sebagai anak perusahaannya.

Anak perusahaan OCBC Bank yang bergerak di bidang asuransi yaitu Great Eastern Holdings, sedangkan anak perusahaannya yang lain yang bergerak di jasa pengelola aset, Lion Global Investors, merupakan salah satu perusahaan pengelola aset terbesar di Asia Tenggara.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...