Skip to main content

Fragments

"Tepuk tangan harus serentak, ya. Dimulai dari barisan depan. Jika barisan depan tidak tepuk tangan, yang di belakang tidak boleh tepuk tangan," ujar pembawa acara Rapimnas PD.

******

“Pak, mau pasang stainless steel?” ujarnya.
“Iya nih.. tapi cuma kolom di pagar saja,” jawab saya
“Boleh pak, kalau yang gak jadi kuning itu yang dari Jepang.. rada mahal pak. Tapi ada juga yang dari India,” jelasnya.
“Oh ya? Eh dengan pak siapa ini?,” tanya saya
“Saya Waluya pak.. dari pertama saya saya cari bos susah benar..Kalau saya coba jelasin dulu beda stainless pak jadi bapak tahu mana barang yang bagus,” tuturnya nyerocos.
“Iya sih.. tapi jangan kasih mahal dong,” saya coba menawar.
“Kalau saya coba tawarkan per lubang aja pak… 700 itu masih bisa nego kok, kalau yang India bisa 500.. tapi ini pagarnya bagus begini, lebih baik yang terbagus aja pak,” katanya berusaha meyakinkan.
“Oke nanti saya coba rundingkan dulu ama istri, kalau cocok nanti saya hubungi.. ini nomor hp sampeyan kan..?” tukas saya.

******

“Salamualaikuuum,” katanya
“Walaikum salam, ada apa?” ujar saya
“Ini pak sumbagan mushola, biasa pak udah biasa mingguan,” tuturnya
“Aduh maaf dulu deh,” ujarnya
“Ya udah,” tukasnya.
[kenapa ya… membangun mesjid kok harus minta sumbangan… kebanyakan mesjid, makmumnya kosong…]

******

“Iklannya kok dicabut?” tanya Ayu heran.
“Gak dicabut, cuma dipindah ke halaman lain,” tutur Fitri.
“Emang kenapa,” tukas Ayu tak puas.
“Gak papa, kan redakturnya piket malam,” ujar saya.
“Horeee….,” teriak Bambang

******

Ada 1 pace manado dia pu pohon rambutan buahnya masak-masak jadi anak2 dorang pancuri,
Karena marah pace tulis di papan 'biar kita nyanda lia pangana tapi Tuhan lia pangana' baru papan dia pasang di pohon.
Besoknya anak2 yang pancuri datang dan baca lalu anak-anak tulis di sebelah papan 'biar Tuhan lihat pakita, tp Tuhan nyanda mo kase tau pa ngana.. (tks Novie)

******
“Bos, sampeyan wkatu nikah pakai bahasa arab atau indonesia?,” tanya priyo.
“Dua-duanya tuh,” saya coba meyakinkannya.
“Aku gak hapal bahasa arab,” ujarnya.
“Yaa pakai aja bahasa indonesia.. gini.. saya terima nikahnya Esti Nurhayati binti bapaknya dengan mas kawin seperangkat bla..bla..bla…,” saya coba menjelaskan.
“Yaa jangan bla-bla-bla dong.. coba seperangkat berlian dan berlian,” tukas Ayu menimpali.

Karet,26 April

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...