Skip to main content

cocoa production will rise 8%

ASKINDO estimating cocoa production in Indonesia this year will rise 8% to 540,000 tonnes compared with last year to 500,000.

General Chairman of Indonesian Cocoa Association (ASKINDO) Halim Razak said that Indonesia is a producer of cocoa beans in the world's third largest with a total production reached 500,000 tons per year. Largest producer of cocoa in Ivory Coast occupied the world for 1.3 million tons of Ghana followed by 750,000 tons.

Cocoa plantation in the country, he said, about 1.5 million ha, which means that productivity 400-500 kg per hectare is very low compared with other countries. In fact, the productivity of cocoa, he said, could reach 2 tons per hectare. Cocoa can produce a variety of derivative products such as ore that will produce cocoa butter and cocoa cake.

"The impact of the national movement through the intensification of cocoa land, rejuvenation and expansion of the garden will make the production increase," he said, January 18, 2010.

He explained that cocoa industry to do with the Asean-China FTA (ACFTA) throughout the country wearing nothing ore tariffs except in the European cocoa.

"It's 0% [ore import duty tariffs cocoa], except for Indonesia is the only country that still wore ore cocoa and its products," he said.

Import duty on Indonesian cocoa, he said, by 5% and its derivative products are also 5%.
According to Halim, because other countries apply import duty 0% cocoa, the cocoa industry in the country can not be competitive compared to other countries.

He added to produce good cocoa powder, it still must import about 10% -15% of the total needs of cocoa in the country to produce a good product. This causes the domestic market imported cocoa powder invaded approximately 22,000 tons.

He admitted had proposed that tariffs 0% cocoa powder, so that domestic industry can compete. "We're late anticipation, already proposed imports from Africa with a 0% of import duty, finally [cocoa industry in the country] can not compete."

He recommended that the government improve infrastructure, especially electricity. Electricity supply, he said, will affect the processing of cocoa butter.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...