Skip to main content

Parlez Français!

"Its Nice dibaca niiisss...thus bukan Nice atau nais.." kata CPF Luhulima (Senior Fellow at the Centre for Strategic and International Studies/CSIS), yang menjadi reader (pembaca ahli) tesis saya.Tujuh tahun lalu, dia sering mengoreksi pengucapan saya yang salah membaca Nice, tempat Traktat Uni Eropa diteken.
Saya memang seperti Budi Anduk dan Peppy yang ngoceh soal So Ni-ce dan So Go-on.... produk makanan ringan dari Japfa.
Nice atau dalam Bahasa Provençal disebut Niça atau Nissa (bahasa Italia Nizza, menurut Wikipedia, adalah sebuah kota di Prancis Selatan yang terletak di tepian Laut Tengah, antara Marseille dan Genoa.
Pusat turis utama dan resort nomor satu di Riviera Prancis - Côte d'Azur (Pantai Biru) ini memang hanya salah satu kota pantai yang diapit Marseille dan Monaco yang juga punya nama besar di Eropa.
Saya jadi teringat dengan foto sekelompok yacht 25 ft--60 ft yang bersandar di satu dermaga di Monaco yang dibuat Irman A. Zahiruddin untuk dipamerkan dalam ulang tahun Bisnis ke-20 pada 2005.
Tapi bicara Marseille....konon katanya nuansa mediterania sangat kental di sana. Pada 1792, 500 sukarelawan penduduk asli Marseille jalan kaki menuju Paris untuk mendukung revolusi Prancis.
Di perjalanan mereka menyanyikan dengan menyanyikan La Marseillaise, yang sekarang menjadi lagu kebangsaan (national anthem of France). Di kota ini saya suka dengan Olympique de Marseille yang bermarkas di Stade Vélodrome.
Pada 2 dekade silam, Bernard Tapie, tokoh eksentrik yang mampu membuat Marseille melegenda di jagat sepakbola.
Nama-nama pesepakbola andal dunia masuk hall of fame Marseille, seperti Karl-Heinz Forster, Alain Giresse, Jean-Pierre Papin, Chris Waddle, Klaus Allofs, Enzo Francescoli, Abedi Pelé, Didier Deschamps, Basile Boli, Marcel Desailly, Rudi Völler, Eric Cantona, Fabrizio Ravanelli, Laurent Blanc, Andreas Köpke, Robert Pirès, Florian Maurice, Christophe Dugarry, Didier Drogba sampai Frank Ribery.
Saya juga selalu mengingat bagaimana Basele Boli melakukan tackle terhadap Marco Van Basten dan dia juga mencetak gol tunggal dan mendepak AC Milan sekaligus mendapuk Marseille jadi juara Liga Champion 1993 di Munich's Olympic Stadium. Itu pengalaman Deschamps dan Fabien Barthez selaku kapten tim.
Kali ini, lagu La Marseillaise yang mirip-mirip lagu Dari Sabang sampai Merauke itu berdengung di benak saya saat Dewi Komalasari (Dekom)menyapa lewat chatting fesbuk.
Chit-chat May,25
8:42pmDewi
fahmi pa kabar?
8:43pmFahmi
eh Dewi pa kabar juga? masih di france?
8:45pmDewi
gw baik2 aja di sini
gw sekarang di jakarta
nanti juli baru ke sana lagi
8:46pmFahmi
wah mantap....di sana di kota mana?
8:48pmDewi
gw di sana di marseille
pasti loe suka karena tempat main bola
hehhehehehhe
8:49pmFahmi
hehehe kota pelabuhan dengan nama yang sama dengan lagu kebangsaan to... gw masih mimpi ke sana kali ya...
8:50pmDewi
wah pokoknya gw tungguin di sana ya fahmi,
pokoknya nati gw anter keliling deh, gw jadi pemandu loe
hehehhehehe
8:51pmFahmi
siap....elo jadi guide gw ya... gw pengen kayak artis liburan di st tropez...wuiiii ..... tapi gak punya yacht sendiri...
8:52pmDewi
hahahhahahah
iya di st tropez dengan perahu pribadi
sambil berjemur
hehehhehehe
8:53pmFahmi
gak deng... gw cuma pengen nonton bola di Stadion Velodrome dan foto2 di longchamp aja deh....
8:54pmDewi
hehehheheh
velodrome deket rumah gw
ayo ayo kita nonton bareng
8:56pmDewi
kalo longchamp deket rumah gw masa depan, bulan agustus besok gw tinggal disana
ayoooooo berkunjung
8:56pmFahmi
buset dah.. gampang benar punya rumah di sana ya.... kalo gw ntar dikirain imigran aljazair kali....
8:57pmDewi
alah loe tu yah
maksud gw waktu gw bareng bokap nyokap gw, gw ngontraknya di deket voledrome
terus agustus besok gw ikut suami gw kali
loe mirip banget famhi sama imigran magribi hehhehe
8:59pmFahmi
siap.. nantikan gw beredar di sana... thats promise!!!
eh suamimu dikenalin dong
8:59pmDewi
hehehhehe
gw belom nikah sekarang tapi baru mau
heehhehehhehehe
9:00pmFahmi
lha suruh calonmu ke jakarta dulu... kenalin ama kita-kita pesta bujang gitu.. hehehehe
9:00pmDewi
weeeeeehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
enak banget die pesta bujang
9:03pmFahmi
whuahahahahaha.. emang cuma ada pesta bujang.. gak ada pesta perawan kan...? cakakakakaka... pokoknya gw kudu pesta ikan bakar di Marseille...
pesta ikan aja jauh benar ya...
9:04pmDewi
hehehhehehehhehehehheheh
jadi pengen ikan bakar euy
9:05pmFahmi
gampang... elu buka kulkas trus cari ikan di freezer then bakar deh di wajan....
9:07pmFahmi
Dewi... gw selesain deadline dulu ya... keep contact ya...
9:08pmDewi
halah ribet
ok deh fahmi, met kerja
9:09pmFahmi
ok seeya... in the end of this year... promise me .. u'll become my guide in france ok.. salam buat bokap-nyokap en calon suamimu ya.... tak lupa para maghribi di sana..... heheheheh bye
9:13pmDewi
hehheheheh
thanks
Today
1:58pmDewi is offline.

Jujur saja, saya jadi ingin seperti Dewi yang udah pipis di Colosseo Roma, ngelihat Vatican Roma), mejeng di depan Frankfurt am main romer, bergaya di depan patung Vista General - Plaza Mayor di Madrid, puerta principal catedral (toledo - madrid), atau di Firenze (italy).
Saya juga bermimpi ingin berpose di museu d'art de cataluna Barcelona, ngejogrok di Parc Guell (barcelona), melototin bangunan lonjong kayak peluru yang bernama Torre Agbar di Barcelona), mengagumi Sagrada Familia Barcelona atau juga melihat air mancur di Lake Leman Jenewa Swiss), nongkrong di Paris, dolanan ke cinema pantai Cannes dan Festival de Cannes, berlibur di Saint Tropez, atau hanya jalan-jalan di vieux port (marseille), palais longchamp (marseille), serta berfoto di depan Casino Monte Carlo.

salam
djorky

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...