Skip to main content

Jamsostek to acquire reinsurance company

PT Jamsostek to spend Rp200 billion to enter the ownership of shares of PT Reinsurance International Indonesia (ReIndo) as part of the development of corporate investment.
President Director Jamsostek Hotbonar Sinaga said equity participation in ReIndo it was one of the company's plan to support the policy synergies among state-owned enterprises (SOEs).
"Worth around Rp200 billion but did not know what percentage, being calculated by our internal," he said through a short message service to Bisnis Indonesia last night.
ReIndo is one of the four reinsurance companies in Indonesia. Three other companies namely PT Indonesia Tbk Airlines Reinsurance (Marein), PT Tugu Reinsurance Indonesia (Tugu Re), and PT Indonesian National Reinsurance (NasRe).
ReIndo, as of the end of 2008 had equity of Rp224,78 billion and asset Rp630,22 billion. A final 2009 financial report has not officially issued by the company.
Director of Investment Jamsostek Elvyn G. Massassya tells the reinsurance company to be purchased that will be part of Social Security Investment Corporation (JIM), which is a joint venture with The Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD).
He mentioned the purchase funds will be taken from investment funds which will be allocated Rp809 this year. However, Elvyn mentions two reinsurance to be purchased.
"The two reinsurance companies are still in due diligence stage. The plan of purchases reinsurance companies have been approved by the government, which in this case as a shareholder, "he said yesterday.
According Elvyn, purchasing reinsurance company will be done in conjunction with the acquisition of several banks. JIM Social Security will develop from this year until 2012. But he did not mention the details of the funds will be used to purchase the company.
Last week, Hotbonar Jamsostek said, investment target range Rp90 trillion this year, in which the investment shares increased from 16.5% in 2009 to 20% this year.
"The portion of investment bonds closer to 50%, 30% in deposit and direct investments worth Rp8,09 billion," said Hotbonar.
Together ICD, Jamsostek will also acquire a majority stake in PT Bank Syariah Bukopin. State-owned insurance is intended to increase ownership of 9% to more than 50%.
Jamsostek is also interested in buying 20% -30% stake in sharia division of PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. The acquisition will be conducted in second half 2010.
At the end of December 2009, Jamsostek buy shares of PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk valued at Rp250 billion through initial public offering (IPO). Jamsostek over 312.5 million shares, equivalent to 3.58% ownership in BTN.
Jamsostek worth Rp657 billion invested in bonds of PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) of the total letter Rp3 trillion worth of debt. Debt securities issued by PLN, the PLN bonds worth Rp2,70 trillion and ijara sukuk PLN for Rp297 billion.
Jamsostek also plans to buy shares of PT Pembangunan Perumahan worth Rp100 billion to Rp200 billion.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...