Skip to main content

melo-dramatic


Fragment#2

SMS dari 0812989**** 07 Mei 2009 12:10 pm
Asslm Bpk/Ibu Pengurus Pusat MES Dept.7-9, dikarenakan ada perubahan situasi dan kondisi maka rapat tentang acara Debat Capres yang dijadwalkan hari Jumat 8 Mei 2009 dibatalkan dan akan dijadwalkan kembali. Mhn maaf atas pembatalan tsb. Wassalam.

SMS dari 0852222***** 07 Mei 2009 04:05 am
Keberuntungan adalah milik Barca.. dan wasit adalah aktor intelektualnya- Drogba adalah korbannya-Inniesta adalah eksekutornya.. inilah hasil cinta segitiga klub inggris…

SMS dari +62812109****** 04 Mei 2009 11:27 am
Bpk si mbengki tutup usia

SMS dari 0813870***** 01 Mei 2009 16:04 pm
Today..semua orang kantor menjijikkan…! Apakah gw adlh the last stupid person in the universe? Orang2 betah bgt dkt ‘penyelamatan’ diri sendiri…arrgh! Apa yg hrs gw lakukan?


Fragment#3
Namanya Sulaiman, usia baru 13 tahun tapi udah hampir 170 cm. Dia dari Afrika mungkin Nigeria. Sudah sebulan lebih keluarganya menjadi warga RT 004 ini, mereka menyewa rumah bu Nani.
Bapaknya katanya pedagang, ibunya usaha katering khusus makanan khas bagi para pedagang Afrika yang mondar-mandir di Tanah Abang. Sulaiman punya 2 adik perempuan, Fatimah dan Maryam.
Lingkungan RT 004 tampaknya menerima mereka dengan senang hati. Mereka pandai berbahasa Indonesia, logatnya pun ‘udah orang jakarta’. Meski Sulaiman lahir di negaranya tetapi sudah 7 tahun keluargnya menetap di Jakarta, begitu kira-kira kata orang. Sulaiman juga tiap malam setelah maghrib mengaji di rumah samping pak ketua RT.
“Aah gw malas maen di sini.. ,masa elu maennya curang mulu, Kalo kalah.. elu bayar dong gundunya,” kata Sulaiman kepada Andi.
“Yaa udah elo jangan tinggal di sini,” kata Andi yang anak pak RT.
“Emang gue tinggal di rumah elo apa? Kok ngusir-ngusir?” tanya Sulaiman.
“Kan elu bilang gak mau maen di sini .. ya udah pergi deh,” kata Andi sewot.
“Yaa udaaah, gua mending maen ama anak dekat mesjid sono,” tukas Sulaiman gak mau kalah.
Dan, permainan gundu pun usai.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...